<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5%</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474666/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474666/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5"/><item><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474666/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474666/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5</guid><pubDate>Selasa 21 September 2021 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/21/320/2474666/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5-ZbrxVOC4rs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia tahan suku bunga acauan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/21/320/2474666/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5-ZbrxVOC4rs.jpg</image><title>Bank Indonesia tahan suku bunga acauan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 yang diselenggarakan pada 20-21 September 2021.
Selain itu, bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75% dan suku bunga lending facility sebesar 4,25%.
Baca Juga: BI Injeksi Likuiditas Rp118 Triliun ke Perbankan 
 
&quot;Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (21/9/2021).
Selain itu, menurutnya, BI juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut melalui berbagai langkah.
Baca Juga: Yuk! Tukar Logam Emas Gambar Peta Indonesia Jadi Uang Rp250.000
 
Langkah tersebut yakni melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar, serta melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif.
&quot;Kami juga akan memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman asesmen transmisi SBDK dan suku bunga kredit baru per jenis kredit berdasarkan kelompok bank,&quot; ujarnya.Selanjutnya, bank sentral akan terus mendorong akselerasi perluasan  merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) khususnya di  pasar-pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah, untuk meningkatkan  integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendukung  protokol kesehatan.
Perry menambahkan langkah lain yang akan dilakukan yaitu memperkuat  koordinasi kebijakan dengan pemerintah terkait pelaksanaan uji coba  digitalisasi bansos dan elektronifikasi transaksi pemerintah untuk  mendorong realisasi belanja pemerintah.
Terakhir, BI akan memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan  dan investasi, serta melanjutkan sosialisasi penggunaan local currency  settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait.
&quot;Pada September dan Oktober 2021 akan diselenggarakan promosi  investasi dan perdagangan di Jepang, Tiongkok, dan Inggris,&quot; ujar Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 yang diselenggarakan pada 20-21 September 2021.
Selain itu, bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75% dan suku bunga lending facility sebesar 4,25%.
Baca Juga: BI Injeksi Likuiditas Rp118 Triliun ke Perbankan 
 
&quot;Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (21/9/2021).
Selain itu, menurutnya, BI juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut melalui berbagai langkah.
Baca Juga: Yuk! Tukar Logam Emas Gambar Peta Indonesia Jadi Uang Rp250.000
 
Langkah tersebut yakni melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar, serta melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif.
&quot;Kami juga akan memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman asesmen transmisi SBDK dan suku bunga kredit baru per jenis kredit berdasarkan kelompok bank,&quot; ujarnya.Selanjutnya, bank sentral akan terus mendorong akselerasi perluasan  merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) khususnya di  pasar-pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah, untuk meningkatkan  integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendukung  protokol kesehatan.
Perry menambahkan langkah lain yang akan dilakukan yaitu memperkuat  koordinasi kebijakan dengan pemerintah terkait pelaksanaan uji coba  digitalisasi bansos dan elektronifikasi transaksi pemerintah untuk  mendorong realisasi belanja pemerintah.
Terakhir, BI akan memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan  dan investasi, serta melanjutkan sosialisasi penggunaan local currency  settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait.
&quot;Pada September dan Oktober 2021 akan diselenggarakan promosi  investasi dan perdagangan di Jepang, Tiongkok, dan Inggris,&quot; ujar Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
