<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu</title><description>Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap  sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473195/indeks-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-dalam-3-minggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473195/indeks-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-dalam-3-minggu"/><item><title>Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473195/indeks-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-dalam-3-minggu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473195/indeks-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-dalam-3-minggu</guid><pubDate>Sabtu 18 September 2021 06:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/18/320/2473195/indeks-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-dalam-3-minggu-2NkGzgJYQ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/18/320/2473195/indeks-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-dalam-3-minggu-2NkGzgJYQ4.jpg</image><title>Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar menguat setelah data penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan pada Kamis (16/9/2021) mendukung ekspektasi pengurangan pembelian aset (tapering) oleh Federal Reserve (Fed) sebelum akhir tahun.
Indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik menjadi 93,220, tertinggi sejak minggu ketiga Agustus. Indeks terakhir menguat 0,4% pada 93,207. Untuk minggu ini, indeks dolar naik 0,6%,%tase kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Agustus.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Tergelincir, Investor Fokus ke Pertemuan Fed
 
The Fed mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari minggu depan dan diperkirakan akan membuka diskusi tentang pengurangan pembelian obligasi bulanan, sambil mengaitkan setiap perubahan aktual dengan pertumbuhan pekerjaan AS pada September dan seterusnya.
&quot;Sementara kami ragu bahwa FOMC akan menetapkan rencana untuk mengurangi pembelian asetnya, proyeksi ekonomi baru dapat menjelaskan fungsi reaksinya mengingat tekanan inflasi siklikal,&quot; tulis Ekonom Pasar Capital Economics, Jonathan Petersen, dalam laporan penelitian terbarunya.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Terseret Data Inflasi
 
&quot;Pandangan kami tetap bahwa inflasi di AS akan tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan FOMC dan investor saat ini, pada gilirannya mendukung imbal hasil AS yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat,&quot; tambahnya.
Spekulasi tentang tapering Fed tahun ini meningkat setelah penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada Agustus, data menunjukkan pada Kamis (16/9/2021), naik 0,7% dari bulan sebelumnya meskipun ekspektasi untuk penurunan 0,8%. Survei sentimen bisnis juga menunjukkan peningkatan besar.
Pada perdagangan sore di New York, euro turun 0,3% menjadi 1,1729 dolar, setelah mencapai level terendah tiga minggu di 1,1724 dolar di awal sesi.Sentimen konsumen University of Michigan untuk September naik tipis  ke 71 versus angka akhir Agustus di 70,3, tetapi analis secara  keseluruhan mengatakan kenaikan itu sama sekali tidak mendekati  perbaikan yang terlihat dalam survei manufaktur Fed Empire States dan  Philadelphia.
Dolar mempertahankan kenaikannya setelah laporan sentimen Michigan.
Pasar mata uang umumnya sepi pada Jumat (17/9/2021) dengan para  pedagang enggan untuk mengambil posisi baru menjelang pertemuan penting  sejumlah bank sentral minggu depan termasuk Fed, bank sentral Jepang dan  bank sentral Inggris.
Dolar naik 0,5% terhadap franc Swiss pada 0,9320 franc, setelah  sebelumnya mencapai tertinggi lima bulan di 0,9324 franc. Dolar juga  menguat 0,2% menjadi 109,92 yen.
Yen telah menunjukkan reaksi terbatas terhadap persaingan  kepemimpinan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, yang secara resmi  dimulai pada Jumat (17/9/2021) menjelang pemungutan suara 29 September.  Dominasi parlemen LDP berarti pemimpin baru partai akan menjadi perdana  menteri.
Dolar juga naik ke level tertinggi dua minggu terhadap yuan di luar  negeri dan terakhir naik 0,3% pada 6,4711. Yuan sedang tertekan oleh  meningkatnya kekhawatiran tentang sektor real estat China karena  investor khawatir raksasa properti China Evergrande bisa gagal membayar  kuponnya minggu depan.
Pound Inggris turun 0,4% menjadi 1,3738 dolar karena penjualan ritel  Inggris di bawah ekspektasi. Namun, karena investor menyampaikan  perkiraan kenaikan suku bunga bank sentral Inggris hingga pertengahan  2022, sterling tetap didukung.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar menguat setelah data penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan pada Kamis (16/9/2021) mendukung ekspektasi pengurangan pembelian aset (tapering) oleh Federal Reserve (Fed) sebelum akhir tahun.
Indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik menjadi 93,220, tertinggi sejak minggu ketiga Agustus. Indeks terakhir menguat 0,4% pada 93,207. Untuk minggu ini, indeks dolar naik 0,6%,%tase kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Agustus.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Tergelincir, Investor Fokus ke Pertemuan Fed
 
The Fed mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari minggu depan dan diperkirakan akan membuka diskusi tentang pengurangan pembelian obligasi bulanan, sambil mengaitkan setiap perubahan aktual dengan pertumbuhan pekerjaan AS pada September dan seterusnya.
&quot;Sementara kami ragu bahwa FOMC akan menetapkan rencana untuk mengurangi pembelian asetnya, proyeksi ekonomi baru dapat menjelaskan fungsi reaksinya mengingat tekanan inflasi siklikal,&quot; tulis Ekonom Pasar Capital Economics, Jonathan Petersen, dalam laporan penelitian terbarunya.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Terseret Data Inflasi
 
&quot;Pandangan kami tetap bahwa inflasi di AS akan tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan FOMC dan investor saat ini, pada gilirannya mendukung imbal hasil AS yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat,&quot; tambahnya.
Spekulasi tentang tapering Fed tahun ini meningkat setelah penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada Agustus, data menunjukkan pada Kamis (16/9/2021), naik 0,7% dari bulan sebelumnya meskipun ekspektasi untuk penurunan 0,8%. Survei sentimen bisnis juga menunjukkan peningkatan besar.
Pada perdagangan sore di New York, euro turun 0,3% menjadi 1,1729 dolar, setelah mencapai level terendah tiga minggu di 1,1724 dolar di awal sesi.Sentimen konsumen University of Michigan untuk September naik tipis  ke 71 versus angka akhir Agustus di 70,3, tetapi analis secara  keseluruhan mengatakan kenaikan itu sama sekali tidak mendekati  perbaikan yang terlihat dalam survei manufaktur Fed Empire States dan  Philadelphia.
Dolar mempertahankan kenaikannya setelah laporan sentimen Michigan.
Pasar mata uang umumnya sepi pada Jumat (17/9/2021) dengan para  pedagang enggan untuk mengambil posisi baru menjelang pertemuan penting  sejumlah bank sentral minggu depan termasuk Fed, bank sentral Jepang dan  bank sentral Inggris.
Dolar naik 0,5% terhadap franc Swiss pada 0,9320 franc, setelah  sebelumnya mencapai tertinggi lima bulan di 0,9324 franc. Dolar juga  menguat 0,2% menjadi 109,92 yen.
Yen telah menunjukkan reaksi terbatas terhadap persaingan  kepemimpinan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, yang secara resmi  dimulai pada Jumat (17/9/2021) menjelang pemungutan suara 29 September.  Dominasi parlemen LDP berarti pemimpin baru partai akan menjadi perdana  menteri.
Dolar juga naik ke level tertinggi dua minggu terhadap yuan di luar  negeri dan terakhir naik 0,3% pada 6,4711. Yuan sedang tertekan oleh  meningkatnya kekhawatiran tentang sektor real estat China karena  investor khawatir raksasa properti China Evergrande bisa gagal membayar  kuponnya minggu depan.
Pound Inggris turun 0,4% menjadi 1,3738 dolar karena penjualan ritel  Inggris di bawah ekspektasi. Namun, karena investor menyampaikan  perkiraan kenaikan suku bunga bank sentral Inggris hingga pertengahan  2022, sterling tetap didukung.</content:encoded></item></channel></rss>
