<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Erick Thohir Diajarkan Petani Tebang Pohon Tebu, Hasilnya?</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir diajarkan menebang pohon tebu oleh salah satu petani di perkebunan PTPN XII.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/19/320/2473652/ketika-erick-thohir-diajarkan-petani-tebang-pohon-tebu-hasilnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/19/320/2473652/ketika-erick-thohir-diajarkan-petani-tebang-pohon-tebu-hasilnya"/><item><title>Ketika Erick Thohir Diajarkan Petani Tebang Pohon Tebu, Hasilnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/19/320/2473652/ketika-erick-thohir-diajarkan-petani-tebang-pohon-tebu-hasilnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/19/320/2473652/ketika-erick-thohir-diajarkan-petani-tebang-pohon-tebu-hasilnya</guid><pubDate>Minggu 19 September 2021 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/19/320/2473652/ketika-erick-thohir-diajarkan-petani-tebang-pohon-tebu-hasilnya-efE5CfKFYn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir Diajarkan Tebang Pohon Tebu (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/19/320/2473652/ketika-erick-thohir-diajarkan-petani-tebang-pohon-tebu-hasilnya-efE5CfKFYn.jpg</image><title>Erick Thohir Diajarkan Tebang Pohon Tebu (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir diajarkan menebang pohon tebu oleh salah satu petani di perkebunan PTPN XII yang terletak di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.
&quot;Tadi saya sempat diajari tebang pohon tebu oleh pak Dikin. Hasilnya? Bisa ditebak ya,&quot; kata Erick Thohir dalam akun Instagram pribadinya dikutip, Jakarta, Minggu (19/9/2021).
Kemudian Erick mencoba memotong pohon tebu setelah dicontohkan oleh salah satu petani. &quot;Rusak, bukan ahlinya,&quot; kata Erick setelah mencoba memotong satu pohon tebu.
&amp;nbsp;
Dilihat dari video di akun Instagram pribadi @erickthohir, dalam kunjungannya ke perkebunan milik PTPN XII tersebut, Erick mendengarkan penjelasan dari pengurus PTPN sebelum memanen pohon tebu.
&quot;Mendengar langsung silaturahmi dari pemilik lahan dan petani, untuk meningkatkan kualitas tebu dan kesejahteraan petani,&quot; tulis Erick dalam keterangan video tersebut.
Selain itu, Erick juga menegaskan, Kementerian BUMN memastikan bahwa PTPN akan menetapkan tingkatan rendemen atau kadar gula di dalam tebu tidak lagi di kisaran 4 sampai 5 persen lagi.
&quot;Itu merugikan petani, paling tidak sekarang (rendemen) sudah di 8 persen,&quot; ucap Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir diajarkan menebang pohon tebu oleh salah satu petani di perkebunan PTPN XII yang terletak di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.
&quot;Tadi saya sempat diajari tebang pohon tebu oleh pak Dikin. Hasilnya? Bisa ditebak ya,&quot; kata Erick Thohir dalam akun Instagram pribadinya dikutip, Jakarta, Minggu (19/9/2021).
Kemudian Erick mencoba memotong pohon tebu setelah dicontohkan oleh salah satu petani. &quot;Rusak, bukan ahlinya,&quot; kata Erick setelah mencoba memotong satu pohon tebu.
&amp;nbsp;
Dilihat dari video di akun Instagram pribadi @erickthohir, dalam kunjungannya ke perkebunan milik PTPN XII tersebut, Erick mendengarkan penjelasan dari pengurus PTPN sebelum memanen pohon tebu.
&quot;Mendengar langsung silaturahmi dari pemilik lahan dan petani, untuk meningkatkan kualitas tebu dan kesejahteraan petani,&quot; tulis Erick dalam keterangan video tersebut.
Selain itu, Erick juga menegaskan, Kementerian BUMN memastikan bahwa PTPN akan menetapkan tingkatan rendemen atau kadar gula di dalam tebu tidak lagi di kisaran 4 sampai 5 persen lagi.
&quot;Itu merugikan petani, paling tidak sekarang (rendemen) sudah di 8 persen,&quot; ucap Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
