<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Tawarkan 3 Proyek Investasi di Bandara Kualanamu</title><description>Kementerian Investasi menawarkan tiga proyek investasi di Bandara Kualanamu  di Deli Serdang, Sumatera Utara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472767/ri-tawarkan-3-proyek-investasi-di-bandara-kualanamu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472767/ri-tawarkan-3-proyek-investasi-di-bandara-kualanamu"/><item><title>RI Tawarkan 3 Proyek Investasi di Bandara Kualanamu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472767/ri-tawarkan-3-proyek-investasi-di-bandara-kualanamu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472767/ri-tawarkan-3-proyek-investasi-di-bandara-kualanamu</guid><pubDate>Jum'at 17 September 2021 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/17/320/2472767/ri-tawarkan-3-proyek-investasi-di-bandara-kualanamu-1WV3fqGens.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI tawarkan investasi Bandara Kualanamu (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/17/320/2472767/ri-tawarkan-3-proyek-investasi-di-bandara-kualanamu-1WV3fqGens.jpg</image><title>RI tawarkan investasi Bandara Kualanamu (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Investasi menawarkan tiga proyek investasi di Bandara Kualanamu  di Deli Serdang, Sumatera Utara. Ketiga proyek ditawarkan dalam kegiatan market sounding yang digelar secara daring.
Ketiganya adalah Airport City yang terdiri dari hotel, convention hall, lapangan golf &amp;amp; driving range, theme park, retail, dan rumah sakit; E&amp;ndash;Commerce Center Warehouse; dan Integrated Commercial Area- Factory Outlet and MICE.
Baca Juga: Mau Investasi, Perusahaan Teknologi UEA Ketemu Menko Luhut 
 
&quot;Kami sangat mengapresiasi semangat PT Angkasa Pura Aviasi dalam melakukan sosialisasi peluang investasi yang dimilikinya di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini. Pelayanan infrastruktur bandara yang dapat meningkatkan iklim investasi sangat dibutuhkan, terutama pada kondisi bisnis bandara yang sedang turun,&quot; kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan dilansir dari Antara, Jumat (17/9/2021).
Menurut Nurul, pengelolaan infrastruktur transportasi udara dituntut untuk mampu berinovasi dalam pengembangan bisnis agar dapat terus memberikan pelayanan yang baik.
&quot;Dengan ketiga proyek yang ditawarkan ini, kami yakin dapat mendukung pengelolaan bandara sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara maupun Indonesia,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Menko Luhut: Investasi Sektor Kesehatan Indonesia Menjanjikan
 
Nurul berharap pengelolaan bandara itu tidak hanya dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, namun juga dapat mewujudkan konsep bandara masa depan sebagai infrastruktur multimoda dan multifungsi yang dapat mendorong pengembangan kawasan di sekitarnya.
Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris menyampaikan pihaknya saat ini dalam tahap mencari mitra strategis untuk menjadi rekan dalam mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu.
Mitra strategis akan menjadi pemegang saham maksimal 49% di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara sebesar 51% saham akan dikuasai Angkasa Pura II.
Haris meyakinkan bahwa model pengembangan bandara ini akan menguntungkan dan mengakselerasi peningkatan bisnis kebandarudaraan Indonesia.Keuntungan dari strategic partnership ini adalah masuknya Foreign  Direct Investment (FDI) ke Indonesia yang terdiri dari Capex Commitment  dan Upfront Payment, serta pengembangan aset di Kualanamu guna  mewujudkan 3E yaitu Expansion The Traffic, Expertise Sharing, dan Equity  Partnership dengan tujuan menjadikan Bandara Kualanamu sebagai  International Airport Hub di kawasan wilayah barat Indonesia.
&quot;Seluruh industri penerbangan tentunya sangat terdampak di tengah  situasi pandemi COVID-19 seperti ini, namun tidak menyurutkan kami  selaku anak usaha plat merah yang diberi mandat dalam mencari mitra  strategis dalam mengembangkan lahan Bandara Internasional Kualanamu  menjadi lahan komersial terpadu. Pengembangan kawasan airport city yang  dapat bersinergi dengan mitra-mitra potensial. Dengan adanya kolaborasi  antara pemangku kepentingan dengan mitra usaha ini diharapkan dapat  menjadi salah satu motor penggerak ekonomi (economic driver) di kawasan  barat Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra Utara,&quot; jelas Haris.
Ke depan, kapasitas terminal penumpang Bandara Internasional  Kualanamu akan ditingkatkan hingga mencapai 40 juta penumpang per tahun.
Pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3  sekarang, bandara ini melayani penumpang sekitar 2 ribu sampai dengan 3  ribu penumpang per hari. Sedangkan di masa normal dapat melayani  penumpang berkisar 9-11 juta penumpang per tahun.
Menurut Haris, pertumbuhan angkutan kargo juga cukup besar. Hal ini  didukung dengan data angkutan kargo di Bandara Internasional Kualanamu  dalam tiga tahun terakhir yang mencapai rata-rata 50.000 ton dalam  setahun.
Bandara Kualanamu saat ini memiliki kapasitas terminal penumpang 9  juta orang per tahun dan menyandang status Bintang 4 dari Skytrax. Akses  menuju Bandara Kualanamu didukung dengan berbagai alternatif, mulai  dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi hingga akses dengan Kereta  Bandara Railink dengan waktu tempuh dari bandara ke pusat kota Medan  sekitar 30 menit</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Investasi menawarkan tiga proyek investasi di Bandara Kualanamu  di Deli Serdang, Sumatera Utara. Ketiga proyek ditawarkan dalam kegiatan market sounding yang digelar secara daring.
Ketiganya adalah Airport City yang terdiri dari hotel, convention hall, lapangan golf &amp;amp; driving range, theme park, retail, dan rumah sakit; E&amp;ndash;Commerce Center Warehouse; dan Integrated Commercial Area- Factory Outlet and MICE.
Baca Juga: Mau Investasi, Perusahaan Teknologi UEA Ketemu Menko Luhut 
 
&quot;Kami sangat mengapresiasi semangat PT Angkasa Pura Aviasi dalam melakukan sosialisasi peluang investasi yang dimilikinya di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini. Pelayanan infrastruktur bandara yang dapat meningkatkan iklim investasi sangat dibutuhkan, terutama pada kondisi bisnis bandara yang sedang turun,&quot; kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan dilansir dari Antara, Jumat (17/9/2021).
Menurut Nurul, pengelolaan infrastruktur transportasi udara dituntut untuk mampu berinovasi dalam pengembangan bisnis agar dapat terus memberikan pelayanan yang baik.
&quot;Dengan ketiga proyek yang ditawarkan ini, kami yakin dapat mendukung pengelolaan bandara sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara maupun Indonesia,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Menko Luhut: Investasi Sektor Kesehatan Indonesia Menjanjikan
 
Nurul berharap pengelolaan bandara itu tidak hanya dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, namun juga dapat mewujudkan konsep bandara masa depan sebagai infrastruktur multimoda dan multifungsi yang dapat mendorong pengembangan kawasan di sekitarnya.
Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris menyampaikan pihaknya saat ini dalam tahap mencari mitra strategis untuk menjadi rekan dalam mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu.
Mitra strategis akan menjadi pemegang saham maksimal 49% di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara sebesar 51% saham akan dikuasai Angkasa Pura II.
Haris meyakinkan bahwa model pengembangan bandara ini akan menguntungkan dan mengakselerasi peningkatan bisnis kebandarudaraan Indonesia.Keuntungan dari strategic partnership ini adalah masuknya Foreign  Direct Investment (FDI) ke Indonesia yang terdiri dari Capex Commitment  dan Upfront Payment, serta pengembangan aset di Kualanamu guna  mewujudkan 3E yaitu Expansion The Traffic, Expertise Sharing, dan Equity  Partnership dengan tujuan menjadikan Bandara Kualanamu sebagai  International Airport Hub di kawasan wilayah barat Indonesia.
&quot;Seluruh industri penerbangan tentunya sangat terdampak di tengah  situasi pandemi COVID-19 seperti ini, namun tidak menyurutkan kami  selaku anak usaha plat merah yang diberi mandat dalam mencari mitra  strategis dalam mengembangkan lahan Bandara Internasional Kualanamu  menjadi lahan komersial terpadu. Pengembangan kawasan airport city yang  dapat bersinergi dengan mitra-mitra potensial. Dengan adanya kolaborasi  antara pemangku kepentingan dengan mitra usaha ini diharapkan dapat  menjadi salah satu motor penggerak ekonomi (economic driver) di kawasan  barat Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra Utara,&quot; jelas Haris.
Ke depan, kapasitas terminal penumpang Bandara Internasional  Kualanamu akan ditingkatkan hingga mencapai 40 juta penumpang per tahun.
Pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3  sekarang, bandara ini melayani penumpang sekitar 2 ribu sampai dengan 3  ribu penumpang per hari. Sedangkan di masa normal dapat melayani  penumpang berkisar 9-11 juta penumpang per tahun.
Menurut Haris, pertumbuhan angkutan kargo juga cukup besar. Hal ini  didukung dengan data angkutan kargo di Bandara Internasional Kualanamu  dalam tiga tahun terakhir yang mencapai rata-rata 50.000 ton dalam  setahun.
Bandara Kualanamu saat ini memiliki kapasitas terminal penumpang 9  juta orang per tahun dan menyandang status Bintang 4 dari Skytrax. Akses  menuju Bandara Kualanamu didukung dengan berbagai alternatif, mulai  dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi hingga akses dengan Kereta  Bandara Railink dengan waktu tempuh dari bandara ke pusat kota Medan  sekitar 30 menit</content:encoded></item></channel></rss>
