<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Rights Issue, Investor Nantikan Ekspansi Bisnis Holding Ultra Mikro</title><description>Investor di pasar modal menunggu kiprah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk holding ultra mikro BUMN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477973/bri-rights-issue-investor-nantikan-ekspansi-bisnis-holding-ultra-mikro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477973/bri-rights-issue-investor-nantikan-ekspansi-bisnis-holding-ultra-mikro"/><item><title>BRI Rights Issue, Investor Nantikan Ekspansi Bisnis Holding Ultra Mikro</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477973/bri-rights-issue-investor-nantikan-ekspansi-bisnis-holding-ultra-mikro</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/278/2477973/bri-rights-issue-investor-nantikan-ekspansi-bisnis-holding-ultra-mikro</guid><pubDate>Selasa 28 September 2021 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/28/278/2477973/bri-rights-issue-investor-nantikan-ekspansi-bisnis-holding-ultra-mikro-cUxM2DSr2l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor pasar modal menanti kiprah BRI sebagai holding BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/28/278/2477973/bri-rights-issue-investor-nantikan-ekspansi-bisnis-holding-ultra-mikro-cUxM2DSr2l.jpg</image><title>Investor pasar modal menanti kiprah BRI sebagai holding BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Investor di pasar modal menunggu kiprah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk holding ultra mikro BUMN terutama setelah RUPSLB BRI menyetujui aksi korporasi right issue saham BBRI dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
&amp;ldquo;Holding ultra mikro BUMN ini dapat berpengaruh kepada perkembangan pasar modal dan khususnya dunia keuangan perbankan, serta menciptakan ekosistem pembiayaan yang besar dan menjadi pioner pembiayaan untuk pengembangan UMKM di Indonesia,&amp;rdquo; kata pengamat pasar modal Reza Priyambada dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/9/2021).
Baca Juga: Aset BRI Diprediksi Makin Besar Usai Rights Issue
 
Rights issue sebagai bagian dari pembentukan holding yang melibatkan BRI dengan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) ini diharapkan dapat memperluas pendanaan bagi UMKM yang lebih cepat dan murah.
Ia menilai, momentum tersebut menjadi peluang besar bagi bank berkode saham BBRI itu untuk melakukan diversifikasi bisnis, sekaligus ekspansi pasar yang lebih masif di sektor pembiayaan segmen mikro.
Baca Juga: Wamen Tiko: Rights Issue BRI Terbesar dalam Sejarah
 
&amp;ldquo;BRI akan memiliki modal lebih kuat, potensi pengembangan bisnis lebih kuat. Tentunya yang akan diperhatikan pelaku pasar ialah akselerasi dari strategi pertumbuhan setelah adanya penggabungan para entitas tersebut,&amp;rdquo; ujar Reza.
Dari sisi lain, ia optimis penerbitan saham baru (rights issue) yang segera digelar BRI akan mendapatkan sambutan positif dari pasar. Dia memproyeksikan, jika mengacu asumsi 90 hari ke belakang, maka harga pelaksanaan rights issue berada di kisaran Rp 3.900.Adapun tren positif itu menurutnya akan terus berlanjut setelah  holding ketiga perusahaan pelat merah itu berjalan efektif. Saham BBRI  akan terakselerasi dengan cepat, bahkan memungkinkan mencetak rekor di  atas Rp 6.000.
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)  Bhima Yudhistira mangatakan, pasar pembiayaan segmen mikro masih terbuka  lebar. Pasalnya terdapat sebanyak 91,3 juta orang Indonesia yang  sebagian adalah pengusaha mikro masih unbankable atau tidak mendapat  layanan lembaga keuangan formal.
&quot;Jika seluruh hasil right issue BRI atau holding ultra mikro  digunakan untuk memberdayakan usaha ultra mikro, maka efeknya serapan  tenaga kerja dan rasio wirausaha akan meningkat,&quot; ujar Bhima.
Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menambahkan  holding tersebut memiliki potensi yang menjanjikan karena BRI,  Pegadaian, dan PMN bisa berkolaborasi untuk memenuhi pendanaan ultra  mikro. &amp;ldquo;Tidak ada persaingan karena satu holding bakal menaikkan margin  dan membuat pendanaan lebih efektif,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, holding ultramikro  akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih  murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, dan  pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
&quot;Ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia Maju, maka di dalamnya  ada kemajuan segmen ultramikro, melalui penguatan ketahanan ekonomi dan  pertumbuhan berkualitas, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan  kualitas SDM terutama pengusaha Ultra Mikro dengan pemberdayaan melalui  holding ini,&quot; ucap Erick.
Dia menekankan, hadirnya holding dapat memperkuat model bisnis  perseroan masing-masing. BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi  memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan  pemberdayaan usaha ultra mikro.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor di pasar modal menunggu kiprah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk holding ultra mikro BUMN terutama setelah RUPSLB BRI menyetujui aksi korporasi right issue saham BBRI dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
&amp;ldquo;Holding ultra mikro BUMN ini dapat berpengaruh kepada perkembangan pasar modal dan khususnya dunia keuangan perbankan, serta menciptakan ekosistem pembiayaan yang besar dan menjadi pioner pembiayaan untuk pengembangan UMKM di Indonesia,&amp;rdquo; kata pengamat pasar modal Reza Priyambada dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/9/2021).
Baca Juga: Aset BRI Diprediksi Makin Besar Usai Rights Issue
 
Rights issue sebagai bagian dari pembentukan holding yang melibatkan BRI dengan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) ini diharapkan dapat memperluas pendanaan bagi UMKM yang lebih cepat dan murah.
Ia menilai, momentum tersebut menjadi peluang besar bagi bank berkode saham BBRI itu untuk melakukan diversifikasi bisnis, sekaligus ekspansi pasar yang lebih masif di sektor pembiayaan segmen mikro.
Baca Juga: Wamen Tiko: Rights Issue BRI Terbesar dalam Sejarah
 
&amp;ldquo;BRI akan memiliki modal lebih kuat, potensi pengembangan bisnis lebih kuat. Tentunya yang akan diperhatikan pelaku pasar ialah akselerasi dari strategi pertumbuhan setelah adanya penggabungan para entitas tersebut,&amp;rdquo; ujar Reza.
Dari sisi lain, ia optimis penerbitan saham baru (rights issue) yang segera digelar BRI akan mendapatkan sambutan positif dari pasar. Dia memproyeksikan, jika mengacu asumsi 90 hari ke belakang, maka harga pelaksanaan rights issue berada di kisaran Rp 3.900.Adapun tren positif itu menurutnya akan terus berlanjut setelah  holding ketiga perusahaan pelat merah itu berjalan efektif. Saham BBRI  akan terakselerasi dengan cepat, bahkan memungkinkan mencetak rekor di  atas Rp 6.000.
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)  Bhima Yudhistira mangatakan, pasar pembiayaan segmen mikro masih terbuka  lebar. Pasalnya terdapat sebanyak 91,3 juta orang Indonesia yang  sebagian adalah pengusaha mikro masih unbankable atau tidak mendapat  layanan lembaga keuangan formal.
&quot;Jika seluruh hasil right issue BRI atau holding ultra mikro  digunakan untuk memberdayakan usaha ultra mikro, maka efeknya serapan  tenaga kerja dan rasio wirausaha akan meningkat,&quot; ujar Bhima.
Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menambahkan  holding tersebut memiliki potensi yang menjanjikan karena BRI,  Pegadaian, dan PMN bisa berkolaborasi untuk memenuhi pendanaan ultra  mikro. &amp;ldquo;Tidak ada persaingan karena satu holding bakal menaikkan margin  dan membuat pendanaan lebih efektif,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, holding ultramikro  akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih  murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, dan  pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
&quot;Ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia Maju, maka di dalamnya  ada kemajuan segmen ultramikro, melalui penguatan ketahanan ekonomi dan  pertumbuhan berkualitas, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan  kualitas SDM terutama pengusaha Ultra Mikro dengan pemberdayaan melalui  holding ini,&quot; ucap Erick.
Dia menekankan, hadirnya holding dapat memperkuat model bisnis  perseroan masing-masing. BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi  memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan  pemberdayaan usaha ultra mikro.</content:encoded></item></channel></rss>
