<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Menguat Terangkat Data Ekonomi AS</title><description>Wall Street melonjak pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/278/2480130/wall-street-menguat-terangkat-data-ekonomi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/278/2480130/wall-street-menguat-terangkat-data-ekonomi-as"/><item><title>Wall Street Menguat Terangkat Data Ekonomi AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/278/2480130/wall-street-menguat-terangkat-data-ekonomi-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/278/2480130/wall-street-menguat-terangkat-data-ekonomi-as</guid><pubDate>Sabtu 02 Oktober 2021 07:35 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/02/278/2480130/wall-street-menguat-terangkat-data-ekonomi-as-Ul7d7XzE8Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup menguat (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/02/278/2480130/wall-street-menguat-terangkat-data-ekonomi-as-Ul7d7XzE8Y.jpg</image><title>Wall Street ditutup menguat (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street melonjak pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS memasuki kuartal terakhir tahun ini dengan sentimen beli didorong oleh data ekonomi yang positif, kemajuan dalam pertempuran melawan COVID, serta perkembangan Washington tentang kemungkinan pengesahan RUU infrastruktur.
Indeks Dow Jones Industrial Average melambung 482,54 poin atau 1,43%, menjadi menetap di 34.326,46 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 49,50 poin atau 1,15%, menjadi berakhir di 4.357,04 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 118,12 poin atau 0,82%, menjadi 14.566,70 poin.
Baca Juga: Wall Street Anjlok, Dow Jones Merosot 1,5%
 
Sepuluh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan jasa-jasa komunikasi masing-masing terangkat 3,3% dan 1,78%, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan satu-satunya kelompok yang menurun terbebani penurunan 11,4% saham pembuat vaksin COVID Moderna Inc.
Ketiga indeks utama saham AS bergerak naik-turun di awal sesi, tetapi mulai ke tren lebih tinggi pada sore hari, dipimpin oleh saham-saham siklikal yang sensitif secara ekonomi.
Baca Juga: Wall Street Bergerak 2 Arah, Indeks S&amp;amp;P 500 dan Dow Menguat
 
Reli mendapatkan momentum setelah Gedung Putih mengumumkan Presiden AS Joe Biden semakin terlibat dalam negosiasi mengenai RUU belanja infrastruktur yang sedang diperdebatkan di Capitol Hill.
Meski begitu, ketiga indeks berakhir di bawah penutupan Jumat lalu (24/9/2021), jatuh antara 1,4% dan 3,2%, dengan indeks S&amp;amp;P 500 dan Komposit Nasdaq membukukan%tase penurunan mingguan terbesar sejak Februari.
&amp;ldquo;Ada pemulihan berbasis luas hari ini. Pasar tidak terpaku hari ini pada pajak baru atau tapering,&quot; kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York.&quot;Dalam pergeseran dari beberapa minggu terakhir tidak ada berita  besar dari Washington, sehingga pasar dipaksa untuk fokus pada data  ekonomi positif dan pengobatan baru COVID.&quot;
Merck &amp;amp; Co Inc mengungkapkan bahwa sebuah penelitian baru-baru  ini menunjukkan obat oral eksperimental untuk COVID-19 mengurangi risiko  kematian dan rawat inap sekitar 50%, membuat sahamnya melonjak 8,4% dan  meningkatkan sentimen pembukaan kembali ekonomi.
Sementara Biden menandatangani menjadi undang-undang RUU darurat  untuk menjaga pemerintah tetap berjalan hingga 3 Desember, anggota  parlemen hanya berhasil menunda menghadapi masalah yang sulit.
Kurangnya resolusi ini mendorong lembaga pemeringkat Fitch untuk  memperingatkan bahwa peringkat kredit 'AAA' Amerika Serikat dapat  berisiko.
&quot;Pasar tidak percaya utang akan diturunkan peringkatnya atau  kesepakatan plafon utang tidak akan tercapai, tetapi masih menambah  ketidakpastian yang selalu menjadi masalah bagi pasar,&quot; tambah Carter.
Sejumlah data ekonomi yang dirilis pada Jumat (1/10/2021) menunjukkan  peningkatan belanja konsumen, aktivitas pabrik yang kian cepat dan  pertumbuhan inflasi yang meningkat, yang dapat membantu mendorong  Federal Reserve AS untuk mempersingkat waktunya untuk memperketat  kebijakan moneter yang akomodatif.
Presiden Fed Philadelphia, Patrick Harker mengulangi pandangannya  yang diungkapkan dalam pidatonya pada Rabu (29/9/2021) bahwa dia yakin  bank sentral harus mulai mengurangi pembelian asetnya &quot;segera,&quot; tetapi  menegaskan kembali bahwa dia tidak memperkirakan untuk menaikkan suku  bunga utama hingga akhir tahun depan atau awal 2023.
Optimisme ekonomi mendorong value stock - saham yang harganya berada  di bawah nilai intrinsiknya - mengungguli saham pertumbuhan, serta saham  transportasi dan kapitalisasi kecil berjalan lebih baik daripada pasar  yang lebih luas.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,02 miliar saham,  dibandingkan dengan rata-rata 10,70 miliar selama 20 hari perdagangan  terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street melonjak pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS memasuki kuartal terakhir tahun ini dengan sentimen beli didorong oleh data ekonomi yang positif, kemajuan dalam pertempuran melawan COVID, serta perkembangan Washington tentang kemungkinan pengesahan RUU infrastruktur.
Indeks Dow Jones Industrial Average melambung 482,54 poin atau 1,43%, menjadi menetap di 34.326,46 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 49,50 poin atau 1,15%, menjadi berakhir di 4.357,04 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 118,12 poin atau 0,82%, menjadi 14.566,70 poin.
Baca Juga: Wall Street Anjlok, Dow Jones Merosot 1,5%
 
Sepuluh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan jasa-jasa komunikasi masing-masing terangkat 3,3% dan 1,78%, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan satu-satunya kelompok yang menurun terbebani penurunan 11,4% saham pembuat vaksin COVID Moderna Inc.
Ketiga indeks utama saham AS bergerak naik-turun di awal sesi, tetapi mulai ke tren lebih tinggi pada sore hari, dipimpin oleh saham-saham siklikal yang sensitif secara ekonomi.
Baca Juga: Wall Street Bergerak 2 Arah, Indeks S&amp;amp;P 500 dan Dow Menguat
 
Reli mendapatkan momentum setelah Gedung Putih mengumumkan Presiden AS Joe Biden semakin terlibat dalam negosiasi mengenai RUU belanja infrastruktur yang sedang diperdebatkan di Capitol Hill.
Meski begitu, ketiga indeks berakhir di bawah penutupan Jumat lalu (24/9/2021), jatuh antara 1,4% dan 3,2%, dengan indeks S&amp;amp;P 500 dan Komposit Nasdaq membukukan%tase penurunan mingguan terbesar sejak Februari.
&amp;ldquo;Ada pemulihan berbasis luas hari ini. Pasar tidak terpaku hari ini pada pajak baru atau tapering,&quot; kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York.&quot;Dalam pergeseran dari beberapa minggu terakhir tidak ada berita  besar dari Washington, sehingga pasar dipaksa untuk fokus pada data  ekonomi positif dan pengobatan baru COVID.&quot;
Merck &amp;amp; Co Inc mengungkapkan bahwa sebuah penelitian baru-baru  ini menunjukkan obat oral eksperimental untuk COVID-19 mengurangi risiko  kematian dan rawat inap sekitar 50%, membuat sahamnya melonjak 8,4% dan  meningkatkan sentimen pembukaan kembali ekonomi.
Sementara Biden menandatangani menjadi undang-undang RUU darurat  untuk menjaga pemerintah tetap berjalan hingga 3 Desember, anggota  parlemen hanya berhasil menunda menghadapi masalah yang sulit.
Kurangnya resolusi ini mendorong lembaga pemeringkat Fitch untuk  memperingatkan bahwa peringkat kredit 'AAA' Amerika Serikat dapat  berisiko.
&quot;Pasar tidak percaya utang akan diturunkan peringkatnya atau  kesepakatan plafon utang tidak akan tercapai, tetapi masih menambah  ketidakpastian yang selalu menjadi masalah bagi pasar,&quot; tambah Carter.
Sejumlah data ekonomi yang dirilis pada Jumat (1/10/2021) menunjukkan  peningkatan belanja konsumen, aktivitas pabrik yang kian cepat dan  pertumbuhan inflasi yang meningkat, yang dapat membantu mendorong  Federal Reserve AS untuk mempersingkat waktunya untuk memperketat  kebijakan moneter yang akomodatif.
Presiden Fed Philadelphia, Patrick Harker mengulangi pandangannya  yang diungkapkan dalam pidatonya pada Rabu (29/9/2021) bahwa dia yakin  bank sentral harus mulai mengurangi pembelian asetnya &quot;segera,&quot; tetapi  menegaskan kembali bahwa dia tidak memperkirakan untuk menaikkan suku  bunga utama hingga akhir tahun depan atau awal 2023.
Optimisme ekonomi mendorong value stock - saham yang harganya berada  di bawah nilai intrinsiknya - mengungguli saham pertumbuhan, serta saham  transportasi dan kapitalisasi kecil berjalan lebih baik daripada pasar  yang lebih luas.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,02 miliar saham,  dibandingkan dengan rata-rata 10,70 miliar selama 20 hari perdagangan  terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
