<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri KKP Minta Nelayan Tak Takut dengan Kapal Asing di Laut Natuna</title><description>Nelayan diminta tak perlu takut lagi dengan kapal asing di perairan Natuna.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474819/menteri-kkp-minta-nelayan-tak-takut-dengan-kapal-asing-di-laut-natuna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474819/menteri-kkp-minta-nelayan-tak-takut-dengan-kapal-asing-di-laut-natuna"/><item><title>Menteri KKP Minta Nelayan Tak Takut dengan Kapal Asing di Laut Natuna</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474819/menteri-kkp-minta-nelayan-tak-takut-dengan-kapal-asing-di-laut-natuna</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/21/320/2474819/menteri-kkp-minta-nelayan-tak-takut-dengan-kapal-asing-di-laut-natuna</guid><pubDate>Selasa 21 September 2021 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/21/320/2474819/menteri-kkp-minta-nelayan-tak-takut-dengan-kapal-asing-di-laut-natuna-aB3pR4VQck.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nelayan diimbau tak takut dengan kapal asing (Foto: Dokumentasi KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/21/320/2474819/menteri-kkp-minta-nelayan-tak-takut-dengan-kapal-asing-di-laut-natuna-aB3pR4VQck.jpg</image><title>Nelayan diimbau tak takut dengan kapal asing (Foto: Dokumentasi KKP)</title></images><description>JAKARTA - Nelayan diminta tak perlu takut lagi dengan kapal asing di perairan Natuna. Sebab, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan Natuna akan dijadikan zona fishing industry yang otomatis pengawasan akan dilakukan selama 24 jam penuh.
Baca Juga: Aturan Baru PNBP KKP Tarif Rp0 untuk Pelaku Usaha Kecil, Cek Syaratnya
 
&quot;Sekarang ini ada pengawasan tapi tidak seperti penerapan penangkapan terukur dijalankan, karena nanti ada pengawasan dari langit/satelit, darat, juga laut,&quot; kata Trenggono dalam Bincang Bahari KKP secara virtual, Jakarta, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: Rusak Jeruji Besi, 9 Nelayan Myanmar Kabur dari Tahanan Stasiun PSDKP Belawan
 
Trenggono menambahkan, banyak lembaga terkait yang akan ikut mengawasi, mulai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Badan Keamanan Laut (Bakamla), TNI AL, Kepolisian Air dan Udara.
Menteri Trenggono yakin, setelah pengawasan ini dilakukan berbarengan dengan implementasi aturan penangkapan ikan terukur, Natuna akan menjadi zona fishing industry yang tidak bisa diganggu oleh asing.
&quot;Ibaratnya sudah terbentang tembok yang jelas. Zona fishing industry  yang tidak bisa diganggu, bahkan masuk pun tidak mungkin. Kayak kejadian  kemarin misalnya ada satu kapal tentara angkatan laut asing, dan dua  kapal coast guard asing, itu dihalau oleh kapal Orca (pengawas  perikanan) KKP,&quot; ujarnya.
Selain itu, Trenggono juga menilai dengan rencana implementasi  penangkapan terukur, pengawas perikanan bukan hanya kapal tapi juga  termasuk pesawat diperlukan dan sangat kurang jika dibandingkan luas  wilayah RI.</description><content:encoded>JAKARTA - Nelayan diminta tak perlu takut lagi dengan kapal asing di perairan Natuna. Sebab, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan Natuna akan dijadikan zona fishing industry yang otomatis pengawasan akan dilakukan selama 24 jam penuh.
Baca Juga: Aturan Baru PNBP KKP Tarif Rp0 untuk Pelaku Usaha Kecil, Cek Syaratnya
 
&quot;Sekarang ini ada pengawasan tapi tidak seperti penerapan penangkapan terukur dijalankan, karena nanti ada pengawasan dari langit/satelit, darat, juga laut,&quot; kata Trenggono dalam Bincang Bahari KKP secara virtual, Jakarta, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: Rusak Jeruji Besi, 9 Nelayan Myanmar Kabur dari Tahanan Stasiun PSDKP Belawan
 
Trenggono menambahkan, banyak lembaga terkait yang akan ikut mengawasi, mulai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Badan Keamanan Laut (Bakamla), TNI AL, Kepolisian Air dan Udara.
Menteri Trenggono yakin, setelah pengawasan ini dilakukan berbarengan dengan implementasi aturan penangkapan ikan terukur, Natuna akan menjadi zona fishing industry yang tidak bisa diganggu oleh asing.
&quot;Ibaratnya sudah terbentang tembok yang jelas. Zona fishing industry  yang tidak bisa diganggu, bahkan masuk pun tidak mungkin. Kayak kejadian  kemarin misalnya ada satu kapal tentara angkatan laut asing, dan dua  kapal coast guard asing, itu dihalau oleh kapal Orca (pengawas  perikanan) KKP,&quot; ujarnya.
Selain itu, Trenggono juga menilai dengan rencana implementasi  penangkapan terukur, pengawas perikanan bukan hanya kapal tapi juga  termasuk pesawat diperlukan dan sangat kurang jika dibandingkan luas  wilayah RI.</content:encoded></item></channel></rss>
