<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen Harvick: La Nina Picu Gagal Panen Padi</title><description>Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menghadapi dampak La Nina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474076/wamen-harvick-la-nina-picu-gagal-panen-padi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474076/wamen-harvick-la-nina-picu-gagal-panen-padi"/><item><title>Wamen Harvick: La Nina Picu Gagal Panen Padi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474076/wamen-harvick-la-nina-picu-gagal-panen-padi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474076/wamen-harvick-la-nina-picu-gagal-panen-padi</guid><pubDate>Senin 20 September 2021 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/20/320/2474076/wamen-harvick-la-nina-picu-gagal-panen-padi-EREP4aW4mW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementan waspadai dampak La Nina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/20/320/2474076/wamen-harvick-la-nina-picu-gagal-panen-padi-EREP4aW4mW.jpg</image><title>Kementan waspadai dampak La Nina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menghadapi dampak La Nina. La Nina ini menyebabkan musim hujan datang lebih cepat dengan curah yang lebih tinggi.
Baca Juga: Jabar Rawan Bencana, Warga Diimbau Antisipasi Dampak La Nina Akhir Tahun Ini
 
&quot;Hal ini bisa menyebabkan gagal panen padi. Oleh karena itu, Kementan sudah menyiapkan langkah antisipasinya, baik jangka pendek dan menengah,&quot; ujar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi dalam Raker dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin(20/9/2021).
Dia menyebutkan, langkah-langkahnya meliputi pemetaan wilayah banjir, mempersiapkan early warning system, memantau informasi iklim dari BMKG dan penyiapan tim brigade La Nina.
Baca Juga: BMKG: La Nina Berpotensi Terjadi di Desember, Waspada Cuaca Ekstrem
 
&quot;Kementan sudah menyiapkan bantuan benih gratis yang bisa ditanam maksimal 20 hari setelah selesai banjir. Kami juga menyiapkan pompanisasi in-out dari sawah dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau kuarter,&quot; ucap Harvick.
Sambung dia, Kementan sudah mensosialisasikan penggunaan varietas benih padi tahan genangan seperti Inpari 1 sampai 10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang Sub 1, dan varietas lokal unggul lainnya.&quot;Dampak La Nina memang masih di akhir tahun, tetapi penggunaan  varietas tahan genangan ini bisa menjaga agar tanaman padi masih bisa  berproduksi maksimal. Kami juga sudah mensosialisasikan Asuransi Usaha  Tani Padi (AUTP) dan penggunaan bantuan benih, juga penyiapan  optimalisasi pasca panen dengan mesin pengering dan penggilingan padi  modern,&quot; jelas Harvick.
Sementara itu, untuk rencana antisipasi jangka menengah atau  permanen, Kementan tengah melakukan rehabilitasi saluran irigasi tersier  atau kuarter, juga sarana penampungan ari seperti embung dan sarana  distribusi air lainnya.
&quot;Kami juga melakukan penguatan KUR pertanian,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menghadapi dampak La Nina. La Nina ini menyebabkan musim hujan datang lebih cepat dengan curah yang lebih tinggi.
Baca Juga: Jabar Rawan Bencana, Warga Diimbau Antisipasi Dampak La Nina Akhir Tahun Ini
 
&quot;Hal ini bisa menyebabkan gagal panen padi. Oleh karena itu, Kementan sudah menyiapkan langkah antisipasinya, baik jangka pendek dan menengah,&quot; ujar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi dalam Raker dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin(20/9/2021).
Dia menyebutkan, langkah-langkahnya meliputi pemetaan wilayah banjir, mempersiapkan early warning system, memantau informasi iklim dari BMKG dan penyiapan tim brigade La Nina.
Baca Juga: BMKG: La Nina Berpotensi Terjadi di Desember, Waspada Cuaca Ekstrem
 
&quot;Kementan sudah menyiapkan bantuan benih gratis yang bisa ditanam maksimal 20 hari setelah selesai banjir. Kami juga menyiapkan pompanisasi in-out dari sawah dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau kuarter,&quot; ucap Harvick.
Sambung dia, Kementan sudah mensosialisasikan penggunaan varietas benih padi tahan genangan seperti Inpari 1 sampai 10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang Sub 1, dan varietas lokal unggul lainnya.&quot;Dampak La Nina memang masih di akhir tahun, tetapi penggunaan  varietas tahan genangan ini bisa menjaga agar tanaman padi masih bisa  berproduksi maksimal. Kami juga sudah mensosialisasikan Asuransi Usaha  Tani Padi (AUTP) dan penggunaan bantuan benih, juga penyiapan  optimalisasi pasca panen dengan mesin pengering dan penggilingan padi  modern,&quot; jelas Harvick.
Sementara itu, untuk rencana antisipasi jangka menengah atau  permanen, Kementan tengah melakukan rehabilitasi saluran irigasi tersier  atau kuarter, juga sarana penampungan ari seperti embung dan sarana  distribusi air lainnya.
&quot;Kami juga melakukan penguatan KUR pertanian,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
