<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Terbatas, Harga Minyak Dunia Naik</title><description>Harga minyak dunia naik untuk hari kelima berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2477854/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2477854/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik"/><item><title>Stok Terbatas, Harga Minyak Dunia Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2477854/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2477854/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik</guid><pubDate>Selasa 28 September 2021 06:58 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/28/320/2477854/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-KcpOGaRCvh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/28/320/2477854/stok-terbatas-harga-minyak-dunia-naik-KcpOGaRCvh.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik untuk hari kelima berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak Brent berada di level tertinggi sejak Oktober 2018 dan menuju USD80 per barel, karena investor khawatir tentang pasokan yang lebih ketat di tengah meningkatnya permintaan di beberapa bagian dunia.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD1,44 atau 1,8%, menjadi menetap di USD79,53 per barel, setelah membukukan kenaikan tiga minggu berturut-turut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi 3 Tahun
 
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November terangkat USD1,47 atau 2,0%, menjadi ditutup di USD75,45 per barel, tertinggi sejak Juli, setelah naik selama lima minggu berturut-turut.
Goldman Sachs menaikkan perkiraan akhir tahun sebesar 10 dolar AS untuk minyak mentah Brent menjadi USD90 per barel. Pasokan global telah mengetat karena pemulihan cepat permintaan bahan bakar dari merebaknya varian Delta dari virus corona serta Badai Ida yang menghantam produksi AS.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Sentuh Level Tertinggi
 
&amp;ldquo;Sementara kami telah lama mempertahankan pandangan minyak bullish, defisit pasokan-permintaan global saat ini lebih besar dari yang kami harapkan, dengan pemulihan permintaan global dari dampak Delta bahkan lebih cepat dari perkiraan kami di atas konsensus dan dan dengan pasokan global masih kurang dari perkiraan di bawah konsensus kami,&amp;rdquo; kata Goldman.
Terperangkap oleh rebound permintaan, anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka, yang dikenal sebagai OPEC+, mengalami kesulitan meningkatkan produksi karena kurangnya investasi atau penundaan pemeliharaan akibat pandemi.
&amp;ldquo;Kenaikan harga minyak terus berlanjut melampaui apa yang sebagian besar pedagang perkirakan bullish dan diimpikan beberapa bulan lalu, dan Brent meluncur menuju ambang batas 80 dolar AS per barel mencerminkan pasar minyak mentah yang sangat ketat,&amp;rdquo; kata Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energi.&quot;Kendala pasokan AS akan terus memberikan sisi positif pada harga  minyak, karena pemadaman terkait badai Ida masih akan memengaruhi  pasokan AS pada kuartal pertama 2022.&amp;rdquo;
Permintaan minyak global diperkirakan akan mencapai tingkat  pra-pandemi pada awal tahun depan karena ekonomi pulih, meskipun  kapasitas penyulingan cadangan dapat membebani prospek, kata produsen  dan pedagang pada konferensi industri.
Permintaan global diperkirakan meningkat menjadi 100 juta barel per  hari pada akhir 2021 atau pada kuartal pertama 2022, kata Presiden Hess  Corp, Greg Hill. Dunia mengonsumsi 99,7 juta barel per hari minyak pada  2019, menurut IEA, sebelum pandemi COVID-19 menghantam kegiatan ekonomi  dan permintaan bahan bakar.
Di India, impor minyak mencapai puncak tiga bulan pada Agustus,  rebound dari posisi terendah hampir satu tahun yang disentuh pada Juli,  karena penyulingan di importir minyak mentah terbesar kedua dunia itu  menimbun untuk mengantisipasi permintaan yang lebih tinggi.
Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) telah merencanakan untuk  memasok volume penuh dari semua kadar minyak mentah ke pelanggan  berjangka di Asia pada Desember, beberapa sumber yang mengetahui masalah  tersebut mengatakan pada Senin (27/9).
Ini akan menjadi pertama kalinya sejak jatuhnya harga minyak pada  kuartal kedua tahun lalu ketika pandemi COVID-19 menghancurkan  permintaan bahwa ADNOC tidak menerapkan pemotongan pasokan, kata mereka.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik untuk hari kelima berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak Brent berada di level tertinggi sejak Oktober 2018 dan menuju USD80 per barel, karena investor khawatir tentang pasokan yang lebih ketat di tengah meningkatnya permintaan di beberapa bagian dunia.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD1,44 atau 1,8%, menjadi menetap di USD79,53 per barel, setelah membukukan kenaikan tiga minggu berturut-turut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi 3 Tahun
 
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November terangkat USD1,47 atau 2,0%, menjadi ditutup di USD75,45 per barel, tertinggi sejak Juli, setelah naik selama lima minggu berturut-turut.
Goldman Sachs menaikkan perkiraan akhir tahun sebesar 10 dolar AS untuk minyak mentah Brent menjadi USD90 per barel. Pasokan global telah mengetat karena pemulihan cepat permintaan bahan bakar dari merebaknya varian Delta dari virus corona serta Badai Ida yang menghantam produksi AS.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Sentuh Level Tertinggi
 
&amp;ldquo;Sementara kami telah lama mempertahankan pandangan minyak bullish, defisit pasokan-permintaan global saat ini lebih besar dari yang kami harapkan, dengan pemulihan permintaan global dari dampak Delta bahkan lebih cepat dari perkiraan kami di atas konsensus dan dan dengan pasokan global masih kurang dari perkiraan di bawah konsensus kami,&amp;rdquo; kata Goldman.
Terperangkap oleh rebound permintaan, anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka, yang dikenal sebagai OPEC+, mengalami kesulitan meningkatkan produksi karena kurangnya investasi atau penundaan pemeliharaan akibat pandemi.
&amp;ldquo;Kenaikan harga minyak terus berlanjut melampaui apa yang sebagian besar pedagang perkirakan bullish dan diimpikan beberapa bulan lalu, dan Brent meluncur menuju ambang batas 80 dolar AS per barel mencerminkan pasar minyak mentah yang sangat ketat,&amp;rdquo; kata Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energi.&quot;Kendala pasokan AS akan terus memberikan sisi positif pada harga  minyak, karena pemadaman terkait badai Ida masih akan memengaruhi  pasokan AS pada kuartal pertama 2022.&amp;rdquo;
Permintaan minyak global diperkirakan akan mencapai tingkat  pra-pandemi pada awal tahun depan karena ekonomi pulih, meskipun  kapasitas penyulingan cadangan dapat membebani prospek, kata produsen  dan pedagang pada konferensi industri.
Permintaan global diperkirakan meningkat menjadi 100 juta barel per  hari pada akhir 2021 atau pada kuartal pertama 2022, kata Presiden Hess  Corp, Greg Hill. Dunia mengonsumsi 99,7 juta barel per hari minyak pada  2019, menurut IEA, sebelum pandemi COVID-19 menghantam kegiatan ekonomi  dan permintaan bahan bakar.
Di India, impor minyak mencapai puncak tiga bulan pada Agustus,  rebound dari posisi terendah hampir satu tahun yang disentuh pada Juli,  karena penyulingan di importir minyak mentah terbesar kedua dunia itu  menimbun untuk mengantisipasi permintaan yang lebih tinggi.
Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) telah merencanakan untuk  memasok volume penuh dari semua kadar minyak mentah ke pelanggan  berjangka di Asia pada Desember, beberapa sumber yang mengetahui masalah  tersebut mengatakan pada Senin (27/9).
Ini akan menjadi pertama kalinya sejak jatuhnya harga minyak pada  kuartal kedua tahun lalu ketika pandemi COVID-19 menghancurkan  permintaan bahwa ADNOC tidak menerapkan pemotongan pasokan, kata mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
