<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perubahan Iklim Bisa Bikin Jadi Orang Terkaya di Dunia?</title><description>Perubahan iklim ekstrem menjadi masalah serius yang dihadapi seluruh negara di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/455/2472965/perubahan-iklim-bisa-bikin-jadi-orang-terkaya-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/455/2472965/perubahan-iklim-bisa-bikin-jadi-orang-terkaya-di-dunia"/><item><title>Perubahan Iklim Bisa Bikin Jadi Orang Terkaya di Dunia?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/455/2472965/perubahan-iklim-bisa-bikin-jadi-orang-terkaya-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/18/455/2472965/perubahan-iklim-bisa-bikin-jadi-orang-terkaya-di-dunia</guid><pubDate>Sabtu 18 September 2021 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/17/455/2472965/perubahan-iklim-bisa-bikin-jadi-orang-terkaya-di-dunia-a6hDVjcfdh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perubahan iklim bisa jadi peluang usaha (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/17/455/2472965/perubahan-iklim-bisa-bikin-jadi-orang-terkaya-di-dunia-a6hDVjcfdh.jpg</image><title>Perubahan iklim bisa jadi peluang usaha (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perubahan iklim ekstrem menjadi masalah serius yang dihadapi seluruh negara di dunia. Namun, upaya mengatasinya ternyata dapat dijadikan ladang bisnis baru bagi para pengusaha.
Dilansir dari Forbes, Sabtu (18/9/2021), penulis Chunka Mui menulis sebuah opini berjudul &amp;ldquo;Will Solving Climate Change Make Elon Musk The World&amp;rsquo;s First Trillionaire?&amp;rdquo;. Dia membagikan pemikirannya tentang bagaimana perubahan iklim ini dapat menjadi peluang besar bagi para pengusaha.
Baca Juga: Pemerintah Minta Negara Lain Cegah Kenaikan Suhu Global Tak Lebih dari 1,5 Derajat Celsius
 
&amp;ldquo;Seperti yang akan saya jelaskan di artikel-artkel yang akan datang, gugus-gugus besar emisi karbon menuntut solusi yang tepat, dan siapa pun yang akan memberikan solusi itu akan dibayar mahal,&amp;rdquo; tulisnya.
Mui mengungkapkan ada dua tokoh yang saat ini menjadi pusat perhatiannya. Yang pertama ada orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani. Perusahaan milik pebisnis asal India itu mengumumkan tengah secara agresif mengejar produksi energi berbasis hidrogen hijau yang dihasilkan dari energi surya dan angin.
Baca Juga: Transisi Energi Percepat Pemanfaatan EBT
 
Setelah pengumuman itu, kekayaan Ambani bertambah hingga USD3,7 miliar atau setara dengan Rp52,7 triliun. Dengan demikian, total kekayaannya saat ini mencapai USD100 miliar atau setara Rp1.424,97 triliun. Hal ini membuat Ambani berada di urutan ke-11 Forbes Real-Time Billionaires List.
Tokoh lainnya yaitu Elon Musk. Dengan Tesla, ia menciptakan revolusi di bidang transportasi. Walaupun penjualan mobil elektriknya hanya menjadi 1% dari penjualan mobil di seluruh dunia, Tesla telah berkembang pesat. Hal ini disebabkan oleh para investor yang memikirkan efek pertumbuhan dan iklim dalam jangka panjang.Saat ini, Musk memiliki kekayaan sebesar USD192,6 miliar atau  Rp2.744,5 triliun. Ia dan Jeff Bezos kerap &amp;ldquo;saling sikut&amp;rdquo; untuk  menempati urutan teratas Forbes. Kekayaan itu utamanya berasal dari  nilai pasar Tesla yang diperkirakan mencapai USD750 miliar atau  Rp10.687,3 triliun. Hal ini berpeluang menjadikan Musk sebagai triliuner  pertama berkat usahanya dalam mengatasi perubahan iklim.
Namun, Mui berpendapat orang lain pun memiliki kemungkinan untuk  menjadi pahlawan iklim seperti Ambani dan Musk. Dalam buku &amp;ldquo;A Brief  History of a Perfect Future&amp;rdquo; yang ditulisnya bersama Paul B. Carroll dan  Tim Andrews, Mui menuliskan beberapa ide bisnis penyelamatan iklim  seperti bahan bakar alternatif, semen tanpa karbon, daging artifisial,  dan masih banyak lagi.
&amp;ldquo;(Dengan) menerapkan Laws of Zero yang meningkatkan kapabilitas sains  dan teknologi dengan cepat, urgensi mengatasi perubahan iklim, dan daya  tarik kekayaan baru, beberapa dekade ke depan akan menjadi waktu  terbaik untuk ribuan kehidupan yang lebih baik melalui solusi iklim yang  inovatif&amp;mdash;dan menuai triliunan kekayaan dalam prosesnya,&amp;rdquo; pungkas Mui.</description><content:encoded>JAKARTA - Perubahan iklim ekstrem menjadi masalah serius yang dihadapi seluruh negara di dunia. Namun, upaya mengatasinya ternyata dapat dijadikan ladang bisnis baru bagi para pengusaha.
Dilansir dari Forbes, Sabtu (18/9/2021), penulis Chunka Mui menulis sebuah opini berjudul &amp;ldquo;Will Solving Climate Change Make Elon Musk The World&amp;rsquo;s First Trillionaire?&amp;rdquo;. Dia membagikan pemikirannya tentang bagaimana perubahan iklim ini dapat menjadi peluang besar bagi para pengusaha.
Baca Juga: Pemerintah Minta Negara Lain Cegah Kenaikan Suhu Global Tak Lebih dari 1,5 Derajat Celsius
 
&amp;ldquo;Seperti yang akan saya jelaskan di artikel-artkel yang akan datang, gugus-gugus besar emisi karbon menuntut solusi yang tepat, dan siapa pun yang akan memberikan solusi itu akan dibayar mahal,&amp;rdquo; tulisnya.
Mui mengungkapkan ada dua tokoh yang saat ini menjadi pusat perhatiannya. Yang pertama ada orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani. Perusahaan milik pebisnis asal India itu mengumumkan tengah secara agresif mengejar produksi energi berbasis hidrogen hijau yang dihasilkan dari energi surya dan angin.
Baca Juga: Transisi Energi Percepat Pemanfaatan EBT
 
Setelah pengumuman itu, kekayaan Ambani bertambah hingga USD3,7 miliar atau setara dengan Rp52,7 triliun. Dengan demikian, total kekayaannya saat ini mencapai USD100 miliar atau setara Rp1.424,97 triliun. Hal ini membuat Ambani berada di urutan ke-11 Forbes Real-Time Billionaires List.
Tokoh lainnya yaitu Elon Musk. Dengan Tesla, ia menciptakan revolusi di bidang transportasi. Walaupun penjualan mobil elektriknya hanya menjadi 1% dari penjualan mobil di seluruh dunia, Tesla telah berkembang pesat. Hal ini disebabkan oleh para investor yang memikirkan efek pertumbuhan dan iklim dalam jangka panjang.Saat ini, Musk memiliki kekayaan sebesar USD192,6 miliar atau  Rp2.744,5 triliun. Ia dan Jeff Bezos kerap &amp;ldquo;saling sikut&amp;rdquo; untuk  menempati urutan teratas Forbes. Kekayaan itu utamanya berasal dari  nilai pasar Tesla yang diperkirakan mencapai USD750 miliar atau  Rp10.687,3 triliun. Hal ini berpeluang menjadikan Musk sebagai triliuner  pertama berkat usahanya dalam mengatasi perubahan iklim.
Namun, Mui berpendapat orang lain pun memiliki kemungkinan untuk  menjadi pahlawan iklim seperti Ambani dan Musk. Dalam buku &amp;ldquo;A Brief  History of a Perfect Future&amp;rdquo; yang ditulisnya bersama Paul B. Carroll dan  Tim Andrews, Mui menuliskan beberapa ide bisnis penyelamatan iklim  seperti bahan bakar alternatif, semen tanpa karbon, daging artifisial,  dan masih banyak lagi.
&amp;ldquo;(Dengan) menerapkan Laws of Zero yang meningkatkan kapabilitas sains  dan teknologi dengan cepat, urgensi mengatasi perubahan iklim, dan daya  tarik kekayaan baru, beberapa dekade ke depan akan menjadi waktu  terbaik untuk ribuan kehidupan yang lebih baik melalui solusi iklim yang  inovatif&amp;mdash;dan menuai triliunan kekayaan dalam prosesnya,&amp;rdquo; pungkas Mui.</content:encoded></item></channel></rss>
