<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Covid-19 Momen Tepat Bangkit di Persaingan Global</title><description>Pandemi Covid-19 menjadi momentum tepat bagi Indonesia melakukan reposisi dan bangkit dalam persaingan global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473327/erick-thohir-covid-19-momen-tepat-bangkit-di-persaingan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473327/erick-thohir-covid-19-momen-tepat-bangkit-di-persaingan-global"/><item><title>Erick Thohir: Covid-19 Momen Tepat Bangkit di Persaingan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473327/erick-thohir-covid-19-momen-tepat-bangkit-di-persaingan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/320/2473327/erick-thohir-covid-19-momen-tepat-bangkit-di-persaingan-global</guid><pubDate>Sabtu 18 September 2021 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/18/320/2473327/erick-thohir-covid-19-momen-tepat-bangkit-di-persaingan-global-cqh2uQDb7B.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir sebut pandemi momentum untuk bangkit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/18/320/2473327/erick-thohir-covid-19-momen-tepat-bangkit-di-persaingan-global-cqh2uQDb7B.jpeg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir sebut pandemi momentum untuk bangkit (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi momentum tepat bagi Indonesia melakukan reposisi dan bangkit dalam persaingan global.
&quot;Intinya, memang saat COVID-19 ini merupakan saat yang tepat bagi Indonesia untuk harus mereposisi dan bangkit di persaingan global,&quot; ujar Menteri BUMN Erick Thohir dilansir dari Antara, Sabtu (18/9/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Bisnis Industri Olahraga dan Pop Culture Menjanjikan
 
Menurut dia, peluang tersebut salah satunya dapat dimanfaatkan dalam industri baterai bagi kendaraan listrik, terlebih lagi Indonesia merupakan produsen nikel terbesar.
Erick menambahkan terkait industri baterai listrik tersebut dirinya sudah membicarakannya bersama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Menteri Keuangan, dan Menteri Investasi/Kepala BPKM dalam rapat mengenai pembangunan ekosistem baterai listrik untuk kendaraan listrik mulai dari tambang, smelter, baterai, mobil dan motor listrik, daur ulang baterai sampai insentif fiskal serta nonfiskal seperti parkir bagi kendaraan listrik.
Baca Juga: Alasan Erick Thohir Beli Saham Klub Bola di Luar Negeri
 
Menteri BUMN menyampaikan Indonesia harus memanfaatkannya dan jangan sampai melewatkan peluang masa transisi tren kendaraan listrik ini yang diperkirakan hanya dari 2023 sampai 2026, sebelum puncak permintaan kendaraan listrik pada 2030.
&quot;Bapak Presiden RI Joko Widodo sudah menyampaikan sejak lama bahwa booming minyak kita lewat, booming perkayuan kita lewat, dan untuk yang ini (baterai kendaraan listrik) kita tidak mau melewatkannya lagi,&quot; kata Erick Thohir.Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal  (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut saat ini adalah momentum terbaik bagi  Indonesia untuk membangun industri baterai kendaraan listrik  terintegrasi.
Pasalnya, sekarang ini dunia tengah bersiap untuk menyambut era  kendaraan ramah lingkungan dan bebas emisi. Di sisi lain, bahan baku  mineral untuk baterai kendaraan listrik di dalam negeri masih melimpah  dan harus bisa dimanfaatkan optimal.
Menurut Bahlil, pengembangan industri baterai kendaraan listrik  terintegrasi juga sejalan dengan tujuan Presiden Jokowi yang terus  mendorong transformasi ekonomi dengan hilirisasi. Demikian pula, untuk  terus menggeser kontribusi ekonomi dari konsumsi ke investasi yang  menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas.
Bahlil menuturkan Indonesia telah melewati sejumlah masa keemasan  sumber daya alam namun gagal memanfaatkannya dengan baik. Kini, dengan  nikel, pemerintah tak ingin kejadian serupa di masa lampau terulang.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi momentum tepat bagi Indonesia melakukan reposisi dan bangkit dalam persaingan global.
&quot;Intinya, memang saat COVID-19 ini merupakan saat yang tepat bagi Indonesia untuk harus mereposisi dan bangkit di persaingan global,&quot; ujar Menteri BUMN Erick Thohir dilansir dari Antara, Sabtu (18/9/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Bisnis Industri Olahraga dan Pop Culture Menjanjikan
 
Menurut dia, peluang tersebut salah satunya dapat dimanfaatkan dalam industri baterai bagi kendaraan listrik, terlebih lagi Indonesia merupakan produsen nikel terbesar.
Erick menambahkan terkait industri baterai listrik tersebut dirinya sudah membicarakannya bersama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Menteri Keuangan, dan Menteri Investasi/Kepala BPKM dalam rapat mengenai pembangunan ekosistem baterai listrik untuk kendaraan listrik mulai dari tambang, smelter, baterai, mobil dan motor listrik, daur ulang baterai sampai insentif fiskal serta nonfiskal seperti parkir bagi kendaraan listrik.
Baca Juga: Alasan Erick Thohir Beli Saham Klub Bola di Luar Negeri
 
Menteri BUMN menyampaikan Indonesia harus memanfaatkannya dan jangan sampai melewatkan peluang masa transisi tren kendaraan listrik ini yang diperkirakan hanya dari 2023 sampai 2026, sebelum puncak permintaan kendaraan listrik pada 2030.
&quot;Bapak Presiden RI Joko Widodo sudah menyampaikan sejak lama bahwa booming minyak kita lewat, booming perkayuan kita lewat, dan untuk yang ini (baterai kendaraan listrik) kita tidak mau melewatkannya lagi,&quot; kata Erick Thohir.Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal  (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut saat ini adalah momentum terbaik bagi  Indonesia untuk membangun industri baterai kendaraan listrik  terintegrasi.
Pasalnya, sekarang ini dunia tengah bersiap untuk menyambut era  kendaraan ramah lingkungan dan bebas emisi. Di sisi lain, bahan baku  mineral untuk baterai kendaraan listrik di dalam negeri masih melimpah  dan harus bisa dimanfaatkan optimal.
Menurut Bahlil, pengembangan industri baterai kendaraan listrik  terintegrasi juga sejalan dengan tujuan Presiden Jokowi yang terus  mendorong transformasi ekonomi dengan hilirisasi. Demikian pula, untuk  terus menggeser kontribusi ekonomi dari konsumsi ke investasi yang  menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas.
Bahlil menuturkan Indonesia telah melewati sejumlah masa keemasan  sumber daya alam namun gagal memanfaatkannya dengan baik. Kini, dengan  nikel, pemerintah tak ingin kejadian serupa di masa lampau terulang.</content:encoded></item></channel></rss>
