<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Infrastruktur dan Teknologi Dorong Ekspor RI</title><description>Pembangunan infrastruktur dan memanfaatkan teknologi akan mampu mendukung peningkatan ekspor Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472816/pembangunan-infrastruktur-dan-teknologi-dorong-ekspor-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472816/pembangunan-infrastruktur-dan-teknologi-dorong-ekspor-ri"/><item><title>Pembangunan Infrastruktur dan Teknologi Dorong Ekspor RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472816/pembangunan-infrastruktur-dan-teknologi-dorong-ekspor-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/17/320/2472816/pembangunan-infrastruktur-dan-teknologi-dorong-ekspor-ri</guid><pubDate>Jum'at 17 September 2021 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/17/320/2472816/pembangunan-infrastruktur-dan-teknologi-dorong-ekspor-ri-Ce04TJTfYr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan infrastruktur dorong ekspor (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/17/320/2472816/pembangunan-infrastruktur-dan-teknologi-dorong-ekspor-ri-Ce04TJTfYr.jpeg</image><title>Pembangunan infrastruktur dorong ekspor (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pembangunan infrastruktur dan memanfaatkan teknologi akan mampu mendukung peningkatan ekspor Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu instrumen penting.
Febrio menuturkan ekspor nasional akan terdorong mengingat ketersediaan infrastruktur dan teknologi mampu memperbaiki efisiensi dan daya saing ekonomi. Tak hanya itu, infrastruktur dan teknologi juga akan memberikan nilai tambah produk ekspor komoditas, meningkatkan daya saing produk nonkomoditas serta memperkuat industri nasional.
Baca Juga: Infrastruktur Dibangun, Ibu Kota Baru Punya Landmark yang Tingginya Melebihi Monas
 
&quot;Peningkatan daya saing produk nonkomoditas akan mendorong munculnya komoditas ekspor unggul yang baru,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (17/9/2021).
Selain itu, pemerintah juga mendorong perbaikan akses pasar untuk mendukung ekspor nasional dengan memetakan pasar internasional terutama di negara-negara nontradisional sebagai pasar ekspor yang prospektif.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Gas di Indonesia Timur Digeber
 
&quot;Ini akan terus dioptimalkan guna mengisi potensi ceruk pasar yang ada,&quot; tegas Febrio.
Kerja sama internasional baik secara bilateral dan multilateral pun akan dimanfaatkan untuk mendukung perdagangan internasional baik barang maupun jasa. Pemerintah turut menopang dan mendorong pemulihan serta penguatan ekspor sektor jasa di antaranya melalui kelanjutan strategi pengembangan dan promosi daerah wisata Indonesia.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah mendukung pembiayaan ekspor dengan skema khusus seperti penugasan khusus ekspor (PKE) melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berupa kredit modal kerja dan buyers credit.Kemudian, kredit usaha rakyat berorientasi ekspor (KURBE) dalam  bentuk pembiayaan berupa kredit modal kerja dan pinjaman operasional  usaha bagi IKM berorientasi ekspor.
Terakhir, pemerintah terus berupaya mendorong daya saing industri  dalam negeri di antaranya dengan pendalaman struktur industri,  kemandirian bahan baku dan produksi, serta dukungan melalui regulasi dan  optimalisasi program TKDN.
&quot;Pengembangan UKM juga ditingkatkan dengan menciptakan nilai tambah  bagi produk UKM dan mengoneksikannya dengan rantai produksi global,&quot;  kata Febrio.
Total ekspor Agustus 2021 tercatat sebesar USD21,42 miliar atau naik  20,95% (mtm) dan 64,1% (yoy) yang merupakan capaian tertinggi sejak  2000. Secara kumulatif, total ekspor sepanjang tahun berjalan mencapai  USD142,01 miliar atau meningkat 37,77% (ytd) dengan didominasi CPO dan  bahan bakar mineral.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pembangunan infrastruktur dan memanfaatkan teknologi akan mampu mendukung peningkatan ekspor Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu instrumen penting.
Febrio menuturkan ekspor nasional akan terdorong mengingat ketersediaan infrastruktur dan teknologi mampu memperbaiki efisiensi dan daya saing ekonomi. Tak hanya itu, infrastruktur dan teknologi juga akan memberikan nilai tambah produk ekspor komoditas, meningkatkan daya saing produk nonkomoditas serta memperkuat industri nasional.
Baca Juga: Infrastruktur Dibangun, Ibu Kota Baru Punya Landmark yang Tingginya Melebihi Monas
 
&quot;Peningkatan daya saing produk nonkomoditas akan mendorong munculnya komoditas ekspor unggul yang baru,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (17/9/2021).
Selain itu, pemerintah juga mendorong perbaikan akses pasar untuk mendukung ekspor nasional dengan memetakan pasar internasional terutama di negara-negara nontradisional sebagai pasar ekspor yang prospektif.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Gas di Indonesia Timur Digeber
 
&quot;Ini akan terus dioptimalkan guna mengisi potensi ceruk pasar yang ada,&quot; tegas Febrio.
Kerja sama internasional baik secara bilateral dan multilateral pun akan dimanfaatkan untuk mendukung perdagangan internasional baik barang maupun jasa. Pemerintah turut menopang dan mendorong pemulihan serta penguatan ekspor sektor jasa di antaranya melalui kelanjutan strategi pengembangan dan promosi daerah wisata Indonesia.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah mendukung pembiayaan ekspor dengan skema khusus seperti penugasan khusus ekspor (PKE) melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berupa kredit modal kerja dan buyers credit.Kemudian, kredit usaha rakyat berorientasi ekspor (KURBE) dalam  bentuk pembiayaan berupa kredit modal kerja dan pinjaman operasional  usaha bagi IKM berorientasi ekspor.
Terakhir, pemerintah terus berupaya mendorong daya saing industri  dalam negeri di antaranya dengan pendalaman struktur industri,  kemandirian bahan baku dan produksi, serta dukungan melalui regulasi dan  optimalisasi program TKDN.
&quot;Pengembangan UKM juga ditingkatkan dengan menciptakan nilai tambah  bagi produk UKM dan mengoneksikannya dengan rantai produksi global,&quot;  kata Febrio.
Total ekspor Agustus 2021 tercatat sebesar USD21,42 miliar atau naik  20,95% (mtm) dan 64,1% (yoy) yang merupakan capaian tertinggi sejak  2000. Secara kumulatif, total ekspor sepanjang tahun berjalan mencapai  USD142,01 miliar atau meningkat 37,77% (ytd) dengan didominasi CPO dan  bahan bakar mineral.</content:encoded></item></channel></rss>
