<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: September Deflasi 0,04%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada bulan September terjadi deflasi 0,04%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/01/320/2479650/bps-september-deflasi-0-04</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/01/320/2479650/bps-september-deflasi-0-04"/><item><title>BPS: September Deflasi 0,04%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/01/320/2479650/bps-september-deflasi-0-04</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/01/320/2479650/bps-september-deflasi-0-04</guid><pubDate>Jum'at 01 Oktober 2021 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/01/320/2479650/bps-september-deflasi-0-04-dmOk8VwqJX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS catat September 2021 terjadi deflasi 0,04% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/01/320/2479650/bps-september-deflasi-0-04-dmOk8VwqJX.jpg</image><title>BPS catat September 2021 terjadi deflasi 0,04% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada bulan September terjadi deflasi 0,04%. Adapun inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,80% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,60%.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan terjadinya deflasi dikarenakan penurunan harga yang terjadi.
Baca Juga: Kacau! Begini Kondisi Ekonomi Indonesia saat Peristiwa G30S PKI
 
&quot;Perkembangan harga secara umum terjadi penurunan. Terjadi deflasi 0,04% atau terjadi  penurunanan indeks harga konsumen 106,57 pada Agustus menjadi 106,53 pada September 2021,&quot; kata Margo dalam video virtual, Jumat (1/10/2021)
Baca Juga: G30S PKI, Boediono Kisahkan Dahsyatnya Hiperinflasi: Masyarakat Tak Mau Pegang Uang
 
Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen) terdapat 56 kota mengalami deflasi. Dan 34 mengalami inflasi. Rinciannya, deflasi tertinggi terjadi pada daerah Gorontalo sebesar 0,90% dan terendah di daerah Tanjung dengan nilai 0,01%.&quot;Penyebab deflasi adalah penyumbang utamanya adalah komoditas cabai  rawit 0,47% andilnya, ikan tuna 0,13% dan ikan layang 0,11%,&quot; katanya.
Sedangkan, 34 kota inflasi terjadi tertinggi di daerah Pangkal Pinang  sebesar 0,60%. Lalu,  inflasi terendah pada Surakarta 0,01%.
&quot;Kalau kita perhatikan penyumbang terbesar daging ayam ras 0,26% , ikan selar 0,18% dan bayam 0,08%,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada bulan September terjadi deflasi 0,04%. Adapun inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,80% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,60%.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan terjadinya deflasi dikarenakan penurunan harga yang terjadi.
Baca Juga: Kacau! Begini Kondisi Ekonomi Indonesia saat Peristiwa G30S PKI
 
&quot;Perkembangan harga secara umum terjadi penurunan. Terjadi deflasi 0,04% atau terjadi  penurunanan indeks harga konsumen 106,57 pada Agustus menjadi 106,53 pada September 2021,&quot; kata Margo dalam video virtual, Jumat (1/10/2021)
Baca Juga: G30S PKI, Boediono Kisahkan Dahsyatnya Hiperinflasi: Masyarakat Tak Mau Pegang Uang
 
Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen) terdapat 56 kota mengalami deflasi. Dan 34 mengalami inflasi. Rinciannya, deflasi tertinggi terjadi pada daerah Gorontalo sebesar 0,90% dan terendah di daerah Tanjung dengan nilai 0,01%.&quot;Penyebab deflasi adalah penyumbang utamanya adalah komoditas cabai  rawit 0,47% andilnya, ikan tuna 0,13% dan ikan layang 0,11%,&quot; katanya.
Sedangkan, 34 kota inflasi terjadi tertinggi di daerah Pangkal Pinang  sebesar 0,60%. Lalu,  inflasi terendah pada Surakarta 0,01%.
&quot;Kalau kita perhatikan penyumbang terbesar daging ayam ras 0,26% , ikan selar 0,18% dan bayam 0,08%,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
