<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia Sebut Ekonomi RI Tumbuh 3,7% Tahun Ini</title><description>Bank Dunia meramal ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 3,7%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2478084/bank-dunia-sebut-ekonomi-ri-tumbuh-3-7-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2478084/bank-dunia-sebut-ekonomi-ri-tumbuh-3-7-tahun-ini"/><item><title>Bank Dunia Sebut Ekonomi RI Tumbuh 3,7% Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2478084/bank-dunia-sebut-ekonomi-ri-tumbuh-3-7-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/28/320/2478084/bank-dunia-sebut-ekonomi-ri-tumbuh-3-7-tahun-ini</guid><pubDate>Selasa 28 September 2021 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/28/320/2478084/bank-dunia-sebut-ekonomi-ri-tumbuh-3-7-tahun-ini-K0DpopXcSx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi 2021 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/28/320/2478084/bank-dunia-sebut-ekonomi-ri-tumbuh-3-7-tahun-ini-K0DpopXcSx.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi 2021 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Dunia meramal ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 3,7%. Prediksi ini lebih rendah dari yang dilakukan pada April lalu yaitu 4,4% akibat kenaikan kasus COVID-19 terutama varian Delta.
&amp;ldquo;Kapasitas pemerintah menjalankan strategi secara cerdas menjadi penting. Instrumen 3T bisa mengatasi varian Delta yang mudah menular,&amp;rdquo; kata Kepala Ekonom Bank Dunia Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo dalam World Bank East Asia and Pacific Economic Update Briefing di Jakarta, Selasa (28/9/2021).
Baca Juga: Soal Skandal Manipulasi Data Kemudahan Berbisnis Bank Dunia, Bahlil: Ya Gitu Deh
 
Matto menyatakan program vaksinasi adalah upaya penting untuk memulihkan ekonomi tidak hanya bagi Indonesia melainkan juga negara-negara lain di Kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Dia menyebutkan banyak negara yang program vaksinasinya akan mencapai 60% dari populasi pada beberapa bulan ke depan bahkan untuk Indonesia dan Filipina diprediksi tercapai pada pertengahan tahun depan.
Baca Juga: Mari Elka Bilang Sudah Ada Tanda-Tanda Pemulihan Ekonomi 
 
&amp;ldquo;Indonesia dan Filipina mudah-mudahan akan bisa mencapai batasan ini pada pertengahan tahun depan,&amp;rdquo; ujarnya.
Mattoo menjelaskan pencapaian tingkat vaksinasi akan memberikan sinyal bahwa mobilitas siap dimulai kembali sehingga perekonomian mampu normal dan bangkit.Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya vaksinasi saja tidak  cukup karena terdapat negara-negara yang memiliki tingkat vaksinasi  tinggi namun ekonominya masih buruk.
Oleh sebab itu, Matto menyarankan agar langkah testing, tracing, dan  isolation harus terus dilakukan pemerintah sembari masyarakat tetap  melaksanakan disiplin protokol kesehatan.
Bank Dunia pun memprediksikan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan mencapai 5,2% sedangkan pada 2023 mampu mencapai 5,1%.
&amp;ldquo;Pertumbuhan itu bisa pulih sekitar 4,5% sampai 5% dalam beberapa  tahun ke depan karena adanya kebijakan ekonomi makro yang sangat  suportif,&amp;rdquo; kata Matto.
Selain vaksinasi, Matto mengatakan pertumbuhan juga akan dicapai  melalui upaya lain yaitu kebijakan ekonomi makro yang suportif, langkah  reformasi, serta adanya Undang-Undang baru.
&amp;ldquo;UU baru jadi untuk beberapa alasan kita cukup optimistik,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Dunia meramal ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 3,7%. Prediksi ini lebih rendah dari yang dilakukan pada April lalu yaitu 4,4% akibat kenaikan kasus COVID-19 terutama varian Delta.
&amp;ldquo;Kapasitas pemerintah menjalankan strategi secara cerdas menjadi penting. Instrumen 3T bisa mengatasi varian Delta yang mudah menular,&amp;rdquo; kata Kepala Ekonom Bank Dunia Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo dalam World Bank East Asia and Pacific Economic Update Briefing di Jakarta, Selasa (28/9/2021).
Baca Juga: Soal Skandal Manipulasi Data Kemudahan Berbisnis Bank Dunia, Bahlil: Ya Gitu Deh
 
Matto menyatakan program vaksinasi adalah upaya penting untuk memulihkan ekonomi tidak hanya bagi Indonesia melainkan juga negara-negara lain di Kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Dia menyebutkan banyak negara yang program vaksinasinya akan mencapai 60% dari populasi pada beberapa bulan ke depan bahkan untuk Indonesia dan Filipina diprediksi tercapai pada pertengahan tahun depan.
Baca Juga: Mari Elka Bilang Sudah Ada Tanda-Tanda Pemulihan Ekonomi 
 
&amp;ldquo;Indonesia dan Filipina mudah-mudahan akan bisa mencapai batasan ini pada pertengahan tahun depan,&amp;rdquo; ujarnya.
Mattoo menjelaskan pencapaian tingkat vaksinasi akan memberikan sinyal bahwa mobilitas siap dimulai kembali sehingga perekonomian mampu normal dan bangkit.Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya vaksinasi saja tidak  cukup karena terdapat negara-negara yang memiliki tingkat vaksinasi  tinggi namun ekonominya masih buruk.
Oleh sebab itu, Matto menyarankan agar langkah testing, tracing, dan  isolation harus terus dilakukan pemerintah sembari masyarakat tetap  melaksanakan disiplin protokol kesehatan.
Bank Dunia pun memprediksikan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan mencapai 5,2% sedangkan pada 2023 mampu mencapai 5,1%.
&amp;ldquo;Pertumbuhan itu bisa pulih sekitar 4,5% sampai 5% dalam beberapa  tahun ke depan karena adanya kebijakan ekonomi makro yang sangat  suportif,&amp;rdquo; kata Matto.
Selain vaksinasi, Matto mengatakan pertumbuhan juga akan dicapai  melalui upaya lain yaitu kebijakan ekonomi makro yang suportif, langkah  reformasi, serta adanya Undang-Undang baru.
&amp;ldquo;UU baru jadi untuk beberapa alasan kita cukup optimistik,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
