<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KRAS Bakal Tambah Saham di Krakatau Posco Jadi 50%</title><description>PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan menambah saham pada perusahaan patungan PT Krakatau Posco menjadi 50% dari saat ini 30%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/30/278/2479232/kras-bakal-tambah-saham-di-krakatau-posco-jadi-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/30/278/2479232/kras-bakal-tambah-saham-di-krakatau-posco-jadi-50"/><item><title>KRAS Bakal Tambah Saham di Krakatau Posco Jadi 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/30/278/2479232/kras-bakal-tambah-saham-di-krakatau-posco-jadi-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/30/278/2479232/kras-bakal-tambah-saham-di-krakatau-posco-jadi-50</guid><pubDate>Kamis 30 September 2021 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/30/278/2479232/kras-bakal-tambah-saham-di-krakatau-posco-jadi-50-qvpMVZKhBG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krakatau Steel bakal tambah saham Krakatau Posco (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/30/278/2479232/kras-bakal-tambah-saham-di-krakatau-posco-jadi-50-qvpMVZKhBG.jpg</image><title>Krakatau Steel bakal tambah saham Krakatau Posco (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian BUMN mengharapkan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bisa menambah saham pada perusahaan patungan PT Krakatau Posco menjadi 50% dari saat ini 30%. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan dan pertumbuhan bisnis
&amp;ldquo;Bersama Posco, kami negosiasi dari tadinya minoritas, paling tidak 50:50 karena partnership dengan Posco ini luar biasa. Saya berterima kasih kerja sama dengan Posco selama 6-7 tahun terakhir ini net income sangat positif dari Posco,&quot; kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, kemarin.
Baca Juga: KPK Terima Laporan Erick Thohir Dugaan Korupsi di Krakatau Steel
 
Disampaikannya, saat ini dirinya bersama direksi Krakatau Steel tengah melakukan negosiasi dengan mitra Korea Selatan tersebut. Dimana apabila akuisisi dijalankan, maka porsi kepemilikan saham KRAS tersebut di Krakatau Posco akan imbang dengan kepemilikan mitra strategisnya Pohang Iron and Steel Company (Posco).
Seperti diketahui, Krakatau Posco mengelola pabrik baja terintegrasi dengan teknologi blast furnace pertama di Indonesia yang mulai beroperasi sejak 2014.
Baca Juga: Utang Krakatau Steel Rp31 Triliun, Erick Thohir Soroti Proyek Ini
Dia juga mengapresiasi respons positif Posco yang memiliki nilai pasar terbesar di dunia sebagai produsen baja tersebut. Pasalnya, Posco bisa saja menolak keinginan pemerintah untuk menambah sahamnya di anak usaha yang fokus memproduksi baja tersebut. &quot;Pendekatan B to B secara profesional saya juga datang beberapa kali, ini membuat mitra kita percaya diri,&quot; urainya.
Erick juga menegaskan, industri baja impor masih banyak yang perlu  diperbaiki dan Indonesia wajib menjaga rantai pasoknya agar mengurangi  impor baja, sehingga memberikan produk berkualitas dengan harga  kompetitif. &quot;Kami efisiensi juga besar-besaran. Akhirnya restrukturisasi  utang, perbaikan arus kas, ada proyek-proyek berjalan baik, efisiensi,  akhirnya yang tadinya KRAS 8 tahun rugi, sekarang bisa untung Rp800  miliar,&quot; katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menerangkan  proyek blast furnace diinisiasi pada 2008 dan memasuki masa konstruksi  pada tahun 2012, jauh sebelum dirinya bergabung di Krakatau Steel pada  akhir 2018 telah mendapatkan penyelesaiannya.
&quot;Manajemen saat ini sudah  mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa  jadi produktif,&amp;rdquo; jelasnya.
Silmy melanjutkan bahwa saat ini Krakatau Steel sudah memiliki dua  calon mitra strategis, bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum  of Agreement (MOA) dengan Krakatau Steel. Satu mitra lagi sudah  menyampaikan surat minat untuk bekerja sama dalam hal blast furnace.  Artinya sudah ada solusi atas proyek blast furnace. Ditargetkan pada  kuartal III/2022 akan dioperasikan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian BUMN mengharapkan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bisa menambah saham pada perusahaan patungan PT Krakatau Posco menjadi 50% dari saat ini 30%. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan dan pertumbuhan bisnis
&amp;ldquo;Bersama Posco, kami negosiasi dari tadinya minoritas, paling tidak 50:50 karena partnership dengan Posco ini luar biasa. Saya berterima kasih kerja sama dengan Posco selama 6-7 tahun terakhir ini net income sangat positif dari Posco,&quot; kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, kemarin.
Baca Juga: KPK Terima Laporan Erick Thohir Dugaan Korupsi di Krakatau Steel
 
Disampaikannya, saat ini dirinya bersama direksi Krakatau Steel tengah melakukan negosiasi dengan mitra Korea Selatan tersebut. Dimana apabila akuisisi dijalankan, maka porsi kepemilikan saham KRAS tersebut di Krakatau Posco akan imbang dengan kepemilikan mitra strategisnya Pohang Iron and Steel Company (Posco).
Seperti diketahui, Krakatau Posco mengelola pabrik baja terintegrasi dengan teknologi blast furnace pertama di Indonesia yang mulai beroperasi sejak 2014.
Baca Juga: Utang Krakatau Steel Rp31 Triliun, Erick Thohir Soroti Proyek Ini
Dia juga mengapresiasi respons positif Posco yang memiliki nilai pasar terbesar di dunia sebagai produsen baja tersebut. Pasalnya, Posco bisa saja menolak keinginan pemerintah untuk menambah sahamnya di anak usaha yang fokus memproduksi baja tersebut. &quot;Pendekatan B to B secara profesional saya juga datang beberapa kali, ini membuat mitra kita percaya diri,&quot; urainya.
Erick juga menegaskan, industri baja impor masih banyak yang perlu  diperbaiki dan Indonesia wajib menjaga rantai pasoknya agar mengurangi  impor baja, sehingga memberikan produk berkualitas dengan harga  kompetitif. &quot;Kami efisiensi juga besar-besaran. Akhirnya restrukturisasi  utang, perbaikan arus kas, ada proyek-proyek berjalan baik, efisiensi,  akhirnya yang tadinya KRAS 8 tahun rugi, sekarang bisa untung Rp800  miliar,&quot; katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menerangkan  proyek blast furnace diinisiasi pada 2008 dan memasuki masa konstruksi  pada tahun 2012, jauh sebelum dirinya bergabung di Krakatau Steel pada  akhir 2018 telah mendapatkan penyelesaiannya.
&quot;Manajemen saat ini sudah  mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa  jadi produktif,&amp;rdquo; jelasnya.
Silmy melanjutkan bahwa saat ini Krakatau Steel sudah memiliki dua  calon mitra strategis, bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum  of Agreement (MOA) dengan Krakatau Steel. Satu mitra lagi sudah  menyampaikan surat minat untuk bekerja sama dalam hal blast furnace.  Artinya sudah ada solusi atas proyek blast furnace. Ditargetkan pada  kuartal III/2022 akan dioperasikan.</content:encoded></item></channel></rss>
