<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Aliran Modal Asing Masuk USD1,5 Miliar</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran masuk modal asing terus berlanjut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474723/bi-aliran-modal-asing-masuk-usd1-5-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474723/bi-aliran-modal-asing-masuk-usd1-5-miliar"/><item><title>BI: Aliran Modal Asing Masuk USD1,5 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474723/bi-aliran-modal-asing-masuk-usd1-5-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474723/bi-aliran-modal-asing-masuk-usd1-5-miliar</guid><pubDate>Selasa 21 September 2021 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/21/320/2474723/bi-aliran-modal-asing-masuk-usd1-5-miliar-EBHsJmiIpH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capital inflow tumbuh postitif (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/21/320/2474723/bi-aliran-modal-asing-masuk-usd1-5-miliar-EBHsJmiIpH.jpg</image><title>Capital inflow tumbuh postitif (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran masuk modal asing terus berlanjut. Adapun investasi portofolio mencatatkan net inflows sebesar USD1,5 miliar pada periode Juli hingga 17 September 2021.
&quot;Itu sebagai salah satu faktor mengapa nilai tukar rupiah cenderung menguat belakangan ini,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 secara daring di Jakarta, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: BI Injeksi Likuiditas Rp118 Triliun ke Perbankan 
 
Mata uang Garuda menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda, seperti isu kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus atau tapering oleh Bank Sentral AS, The Fed, serta peningkatan kasus COVID-19.
Perry menyebutkan nilai tukar rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94 persen secara rerata dan 0,18 persen secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021.
Baca Juga: Yuk! Tukar Logam Emas Gambar Peta Indonesia Jadi Uang Rp250.000
 
&quot;Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, terjaganya pasokan valas domestik, dan langkah-langkah stabilisasi BI,&quot; tegasnya.Dengan perkembangan tersebut, ia menjelaskan rupiah sampai dengan 20  September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35 persen secara  tahunan (year to date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020.
Namun, depresiasi tersebut relatif lebih rendah dibandingkan  penurunan mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti  Malaysia, Filipina, dan Thailand.
BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah  sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui  efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran masuk modal asing terus berlanjut. Adapun investasi portofolio mencatatkan net inflows sebesar USD1,5 miliar pada periode Juli hingga 17 September 2021.
&quot;Itu sebagai salah satu faktor mengapa nilai tukar rupiah cenderung menguat belakangan ini,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 secara daring di Jakarta, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: BI Injeksi Likuiditas Rp118 Triliun ke Perbankan 
 
Mata uang Garuda menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda, seperti isu kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus atau tapering oleh Bank Sentral AS, The Fed, serta peningkatan kasus COVID-19.
Perry menyebutkan nilai tukar rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94 persen secara rerata dan 0,18 persen secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021.
Baca Juga: Yuk! Tukar Logam Emas Gambar Peta Indonesia Jadi Uang Rp250.000
 
&quot;Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, terjaganya pasokan valas domestik, dan langkah-langkah stabilisasi BI,&quot; tegasnya.Dengan perkembangan tersebut, ia menjelaskan rupiah sampai dengan 20  September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35 persen secara  tahunan (year to date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020.
Namun, depresiasi tersebut relatif lebih rendah dibandingkan  penurunan mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti  Malaysia, Filipina, dan Thailand.
BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah  sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui  efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
