<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil PPKM Baik, Menko Airlangga Antisipasi Kemungkinan Adanya Gelombang Ketiga</title><description>Menko Airlangga menjabarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474249/hasil-ppkm-baik-menko-airlangga-antisipasi-kemungkinan-adanya-gelombang-ketiga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474249/hasil-ppkm-baik-menko-airlangga-antisipasi-kemungkinan-adanya-gelombang-ketiga"/><item><title>Hasil PPKM Baik, Menko Airlangga Antisipasi Kemungkinan Adanya Gelombang Ketiga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474249/hasil-ppkm-baik-menko-airlangga-antisipasi-kemungkinan-adanya-gelombang-ketiga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474249/hasil-ppkm-baik-menko-airlangga-antisipasi-kemungkinan-adanya-gelombang-ketiga</guid><pubDate>Senin 20 September 2021 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Hudayanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/20/320/2474249/hasil-ppkm-baik-menko-airlangga-antisipasi-kemungkinan-adanya-gelombang-ketiga-6ixeTJ0nBE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah antisipasi kemungkinan gelombang ketiga (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/20/320/2474249/hasil-ppkm-baik-menko-airlangga-antisipasi-kemungkinan-adanya-gelombang-ketiga-6ixeTJ0nBE.jpg</image><title>Pemerintah antisipasi kemungkinan gelombang ketiga (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menko Airlangga menjabarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah JawaBali dan Luar Jawa-Bali. Secara spasial, situasi pandemi Covid-19 (termasuk dari kasus aktif dan kasus harian) juga relatif terkendali.
Airlangga Hartarto memastikan bahwa PPKM di Luar Jawa-Bali diperpanjang kembali untuk jangka waktu 2 minggu ke depan, mulai dari 21 September hingga 4 Oktober 2021. Cakupan penerapan Level PPKM di Luar Jawa-Bali yang ditetapkan melalui Instruksi Mendagri.
Baca Juga: Hanya Orang Kategori &quot;Kuning&quot; dan &quot;Hijau&quot; di Aplikasi Pedulilindungi yang Boleh Masuk Bioskop
 
Pengaturan masih tetap sama dengan periode sebelumnya, dengan penyesuaian pada PPKM Level 3, yakni Mall dapat beroperasi mulai pukul 10.00 s.d. 21.00, dengan maksimal 50% kapasitas, serta para pengunjung sudah harus melakukan check-in dengan aplikasi PeduliLindungi, kemudian Bioskop dapat dibuka dengan Prokes ketat dan maksimal 50% kapasitas.
Menko Airlangga juga mengungkapkan beberapa hal yang menjadi arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas hari ini, Senin (20/9/2021), untuk selalu kita perhatikan.
Baca Juga: Pekan Ini Perkantoran Non Esensial Boleh WFO 25%
 
Pertama adalah kehati-hatian terhadap masuknya varian baru. Maka itu, pintu masuk udara, laut dan darat perlu diperketat. &amp;ldquo;Dalam hal ini, kita libatkan seluruh stakeholder. Kita harus mengantisipasi betul mengenai kemungkinan adanya gelombang ketiga,&amp;rdquo; tuturnya.
Kedua, pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment), Prokes 3M, dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi harus semakin diintensifkan. Ketiga, wilayah dengan pencapaian target vaksinasi rendah harus diberikan perhatian lebih (Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Lampung), dan juga untuk vaksinasi kepada lansia.
Keempat, agar daerah segera menghabiskan stok vaksin yang sudah  diberikan dan jangan menahannya. Untuk mendukung efektivitas dan  fleksibilitas, alokasi vaksin bagi TNI/Polri ditingkatkan menjadi 25%  untuk TNI dan 25% untuk Polri (dari sebelumnya masing-masing 20%),  sementara 50% untuk Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota.
Kelima, booster vaksin ketiga rencananya akan segera dimulai dan  sudah diputuskan dengan persyaratan tertentu. Keenam, kapasitas venue  PON dengan penonton berjumlah maksimal 25% dari total kapasitas,  kemudian mereka sudah harus menjalankan vaksinasi dosis 1 dan 2.
Terakhir, ketujuh, platform PeduliLindungi akan terus disempurnakan,  termasuk unsur keamanan datanya, serta akan diintegrasikan dengan  aplikasi sejenis secara global. Menurut data Komite Penanganan Covid-19  dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 19 September 2021, Kasus  Aktif Nasional tercatat sebanyak 60.969 kasus, atau turun sebesar -86,41% sejak awal PPKM Leveling 9 Agustus 2021 lalu.
Sejak 9 Agustus hingga 19 September, jumlah Kasus Aktif di luar  Jawa-Bali terus menurun, dengan penurunan tertinggi terjadi di wilayah  Maluku-Papua sebesar -87,71%, disusul Nusa Tenggara sebesar -86,75%,  Kalimantan sebesar -81,48%, Sulawesi sebesar -81,13%, dan Sumatera  sebesar -80,52%.
Tingkat Kesembuhan atau Recovery Rate (RR) secara nasional adalah  95,19%, lebih baik dari RR Global yang tercatat sebesar 89,79%,  sementara RR di Jawa-Bali sebesar 95,69% dan Luar Jawa-Bali sebesar  94,17%. Sedangkan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR)  Nasional sebesar 3,35%, masih lebih tinggi dari CFR Global yang tercatat  sebesar 2,05%, sementara CFR Jawa-Bali sebesar 3,49% dan Luar Jawa-Bali sebesar 3,07%.
Di sisi lain, Menko Airlangga juga memaparkan rencana Pemerintah  supaya Indonesia dapat masuk masa transisi dari pandemi menjadi endemi.  Dari sisi hulu yaitu dengan mengintensifkan vaksinasi pada bulan ini  sampai Oktober 2021 menjadi sebanyak 2,5 jutasuntikan per hari,  mendisiplinkan 3M, mengakselerasi testing dan tracing, serta  mengintensifkan screening PeduliLindungi, dan rumah masyarakat juga  harus memiliki ventilasi yang baik. Sebaliknya, di sisi hilir dilakukan  peningkatan kapasitas Rumah Sakit, menyediakan tenaga kesehatan yang  cukup, dan mengamankan ketersediaan oksigen dan obat-obatan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Airlangga menjabarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah JawaBali dan Luar Jawa-Bali. Secara spasial, situasi pandemi Covid-19 (termasuk dari kasus aktif dan kasus harian) juga relatif terkendali.
Airlangga Hartarto memastikan bahwa PPKM di Luar Jawa-Bali diperpanjang kembali untuk jangka waktu 2 minggu ke depan, mulai dari 21 September hingga 4 Oktober 2021. Cakupan penerapan Level PPKM di Luar Jawa-Bali yang ditetapkan melalui Instruksi Mendagri.
Baca Juga: Hanya Orang Kategori &quot;Kuning&quot; dan &quot;Hijau&quot; di Aplikasi Pedulilindungi yang Boleh Masuk Bioskop
 
Pengaturan masih tetap sama dengan periode sebelumnya, dengan penyesuaian pada PPKM Level 3, yakni Mall dapat beroperasi mulai pukul 10.00 s.d. 21.00, dengan maksimal 50% kapasitas, serta para pengunjung sudah harus melakukan check-in dengan aplikasi PeduliLindungi, kemudian Bioskop dapat dibuka dengan Prokes ketat dan maksimal 50% kapasitas.
Menko Airlangga juga mengungkapkan beberapa hal yang menjadi arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas hari ini, Senin (20/9/2021), untuk selalu kita perhatikan.
Baca Juga: Pekan Ini Perkantoran Non Esensial Boleh WFO 25%
 
Pertama adalah kehati-hatian terhadap masuknya varian baru. Maka itu, pintu masuk udara, laut dan darat perlu diperketat. &amp;ldquo;Dalam hal ini, kita libatkan seluruh stakeholder. Kita harus mengantisipasi betul mengenai kemungkinan adanya gelombang ketiga,&amp;rdquo; tuturnya.
Kedua, pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment), Prokes 3M, dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi harus semakin diintensifkan. Ketiga, wilayah dengan pencapaian target vaksinasi rendah harus diberikan perhatian lebih (Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Lampung), dan juga untuk vaksinasi kepada lansia.
Keempat, agar daerah segera menghabiskan stok vaksin yang sudah  diberikan dan jangan menahannya. Untuk mendukung efektivitas dan  fleksibilitas, alokasi vaksin bagi TNI/Polri ditingkatkan menjadi 25%  untuk TNI dan 25% untuk Polri (dari sebelumnya masing-masing 20%),  sementara 50% untuk Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota.
Kelima, booster vaksin ketiga rencananya akan segera dimulai dan  sudah diputuskan dengan persyaratan tertentu. Keenam, kapasitas venue  PON dengan penonton berjumlah maksimal 25% dari total kapasitas,  kemudian mereka sudah harus menjalankan vaksinasi dosis 1 dan 2.
Terakhir, ketujuh, platform PeduliLindungi akan terus disempurnakan,  termasuk unsur keamanan datanya, serta akan diintegrasikan dengan  aplikasi sejenis secara global. Menurut data Komite Penanganan Covid-19  dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 19 September 2021, Kasus  Aktif Nasional tercatat sebanyak 60.969 kasus, atau turun sebesar -86,41% sejak awal PPKM Leveling 9 Agustus 2021 lalu.
Sejak 9 Agustus hingga 19 September, jumlah Kasus Aktif di luar  Jawa-Bali terus menurun, dengan penurunan tertinggi terjadi di wilayah  Maluku-Papua sebesar -87,71%, disusul Nusa Tenggara sebesar -86,75%,  Kalimantan sebesar -81,48%, Sulawesi sebesar -81,13%, dan Sumatera  sebesar -80,52%.
Tingkat Kesembuhan atau Recovery Rate (RR) secara nasional adalah  95,19%, lebih baik dari RR Global yang tercatat sebesar 89,79%,  sementara RR di Jawa-Bali sebesar 95,69% dan Luar Jawa-Bali sebesar  94,17%. Sedangkan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR)  Nasional sebesar 3,35%, masih lebih tinggi dari CFR Global yang tercatat  sebesar 2,05%, sementara CFR Jawa-Bali sebesar 3,49% dan Luar Jawa-Bali sebesar 3,07%.
Di sisi lain, Menko Airlangga juga memaparkan rencana Pemerintah  supaya Indonesia dapat masuk masa transisi dari pandemi menjadi endemi.  Dari sisi hulu yaitu dengan mengintensifkan vaksinasi pada bulan ini  sampai Oktober 2021 menjadi sebanyak 2,5 jutasuntikan per hari,  mendisiplinkan 3M, mengakselerasi testing dan tracing, serta  mengintensifkan screening PeduliLindungi, dan rumah masyarakat juga  harus memiliki ventilasi yang baik. Sebaliknya, di sisi hilir dilakukan  peningkatan kapasitas Rumah Sakit, menyediakan tenaga kesehatan yang  cukup, dan mengamankan ketersediaan oksigen dan obat-obatan.</content:encoded></item></channel></rss>
