<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Tarik Utang Rp550,6 Triliun</title><description>Pemerintah sudah menarik utang Rp550,6 triliun sepanjang tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475866/sri-mulyani-tarik-utang-rp550-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475866/sri-mulyani-tarik-utang-rp550-6-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Tarik Utang Rp550,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475866/sri-mulyani-tarik-utang-rp550-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2475866/sri-mulyani-tarik-utang-rp550-6-triliun</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2475866/sri-mulyani-tarik-utang-rp550-6-triliun-TkcOR00aWn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah tarik utang Rp550 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2475866/sri-mulyani-tarik-utang-rp550-6-triliun-TkcOR00aWn.jpg</image><title>Pemerintah tarik utang Rp550 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah sudah menarik utang Rp550,6 triliun sepanjang tahun 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penarikan utang ini mencapai 46,8% dari target utang dalam APBN 2021 sebesar Rp1.177,4 triliun.
Adapun, realisasi penarikan utang hingga bulan Agustus 2021 ini lebih rendah 20,5% dibanding tahun lalu (year on year/yoy).
Baca Juga: Kasus Evergrande Gagal Bayar Utang Rp4.000 Triliun Bikin Sri Mulyani Was-Was
 
&quot;Dalam UU APBN dituliskan target utang tahun ini (untuk) defisit 5,7% dari GDP adalah totalnya Rp1.177,4 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/9/2021).
Kata dia, realisasi penerbitan utang yang lebih kecil dari target terjadi karena adanya penyesuaian issuance.
Baca Juga: Raksasa Properti China Evergrande Terlilit Utang Rp4.000 Triliun, Mengulang Kejatuhan Lehman Brothers?
 
&quot;Jadi kalau sekarang kita meng-issue Rp550,6 triliun ini hanya 46,8%, ini sudah bulan Agustus. Jadi jauh lebih kecil dari yang ditargetkan,&quot; katanya.
Dia pun menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp1.207,3 triliun sepanjang 2021. Namun sampai akhir Agustus, penerbitan baru mencapai Rp567,4 triliun atau 47%.Serta, pemerintah berhasil melaksanakan transaksi Liability  Management di pasar global untuk pertama kalinya dengan skema Tender  Offer untuk membeli kembali seri-seri global bonds yang dimiliki oleh  investor senilai USD1,16 miliar.
&quot;Hal ini sebagai upaya diversifikasi sumber pembiayaan dan mewujudkan  efisiensi portofolio utang Pemerintah. Pembiayaan anggaran akan tetap  dikelola secara oportunistik, fleksibel serta prudent,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah sudah menarik utang Rp550,6 triliun sepanjang tahun 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penarikan utang ini mencapai 46,8% dari target utang dalam APBN 2021 sebesar Rp1.177,4 triliun.
Adapun, realisasi penarikan utang hingga bulan Agustus 2021 ini lebih rendah 20,5% dibanding tahun lalu (year on year/yoy).
Baca Juga: Kasus Evergrande Gagal Bayar Utang Rp4.000 Triliun Bikin Sri Mulyani Was-Was
 
&quot;Dalam UU APBN dituliskan target utang tahun ini (untuk) defisit 5,7% dari GDP adalah totalnya Rp1.177,4 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/9/2021).
Kata dia, realisasi penerbitan utang yang lebih kecil dari target terjadi karena adanya penyesuaian issuance.
Baca Juga: Raksasa Properti China Evergrande Terlilit Utang Rp4.000 Triliun, Mengulang Kejatuhan Lehman Brothers?
 
&quot;Jadi kalau sekarang kita meng-issue Rp550,6 triliun ini hanya 46,8%, ini sudah bulan Agustus. Jadi jauh lebih kecil dari yang ditargetkan,&quot; katanya.
Dia pun menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp1.207,3 triliun sepanjang 2021. Namun sampai akhir Agustus, penerbitan baru mencapai Rp567,4 triliun atau 47%.Serta, pemerintah berhasil melaksanakan transaksi Liability  Management di pasar global untuk pertama kalinya dengan skema Tender  Offer untuk membeli kembali seri-seri global bonds yang dimiliki oleh  investor senilai USD1,16 miliar.
&quot;Hal ini sebagai upaya diversifikasi sumber pembiayaan dan mewujudkan  efisiensi portofolio utang Pemerintah. Pembiayaan anggaran akan tetap  dikelola secara oportunistik, fleksibel serta prudent,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
