<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Mixed, Indeks S&amp;P dan Nasdaq Anjlok Terseret Saham Teknologi</title><description>Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477861/wall-street-mixed-indeks-s-p-dan-nasdaq-anjlok-terseret-saham-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477861/wall-street-mixed-indeks-s-p-dan-nasdaq-anjlok-terseret-saham-teknologi"/><item><title>Wall Street Mixed, Indeks S&amp;P dan Nasdaq Anjlok Terseret Saham Teknologi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477861/wall-street-mixed-indeks-s-p-dan-nasdaq-anjlok-terseret-saham-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477861/wall-street-mixed-indeks-s-p-dan-nasdaq-anjlok-terseret-saham-teknologi</guid><pubDate>Selasa 28 September 2021 07:12 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/28/278/2477861/wall-street-mixed-indeks-s-p-dan-nasdaq-anjlok-terseret-saham-teknologi-CwF53TL6ct.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup mixed (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/28/278/2477861/wall-street-mixed-indeks-s-p-dan-nasdaq-anjlok-terseret-saham-teknologi-CwF53TL6ct.jpg</image><title>Wall Street ditutup mixed (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS melemah dengan indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq ditutup lebih rendah karena investor beralih ke saham-saham murah setelah saham sektor teknologi dilanda aksi jual yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 71,37 poin atau 0,21% menjadi menetap di 34.869,37 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 tergerus 12,37 poin atau 0,28%, menjadi berakhir di 4.443,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 77,73 poin atau 0,52%, menjadi 14.969,97 poin.
Baca Juga: Wall Street Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga 
 
Dari 11 sektor utama di S&amp;amp;P 500, enam ditutup lebih rendah, dengan sektor real estate dan perawatan kesehatan mengalami persentase kerugian terbesar.
Indeks saham unggulan Dow Jones ditutup di wilayah positif, didukung oleh sektor keuangan dan industri. Sementara saham-saham berkapitalisasi kecil dan transportasi yang sensitif secara ekonomi mengungguli pasar yang lebih luas.
Saham raksasa teknologi seperti Apple, Amazon, dan induk Google Alphabet berada di bawah tekanan, dan sektor teknologi S&amp;amp;P 500 mundur lebih dari satu%, di tengah lonjakan imbal hasil obligasi AS.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Dipicu Aksi Jual karena Krisis Evergrande 
 
Saham-saham teknologi biasanya sensitif terhadap suku bunga karena kenaikan suku bunga dapat membuat ekuitas yang terbang tinggi menjadi kurang menarik bagi investor.
Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 1,49% pada akhir perdagangan Senin (27/9), setelah naik di atas level kunci 1,5% di awal sesi, sementara imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 30-tahun melayang sekitar 2,0%.
&amp;ldquo;Pembukaan kembali ekonomi masih hidup dan sehat,&amp;rdquo; kata Chuck Carlson, kepala eksekutif Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. &quot;Saham yang sensitif secara ekonomi naik, dan saham teknologi tertekan.&quot;
Imbal hasil obligasi AS yang naik menguntungkan sektor keuangan yang  sensitif terhadap suku bunga. Naiknya harga minyak mentah mendorong  saham energi ke%tase kenaikan penutupan terbesar.
&quot;Kenaikan suku bunga biasanya mencerminkan investor memiliki sedikit  lebih banyak kepercayaan bahwa ekonomi tidak akan terhenti,&quot; tambah  Carlson. &quot;Dan The Fed juga mengindikasikan akan mulai melakukan tapering  lebih cepat, dan itu mungkin membantu kenaikan suku bunga.&quot;
Di Washington, negosiasi mengenai pendanaan pemerintah dan menaikkan  plafon utang memanas pada awal pekan yang juga dapat mencakup pemungutan  suara pada rancangan undang-undang infrastruktur senilai satu triliun  dolar AS dari Presiden AS Biden.
Di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang tahan lama dengan mudah  melewati ekspektasi analis, naik 1,8% pada Agustus. Nilai total pesanan  baru telah tumbuh melampaui level pra-pandemi ke level tertinggi tujuh  tahun.
Indeks S&amp;amp;P 500 berada di jalur untuk menghentikan kenaikan  beruntun tujuh bulannya, karena prospek tarif pajak perusahaan yang  lebih tinggi dan petunjuk dari Federal Reserve AS akan memperketat  kebijakan moneter akomodatifnya di bulan-bulan mendatang.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,32 miliar saham,  dibandingkan dengan rata-rata 10,19 miliar selama 20 hari perdagangan  terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS melemah dengan indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq ditutup lebih rendah karena investor beralih ke saham-saham murah setelah saham sektor teknologi dilanda aksi jual yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 71,37 poin atau 0,21% menjadi menetap di 34.869,37 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 tergerus 12,37 poin atau 0,28%, menjadi berakhir di 4.443,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 77,73 poin atau 0,52%, menjadi 14.969,97 poin.
Baca Juga: Wall Street Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga 
 
Dari 11 sektor utama di S&amp;amp;P 500, enam ditutup lebih rendah, dengan sektor real estate dan perawatan kesehatan mengalami persentase kerugian terbesar.
Indeks saham unggulan Dow Jones ditutup di wilayah positif, didukung oleh sektor keuangan dan industri. Sementara saham-saham berkapitalisasi kecil dan transportasi yang sensitif secara ekonomi mengungguli pasar yang lebih luas.
Saham raksasa teknologi seperti Apple, Amazon, dan induk Google Alphabet berada di bawah tekanan, dan sektor teknologi S&amp;amp;P 500 mundur lebih dari satu%, di tengah lonjakan imbal hasil obligasi AS.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Dipicu Aksi Jual karena Krisis Evergrande 
 
Saham-saham teknologi biasanya sensitif terhadap suku bunga karena kenaikan suku bunga dapat membuat ekuitas yang terbang tinggi menjadi kurang menarik bagi investor.
Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 1,49% pada akhir perdagangan Senin (27/9), setelah naik di atas level kunci 1,5% di awal sesi, sementara imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 30-tahun melayang sekitar 2,0%.
&amp;ldquo;Pembukaan kembali ekonomi masih hidup dan sehat,&amp;rdquo; kata Chuck Carlson, kepala eksekutif Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. &quot;Saham yang sensitif secara ekonomi naik, dan saham teknologi tertekan.&quot;
Imbal hasil obligasi AS yang naik menguntungkan sektor keuangan yang  sensitif terhadap suku bunga. Naiknya harga minyak mentah mendorong  saham energi ke%tase kenaikan penutupan terbesar.
&quot;Kenaikan suku bunga biasanya mencerminkan investor memiliki sedikit  lebih banyak kepercayaan bahwa ekonomi tidak akan terhenti,&quot; tambah  Carlson. &quot;Dan The Fed juga mengindikasikan akan mulai melakukan tapering  lebih cepat, dan itu mungkin membantu kenaikan suku bunga.&quot;
Di Washington, negosiasi mengenai pendanaan pemerintah dan menaikkan  plafon utang memanas pada awal pekan yang juga dapat mencakup pemungutan  suara pada rancangan undang-undang infrastruktur senilai satu triliun  dolar AS dari Presiden AS Biden.
Di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang tahan lama dengan mudah  melewati ekspektasi analis, naik 1,8% pada Agustus. Nilai total pesanan  baru telah tumbuh melampaui level pra-pandemi ke level tertinggi tujuh  tahun.
Indeks S&amp;amp;P 500 berada di jalur untuk menghentikan kenaikan  beruntun tujuh bulannya, karena prospek tarif pajak perusahaan yang  lebih tinggi dan petunjuk dari Federal Reserve AS akan memperketat  kebijakan moneter akomodatifnya di bulan-bulan mendatang.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,32 miliar saham,  dibandingkan dengan rata-rata 10,19 miliar selama 20 hari perdagangan  terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
