<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Deflasi 0,01% di Akhir September 2021, Harga Telur Turun</title><description>Bank Indonesia menyatakan Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV September 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/24/320/2476339/bi-catat-deflasi-0-01-di-akhir-september-2021-harga-telur-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/24/320/2476339/bi-catat-deflasi-0-01-di-akhir-september-2021-harga-telur-turun"/><item><title>BI Catat Deflasi 0,01% di Akhir September 2021, Harga Telur Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/24/320/2476339/bi-catat-deflasi-0-01-di-akhir-september-2021-harga-telur-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/24/320/2476339/bi-catat-deflasi-0-01-di-akhir-september-2021-harga-telur-turun</guid><pubDate>Jum'at 24 September 2021 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/24/320/2476339/bi-catat-deflasi-0-01-di-akhir-september-2021-harga-telur-turun-z8yNaOBn8G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/24/320/2476339/bi-catat-deflasi-0-01-di-akhir-september-2021-harga-telur-turun-z8yNaOBn8G.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menyatakan Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV September 2021, perkembangan harga pada September 2021 tetap terkendali dan diperkirakan deflasi 0,01% (mtm).&amp;nbsp;
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,83% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63% (yoy).&amp;nbsp;
Direktur Eksekutif Komunikasi Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama deflasi September 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas telur ayam ras sebesar -0,08% (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,03% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, Transaksi Ekspor Impor Pakai Rupiah Bakal Dapat Insentif
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,03% (mtm), sawi hijau dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (24/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Buka-bukaan soal Inflasi Rendah
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menyatakan Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV September 2021, perkembangan harga pada September 2021 tetap terkendali dan diperkirakan deflasi 0,01% (mtm).&amp;nbsp;
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,83% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63% (yoy).&amp;nbsp;
Direktur Eksekutif Komunikasi Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama deflasi September 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas telur ayam ras sebesar -0,08% (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,03% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, Transaksi Ekspor Impor Pakai Rupiah Bakal Dapat Insentif
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,03% (mtm), sawi hijau dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (24/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Buka-bukaan soal Inflasi Rendah
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
