<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Kecewa Ada Daerah Dapat Transfer Besar tapi Belanja Rendah</title><description>Sri Mulyani mengungkap Provinsi Banten memiliki jumlah transfer ke daerah besar namun realisasi belanjanya rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475809/sri-mulyani-kecewa-ada-daerah-dapat-transfer-besar-tapi-belanja-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475809/sri-mulyani-kecewa-ada-daerah-dapat-transfer-besar-tapi-belanja-rendah"/><item><title>Sri Mulyani Kecewa Ada Daerah Dapat Transfer Besar tapi Belanja Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475809/sri-mulyani-kecewa-ada-daerah-dapat-transfer-besar-tapi-belanja-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475809/sri-mulyani-kecewa-ada-daerah-dapat-transfer-besar-tapi-belanja-rendah</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2475809/sri-mulyani-kecewa-ada-daerah-dapat-transfer-besar-tapi-belanja-rendah-zFnNUX2ZY0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soroti rendahnya realisasi APBD (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2475809/sri-mulyani-kecewa-ada-daerah-dapat-transfer-besar-tapi-belanja-rendah-zFnNUX2ZY0.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soroti rendahnya realisasi APBD (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap Provinsi Banten memiliki jumlah transfer ke daerah besar namun realisasi belanjanya rendah. Hal ini dikarenakan realisasi penerimaan dan belanja Banten mencapai 19,7%.
&quot;Ada daerah yang pendapatan transfernya cukup besar namun belanjanya masih rendah. Itu Banten, dimana transfernya sudah cukup besar namun belanjanya masih jauh lebih rendah,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (23/9/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Tagih Setoran Dividen BUMN
 
Kata dia, pemerintah sudah memberikan kemudahan tata kelola dan persyaratan penyaluran dana transfer ke daerah. Namun hal ini tidak dibarengi dengan kecepatan pemerintah daerah untuk membelanjakan dana tersebut.
Baca Juga: Indonesia Tembus 100 Juta Vaksinasi, Sri Mulyani: Luar Biasa
&quot;Dananya tidak sebesar pemerintah pusat namun mereka memiliki anggaran dan harusnya itu digunakan untuk membantu masyarakat terutama dalam situasi yang luar biasa berat saat ini,&quot; jelasnya.Dia menambahkan Pemda dinilai perlu mendorong penyerapan bantuan  sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.
&quot;Belanja perlinsos di daerah justru mengalami penurunan dan ini tentu  disayangkan karena sebetulnya daerah juga tetap memiliki peranan  penting. Tadi belanja pusatnya naik untuk bansosnya terutama pada saat  mengalami (gelombang COVID-19) Delta, namun belanja di daerah justru  tidak mengalami percepatan,&quot;tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap Provinsi Banten memiliki jumlah transfer ke daerah besar namun realisasi belanjanya rendah. Hal ini dikarenakan realisasi penerimaan dan belanja Banten mencapai 19,7%.
&quot;Ada daerah yang pendapatan transfernya cukup besar namun belanjanya masih rendah. Itu Banten, dimana transfernya sudah cukup besar namun belanjanya masih jauh lebih rendah,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (23/9/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Tagih Setoran Dividen BUMN
 
Kata dia, pemerintah sudah memberikan kemudahan tata kelola dan persyaratan penyaluran dana transfer ke daerah. Namun hal ini tidak dibarengi dengan kecepatan pemerintah daerah untuk membelanjakan dana tersebut.
Baca Juga: Indonesia Tembus 100 Juta Vaksinasi, Sri Mulyani: Luar Biasa
&quot;Dananya tidak sebesar pemerintah pusat namun mereka memiliki anggaran dan harusnya itu digunakan untuk membantu masyarakat terutama dalam situasi yang luar biasa berat saat ini,&quot; jelasnya.Dia menambahkan Pemda dinilai perlu mendorong penyerapan bantuan  sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.
&quot;Belanja perlinsos di daerah justru mengalami penurunan dan ini tentu  disayangkan karena sebetulnya daerah juga tetap memiliki peranan  penting. Tadi belanja pusatnya naik untuk bansosnya terutama pada saat  mengalami (gelombang COVID-19) Delta, namun belanja di daerah justru  tidak mengalami percepatan,&quot;tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
