<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati! Sri Mulyani Ungkap Ekonomi RI Hadapi Masalah Baru</title><description>Kemenkeu) mewaspadai gejolak ekonomi global yang saat ini bisa menekan perekonomian Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475672/hati-hati-sri-mulyani-ungkap-ekonomi-ri-hadapi-masalah-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475672/hati-hati-sri-mulyani-ungkap-ekonomi-ri-hadapi-masalah-baru"/><item><title>Hati-Hati! Sri Mulyani Ungkap Ekonomi RI Hadapi Masalah Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475672/hati-hati-sri-mulyani-ungkap-ekonomi-ri-hadapi-masalah-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475672/hati-hati-sri-mulyani-ungkap-ekonomi-ri-hadapi-masalah-baru</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2475672/hati-hati-sri-mulyani-ungkap-ekonomi-ri-hadapi-masalah-baru-1TdqNJpV0Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2475672/hati-hati-sri-mulyani-ungkap-ekonomi-ri-hadapi-masalah-baru-1TdqNJpV0Q.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai gejolak ekonomi global yang saat ini bisa menekan perekonomian Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyoroti laju inflasi di tengah masa pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
Pasalnya jika inflasi tinggi, banyak tekanan yang bisa menagganggu  ekonomi nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anugerahi Priyadarshni Academy, Menteri India: Airlangga Berhasil Menyeimbangkan Pemulihan Pandemi dan Ekonomi
&quot;Berbagai negara menghadapi komplikasi pada saat ekonominya baru mulai akan pulih inflasinya sudah take over jauh lebih dominan,&quot; ujarnya dalam APBN KiTa, Kamis (23/9/2021).
Dia mencontohkan, negara yang ekonominya mengalami tekanan karena inflasi diantaranya, Korea Selatan (Korsel) dengan angka inflasi sebesar 2,6%. Kemudian, Brazil dengan angka inflasi hingga 8% yang menyebabkan suku bunga acuannya naik menjadi 5,25%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dianugerahi Priyadarshni Academy Global Award, Menko Airlangga: Penghargaan Ini untuk Rakyat Indonesia
Selanjutnya, negara Rusia Rusia juga mengalami inflasi hingga 7%  sehingga mempengaruhi kebijakan suku bunganya jadi meningkat di 6,5%. Bahkan, Turki, mengalami inflasi sebesar 19,25 persen yang membuat suku bunga acuannya tidak mungkin mengalami penurunan.
&quot;Even Mexico dalam hal ini juga terlihat inflasinya ada mendekati 6 persen,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sementara dari dalam negeri sendiri, lanjutnya, saat ini Bank Indonesia (BI) masih bisa menjaga inflasi di level 1,59%. Ia mengatakan BI berjanji untuk bisa mempertahankan inflasi pada level 3,5%.Dia berharap, Indonesia dapat tetap menjaga inflasi sehingga komplikasi terjadinya pemulihan ekonomi yang terancam oleh inflasi dapat dihindari.
&amp;ldquo;Kita harapkan ekonomi Indonesia bisa memiliki pemulihan yang jauh lebih solid dan kemudian kuat yang memungkinkan masyarakat bisa mendapatkan kesempatan kerja dan pemulihan dari kesejahteraannya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai gejolak ekonomi global yang saat ini bisa menekan perekonomian Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyoroti laju inflasi di tengah masa pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
Pasalnya jika inflasi tinggi, banyak tekanan yang bisa menagganggu  ekonomi nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anugerahi Priyadarshni Academy, Menteri India: Airlangga Berhasil Menyeimbangkan Pemulihan Pandemi dan Ekonomi
&quot;Berbagai negara menghadapi komplikasi pada saat ekonominya baru mulai akan pulih inflasinya sudah take over jauh lebih dominan,&quot; ujarnya dalam APBN KiTa, Kamis (23/9/2021).
Dia mencontohkan, negara yang ekonominya mengalami tekanan karena inflasi diantaranya, Korea Selatan (Korsel) dengan angka inflasi sebesar 2,6%. Kemudian, Brazil dengan angka inflasi hingga 8% yang menyebabkan suku bunga acuannya naik menjadi 5,25%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dianugerahi Priyadarshni Academy Global Award, Menko Airlangga: Penghargaan Ini untuk Rakyat Indonesia
Selanjutnya, negara Rusia Rusia juga mengalami inflasi hingga 7%  sehingga mempengaruhi kebijakan suku bunganya jadi meningkat di 6,5%. Bahkan, Turki, mengalami inflasi sebesar 19,25 persen yang membuat suku bunga acuannya tidak mungkin mengalami penurunan.
&quot;Even Mexico dalam hal ini juga terlihat inflasinya ada mendekati 6 persen,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sementara dari dalam negeri sendiri, lanjutnya, saat ini Bank Indonesia (BI) masih bisa menjaga inflasi di level 1,59%. Ia mengatakan BI berjanji untuk bisa mempertahankan inflasi pada level 3,5%.Dia berharap, Indonesia dapat tetap menjaga inflasi sehingga komplikasi terjadinya pemulihan ekonomi yang terancam oleh inflasi dapat dihindari.
&amp;ldquo;Kita harapkan ekonomi Indonesia bisa memiliki pemulihan yang jauh lebih solid dan kemudian kuat yang memungkinkan masyarakat bisa mendapatkan kesempatan kerja dan pemulihan dari kesejahteraannya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
