<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Kesal Simpanan Pemda di Bank 'Nganggur' Rp178,9 Triliun</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti jumlah simpanan pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2476039/sri-mulyani-kesal-simpanan-pemda-di-bank-nganggur-rp178-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2476039/sri-mulyani-kesal-simpanan-pemda-di-bank-nganggur-rp178-9-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Kesal Simpanan Pemda di Bank 'Nganggur' Rp178,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2476039/sri-mulyani-kesal-simpanan-pemda-di-bank-nganggur-rp178-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/23/320/2476039/sri-mulyani-kesal-simpanan-pemda-di-bank-nganggur-rp178-9-triliun</guid><pubDate>Kamis 23 September 2021 22:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2476039/sri-mulyani-kesal-simpanan-pemda-di-bank-nganggur-rp178-9-triliun-uhNyWSFc28.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti simpanan APBD di perbankan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/23/320/2476039/sri-mulyani-kesal-simpanan-pemda-di-bank-nganggur-rp178-9-triliun-uhNyWSFc28.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti simpanan APBD di perbankan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti jumlah simpanan pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kenaikan. Simpanan pemda sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Agustus 2021 naik 3,01% menjadi Rp178,95 triliun dari Juli 2021 yang sebesar Rp173,73 triliun.
Baca Juga: Sri Mulyani ke Mahasiswa STAN: Apa Kalian Bisa Dipercaya?
 
&quot;Kenaikan ini menjadi perhatian kami,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA September 2021 secara daring di Jakarta, Kamis (23/9/2021).
Dia menilai hal tersebut sebagai dampak dari rendahnya realisasi belanja daerah yang baru mencapai 44,2% pada Agustus 2021 dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Baca Juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp550,6 Triliun
Selain itu, tercatat saldo rata-rata di akhir tahun selama tiga tahun terakhir mencapai Rp96 triliun. Menkeu menyebutkan masih terdapat provinsi dengan nilai simpanan yang lebih besar dibandingkan biaya operasional tiga bulan ke depan.
Selisih tertinggi antara nilai simpanan dan biaya operasional tiga bulan adalah di Jawa Timur sebesar Rp9,9 triliun, Aceh Rp4,3 triliun, dan Jawa Tengah Rp4,2 triliun.Provinsi yang memiliki biaya operasional lebih tinggi dari nilai  simpanan tercatat terbesar di DKI Jakarta yaitu Rp2,5 triliun, Lampung  Rp1,1 triliun, dan Nusa Tenggara Barat Rp900 miliar.
&quot;Tentunya kami berharap kalau biaya operasionalnya lebih tinggi di  atas simpanannya berarti dananya sudah digunakan,&quot; ucap Sri Mulyani.
Maka dari itu, ia meminta agar pemanfaatan kas di daerah ke depannya perlu lebih optimal.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti jumlah simpanan pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kenaikan. Simpanan pemda sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Agustus 2021 naik 3,01% menjadi Rp178,95 triliun dari Juli 2021 yang sebesar Rp173,73 triliun.
Baca Juga: Sri Mulyani ke Mahasiswa STAN: Apa Kalian Bisa Dipercaya?
 
&quot;Kenaikan ini menjadi perhatian kami,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA September 2021 secara daring di Jakarta, Kamis (23/9/2021).
Dia menilai hal tersebut sebagai dampak dari rendahnya realisasi belanja daerah yang baru mencapai 44,2% pada Agustus 2021 dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Baca Juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp550,6 Triliun
Selain itu, tercatat saldo rata-rata di akhir tahun selama tiga tahun terakhir mencapai Rp96 triliun. Menkeu menyebutkan masih terdapat provinsi dengan nilai simpanan yang lebih besar dibandingkan biaya operasional tiga bulan ke depan.
Selisih tertinggi antara nilai simpanan dan biaya operasional tiga bulan adalah di Jawa Timur sebesar Rp9,9 triliun, Aceh Rp4,3 triliun, dan Jawa Tengah Rp4,2 triliun.Provinsi yang memiliki biaya operasional lebih tinggi dari nilai  simpanan tercatat terbesar di DKI Jakarta yaitu Rp2,5 triliun, Lampung  Rp1,1 triliun, dan Nusa Tenggara Barat Rp900 miliar.
&quot;Tentunya kami berharap kalau biaya operasionalnya lebih tinggi di  atas simpanannya berarti dananya sudah digunakan,&quot; ucap Sri Mulyani.
Maka dari itu, ia meminta agar pemanfaatan kas di daerah ke depannya perlu lebih optimal.</content:encoded></item></channel></rss>
