<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bioskop Dibuka Lagi, Saham BLTZ Naik 23%</title><description>Dibukanya bioskop membuat pergerakan emiten PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) 'ngamuk' dengan melesat lebih dari 20%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/278/2474656/bioskop-dibuka-lagi-saham-bltz-naik-23</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/278/2474656/bioskop-dibuka-lagi-saham-bltz-naik-23"/><item><title>Bioskop Dibuka Lagi, Saham BLTZ Naik 23%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/278/2474656/bioskop-dibuka-lagi-saham-bltz-naik-23</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/278/2474656/bioskop-dibuka-lagi-saham-bltz-naik-23</guid><pubDate>Selasa 21 September 2021 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/21/278/2474656/bioskop-dibuka-lagi-saham-bltz-naik-23-9SLdZKOQGW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham BLTZ melesat usai pembukaan kembali bioskop (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/21/278/2474656/bioskop-dibuka-lagi-saham-bltz-naik-23-9SLdZKOQGW.jpg</image><title>Saham BLTZ melesat usai pembukaan kembali bioskop (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pusat hiburan bioskop diizinkan beroperasi kembali. Dibukanya bioskop membuat pergerakan emiten PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) 'ngamuk' dengan melesat lebih dari 20% pada perdagangan Selasa (21/9/2021).
Pantauan MNC Portal di pasar modal hingga pukul 13:41 WIB, BLTZ berada di level 3.960,menguat (23,75%).
Dibuka di level 3.220, BLTZ pada awalnya bergerak datar dan menguat tipis. Namun, jelang penutupan sesi pertama, BLTZ langsung meroket dan sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) hingga di level 4.000.
Baca Juga: Bioskop Dibuka Lagi, Sandiaga Uno: Kapasitas 50% dan Prokes Ketat
 
Punya market-caps Rp3,46 triliun, porsi pembelian BLTZ masih terbilang relatif sedikit dengan hanya sebesar 2 ribu lembar saham dengan nilai mencapai Rp6,93 juta (per pukul 13:46 WIB).
Menilik kinerjanya, BLTZ sudah berada di jalur hijau selama sepekan terakhir sebesar 24,92%, dengan perhitungan year to date mencapai 32,44%.
Dalam enam bulan terakhir, emiten pengelola bioskop CGV ini telah moncer 58,40%.
Baca Juga: Seluruh Bioskop di Jakarta Boleh Beroperasi Asal Terintegrasi PeduliLindungi
 
Perseroan menegaskan telah membuka total 43 bioskop per tanggal 17 September 2021.
&quot;Perseroan berharap dengan pembukaan kembali bioskop, maka bisa menggairahkan kembali aktivitas rumah produksi (production house) dalam memproduksi dan merilis film-film nasional; membantu memulihkan ekonomi di sektor industri kreatif lainnya; membuka kembali peluang lapangan kerja di sekitar bioskop CGV beroperasi; dan masyarakat bisa kembali menonton di bioskop dengan aman dan nyaman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,&quot; tulis keterangan manajemen BLTZ dikutip, Senin (20/9/2021).Berdasarkan laporan keuangannya sepanjang semester I-2021, BLTZ masih  berada dalam fase pemulihannya semenjak ditutup karena pembatasan  mobilitas. Adapun pendapatan perseroan turun hingga 58,01% mencapai  Rp98,17 miliar.
Jika dihitung sejak awal pandemi di mana bioskop CGV hanya dibuka di  awal tahun lalu ditutup setelahnya dan dibuka terbatas pada akhir tahun,  tercatat kerugian BLTZ mencapai Rp445,83 miliar.
Kondisi pandemi memperburuk bisnis perseroan, dibandingkan sebelumnya  yang membukukan laba bersih sebanyak Rp83,34 miliar, selama 2019.
Saat ini perseroan tengah berusaha untuk memulihkan kembali kinerjanya di tengah pelonggaran pembatasan.
Pembukaan kembali bioskop CGV, membuat BLTZ telah menyiapkan sejumlah  protokol kesehatan di lokasi agar pengunjung bisa mentaati aturan  tersebut.
Pengunjung juga diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat akses masuk bioskop.</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat hiburan bioskop diizinkan beroperasi kembali. Dibukanya bioskop membuat pergerakan emiten PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) 'ngamuk' dengan melesat lebih dari 20% pada perdagangan Selasa (21/9/2021).
Pantauan MNC Portal di pasar modal hingga pukul 13:41 WIB, BLTZ berada di level 3.960,menguat (23,75%).
Dibuka di level 3.220, BLTZ pada awalnya bergerak datar dan menguat tipis. Namun, jelang penutupan sesi pertama, BLTZ langsung meroket dan sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) hingga di level 4.000.
Baca Juga: Bioskop Dibuka Lagi, Sandiaga Uno: Kapasitas 50% dan Prokes Ketat
 
Punya market-caps Rp3,46 triliun, porsi pembelian BLTZ masih terbilang relatif sedikit dengan hanya sebesar 2 ribu lembar saham dengan nilai mencapai Rp6,93 juta (per pukul 13:46 WIB).
Menilik kinerjanya, BLTZ sudah berada di jalur hijau selama sepekan terakhir sebesar 24,92%, dengan perhitungan year to date mencapai 32,44%.
Dalam enam bulan terakhir, emiten pengelola bioskop CGV ini telah moncer 58,40%.
Baca Juga: Seluruh Bioskop di Jakarta Boleh Beroperasi Asal Terintegrasi PeduliLindungi
 
Perseroan menegaskan telah membuka total 43 bioskop per tanggal 17 September 2021.
&quot;Perseroan berharap dengan pembukaan kembali bioskop, maka bisa menggairahkan kembali aktivitas rumah produksi (production house) dalam memproduksi dan merilis film-film nasional; membantu memulihkan ekonomi di sektor industri kreatif lainnya; membuka kembali peluang lapangan kerja di sekitar bioskop CGV beroperasi; dan masyarakat bisa kembali menonton di bioskop dengan aman dan nyaman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,&quot; tulis keterangan manajemen BLTZ dikutip, Senin (20/9/2021).Berdasarkan laporan keuangannya sepanjang semester I-2021, BLTZ masih  berada dalam fase pemulihannya semenjak ditutup karena pembatasan  mobilitas. Adapun pendapatan perseroan turun hingga 58,01% mencapai  Rp98,17 miliar.
Jika dihitung sejak awal pandemi di mana bioskop CGV hanya dibuka di  awal tahun lalu ditutup setelahnya dan dibuka terbatas pada akhir tahun,  tercatat kerugian BLTZ mencapai Rp445,83 miliar.
Kondisi pandemi memperburuk bisnis perseroan, dibandingkan sebelumnya  yang membukukan laba bersih sebanyak Rp83,34 miliar, selama 2019.
Saat ini perseroan tengah berusaha untuk memulihkan kembali kinerjanya di tengah pelonggaran pembatasan.
Pembukaan kembali bioskop CGV, membuat BLTZ telah menyiapkan sejumlah  protokol kesehatan di lokasi agar pengunjung bisa mentaati aturan  tersebut.
Pengunjung juga diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat akses masuk bioskop.</content:encoded></item></channel></rss>
