<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin: Industri Furnitur Bangkit dan Tumbuh 8,04%</title><description>Kinerja industri furnitur mampu bangkit dan tumbuh sebesar 8,04% pada kuartal I 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474303/menperin-industri-furnitur-bangkit-dan-tumbuh-8-04</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474303/menperin-industri-furnitur-bangkit-dan-tumbuh-8-04"/><item><title>Menperin: Industri Furnitur Bangkit dan Tumbuh 8,04%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474303/menperin-industri-furnitur-bangkit-dan-tumbuh-8-04</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/20/320/2474303/menperin-industri-furnitur-bangkit-dan-tumbuh-8-04</guid><pubDate>Senin 20 September 2021 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/20/320/2474303/menperin-industri-furnitur-bangkit-dan-tumbuh-8-04-xMhaMePfEQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin sebut industri furnitur bangkit di tengah pandemi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/20/320/2474303/menperin-industri-furnitur-bangkit-dan-tumbuh-8-04-xMhaMePfEQ.jpg</image><title>Menperin sebut industri furnitur bangkit di tengah pandemi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kinerja industri furnitur mampu bangkit dan tumbuh sebesar 8,04% pada kuartal I 2021. Industri ini pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi 7,28% karena dampak pandemi Covid-19.
&quot;Artinya, industri furnitur dan kerajinan terbukti memiliki tingkat resiliensi yang tinggi di saat pandemi,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka pameran Indonesia Furnitur Expo (Ifex) Virtual Showroom 2021, Senin (20/9/2021).
Baca Juga: Banyak Orang WFH, Industri Furnitur Mampu Tumbuh 5% di Tengah Covid-19
 
Guna lebih memacu produktivitas dan daya saingnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menjaga ketersediaan bahan baku dan mendorong pelaku industri furnitur untuk aktif melakukan inovasi.
Selanjutnya, subsektor industri kayu, barang dari kayu, rotan dan furnitur menyumbangkan sebesar 2,60% terhadap pertumbuhan kelompok industri agro.
Baca Juga: Sebelum Beli Furnitur Vintage, Perhatikan 5 Hal Ini
 
&amp;ldquo;Peluang pasar furnitur dan kerajinan yang terus tumbuh, harus didukung dengan penyediaan faktor-faktor produksi yang utama, antara lain bahan baku, modal, dan tenaga kerja,&amp;rdquo; ungkap Menperin Agus.
Bahan baku industri furnitur dan kerajinan di Indonesia bisa dikatakan cukup melimpah, terutama berasal dari hutan produksi yang memiliki luas 68,8 juta hektare.
&amp;ldquo;Iklim tropis Indonesia juga sangat menguntungkan, berbagai jenis pohon dapat tumbuh dengan cepat,&amp;rdquo; tuturnya. Selain itu, Indonesia merupakan penghasil 80% bahan baku rotan dunia, yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.Menperin mengemukakan, salah satu faktor yang mendongkrak penjualan  produk furnitur di saat pandemi, yaitu adanya peralihan atau  reorganisasi signifikan belanja rumah tangga masyarakat, dari yang untuk  hiburan, pariwisata atau transportasi, menjadi kebutuhan untuk menata  dan merenovasi rumah.
&amp;ldquo;Bahkan, aktivitas belanja online selama pandemi juga mendukung  peningkatan penjualan furnitur, baik memenuhi pasokan pasar domestik  maupun ekspor,&amp;rdquo; imbuhnya.
Kemenperin mencatat nilai ekspor produk furnitur (HS 9401-9403) tahun  2020 menembus 1,91 miliar dolar AS, meningkat 7,6% dari tahun 2019 yang  mencapai 1,77 miliar dolar AS. Negara tujuan ekspor terbesar furnitur  Indonesia tahun 2020, antara lain adalah Amerika Serikat, Jepang,  Belanda, Belgia, dan Jerman.
&amp;ldquo;Daya beli pasar terhadap produk furnitur dan kerajinan yang masih  tinggi ini perlu untuk terus kita respons dengan penyediaan akses  alternatif promosi produk, salah satunya melalui pameran Ifex Virtual  Showroom,&amp;rdquo; ungkap Menperin
Pada sektor industri furnitur, saat ini terdapat 1.114 perusahaan  yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah kapasitas  produksi sebesar 2,9 juta ton per tahun dan total tenaga kerja yang  terserap sebanyak 143.119 orang.
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika  menyampaikan pihaknya bertekad untuk terus memfasilitasi kemudahan iklim  berusaha bagai para pelaku industri furnitur dan kerajinan di Tanah  Air.
Instrumen-instrumen yang bisa dimanfaatkan, di antaranya fasilitasi  Pusat Logistik Bahan Baku, program revitalisasi mesin/peralatan,  fasilitasi Politeknik Furnitur, dan program pengembangan desain  furnitur.Berikutnya, fasilitasi insentif tax holiday, tax allowance, serta   super deduction tax untuk R&amp;amp;D dan vokasi, penerapan SNI dan SKKNI,   pengoptimalan TKDN, serta fasilitasi keikutsertaan pada pameran nasional   maupun internasional.
&amp;ldquo;Ketersediaan bahan baku yang melimpah sebagai comparative advantage,   didukung dengan kebijakan kemudahan iklim berusaha yang dikeluarkan   oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta   Kerja, yang diharapkan dapat mewujudkan industri yang menghasilkan  nilai  tambah tinggi, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan,&amp;rdquo;  papar  Putu.
Ia  berharap agar industri furnitur dan kerajinan terus melakukan   inovasi dan selalu melakukan eksplorasi kekayaan budaya nasional dengan   kemasan modern serta mengikuti tren pasar global.
&amp;ldquo;Inovasi akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing suatu produk,   tak terkecuali untuk produk furnitur, terutama karena industri furnitur   dan kerajinan erat sekali kaitannya dengan life style,&amp;rdquo; kata Putu.
Di samping itu Kemenperin gencar memacu penggunaan produk furnitur dan kerajinan produksi dalam negeri.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja industri furnitur mampu bangkit dan tumbuh sebesar 8,04% pada kuartal I 2021. Industri ini pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi 7,28% karena dampak pandemi Covid-19.
&quot;Artinya, industri furnitur dan kerajinan terbukti memiliki tingkat resiliensi yang tinggi di saat pandemi,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka pameran Indonesia Furnitur Expo (Ifex) Virtual Showroom 2021, Senin (20/9/2021).
Baca Juga: Banyak Orang WFH, Industri Furnitur Mampu Tumbuh 5% di Tengah Covid-19
 
Guna lebih memacu produktivitas dan daya saingnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menjaga ketersediaan bahan baku dan mendorong pelaku industri furnitur untuk aktif melakukan inovasi.
Selanjutnya, subsektor industri kayu, barang dari kayu, rotan dan furnitur menyumbangkan sebesar 2,60% terhadap pertumbuhan kelompok industri agro.
Baca Juga: Sebelum Beli Furnitur Vintage, Perhatikan 5 Hal Ini
 
&amp;ldquo;Peluang pasar furnitur dan kerajinan yang terus tumbuh, harus didukung dengan penyediaan faktor-faktor produksi yang utama, antara lain bahan baku, modal, dan tenaga kerja,&amp;rdquo; ungkap Menperin Agus.
Bahan baku industri furnitur dan kerajinan di Indonesia bisa dikatakan cukup melimpah, terutama berasal dari hutan produksi yang memiliki luas 68,8 juta hektare.
&amp;ldquo;Iklim tropis Indonesia juga sangat menguntungkan, berbagai jenis pohon dapat tumbuh dengan cepat,&amp;rdquo; tuturnya. Selain itu, Indonesia merupakan penghasil 80% bahan baku rotan dunia, yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.Menperin mengemukakan, salah satu faktor yang mendongkrak penjualan  produk furnitur di saat pandemi, yaitu adanya peralihan atau  reorganisasi signifikan belanja rumah tangga masyarakat, dari yang untuk  hiburan, pariwisata atau transportasi, menjadi kebutuhan untuk menata  dan merenovasi rumah.
&amp;ldquo;Bahkan, aktivitas belanja online selama pandemi juga mendukung  peningkatan penjualan furnitur, baik memenuhi pasokan pasar domestik  maupun ekspor,&amp;rdquo; imbuhnya.
Kemenperin mencatat nilai ekspor produk furnitur (HS 9401-9403) tahun  2020 menembus 1,91 miliar dolar AS, meningkat 7,6% dari tahun 2019 yang  mencapai 1,77 miliar dolar AS. Negara tujuan ekspor terbesar furnitur  Indonesia tahun 2020, antara lain adalah Amerika Serikat, Jepang,  Belanda, Belgia, dan Jerman.
&amp;ldquo;Daya beli pasar terhadap produk furnitur dan kerajinan yang masih  tinggi ini perlu untuk terus kita respons dengan penyediaan akses  alternatif promosi produk, salah satunya melalui pameran Ifex Virtual  Showroom,&amp;rdquo; ungkap Menperin
Pada sektor industri furnitur, saat ini terdapat 1.114 perusahaan  yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah kapasitas  produksi sebesar 2,9 juta ton per tahun dan total tenaga kerja yang  terserap sebanyak 143.119 orang.
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika  menyampaikan pihaknya bertekad untuk terus memfasilitasi kemudahan iklim  berusaha bagai para pelaku industri furnitur dan kerajinan di Tanah  Air.
Instrumen-instrumen yang bisa dimanfaatkan, di antaranya fasilitasi  Pusat Logistik Bahan Baku, program revitalisasi mesin/peralatan,  fasilitasi Politeknik Furnitur, dan program pengembangan desain  furnitur.Berikutnya, fasilitasi insentif tax holiday, tax allowance, serta   super deduction tax untuk R&amp;amp;D dan vokasi, penerapan SNI dan SKKNI,   pengoptimalan TKDN, serta fasilitasi keikutsertaan pada pameran nasional   maupun internasional.
&amp;ldquo;Ketersediaan bahan baku yang melimpah sebagai comparative advantage,   didukung dengan kebijakan kemudahan iklim berusaha yang dikeluarkan   oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta   Kerja, yang diharapkan dapat mewujudkan industri yang menghasilkan  nilai  tambah tinggi, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan,&amp;rdquo;  papar  Putu.
Ia  berharap agar industri furnitur dan kerajinan terus melakukan   inovasi dan selalu melakukan eksplorasi kekayaan budaya nasional dengan   kemasan modern serta mengikuti tren pasar global.
&amp;ldquo;Inovasi akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing suatu produk,   tak terkecuali untuk produk furnitur, terutama karena industri furnitur   dan kerajinan erat sekali kaitannya dengan life style,&amp;rdquo; kata Putu.
Di samping itu Kemenperin gencar memacu penggunaan produk furnitur dan kerajinan produksi dalam negeri.
</content:encoded></item></channel></rss>
