<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC+</title><description>Harga minyak dunia menguat menetap di atas USD78 per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480114/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480114/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC+</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480114/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480114/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec</guid><pubDate>Sabtu 02 Oktober 2021 06:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/02/320/2480114/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec-RQd6Y7Flc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/02/320/2480114/harga-minyak-dunia-naik-jelang-pertemuan-opec-RQd6Y7Flc3.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia menguat menetap di atas USD78 per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak dunia menguat di tengah ekspektasi bahwa para menteri OPEC akan mempertahankan kecepatan yang stabil dalam meningkatkan pasokan mereka.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 97 sen atau 1,2%, menjadi menetap di USD79,28 per barel dalam kenaikan mingguan keempat. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 85 sen menjadi ditutup di USD75,88 per barel dalam kenaikan minggu keenam.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bervariasi, WTI Dibanderol USD75/Barel
 
Untuk minggu ini, kontrak acuan minyak mentah AS melonjak 2,6%, sementara minyak mentah Brent terangkat 2,7%, berdasarkan kontrak bulan depan. Brent telah meningkat lebih dari 50% tahun ini dan mencapai tertinggi tiga tahun di USD80,75 pada Selasa (28/9/2021).
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada Senin (4/10/2021). Kelompok ini perlahan-lahan memotong rekor pengurangan produksi yang dibuat tahun lalu, meskipun sumber mengatakan sedang mempertimbangkan untuk berbuat lebih banyak untuk meningkatkan produksi.
Baca Juga: Stok AS Naik, Harga Minyak Dunia Turun Lagi
 
OPEC+ menghadapi tekanan dari konsumen seperti Amerika Serikat dan India untuk memproduksi lebih banyak guna membantu menurunkan harga karena permintaan telah pulih lebih cepat dari yang diperkirakan di beberapa bagian dunia.
&quot;Jika OPEC+ tetap pada skenario dan hanya memberikan peningkatan 400.000 barel per hari yang direncanakan pada November, pasar energi akan segera melihat harga minyak 90 dolar AS,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, menambahkan bahwa setiap kenaikan yang lebih kecil dari 600.000 barel akan meningkatkan harga.Minyak juga mendapat dukungan karena lonjakan harga gas alam secara  global mendorong produsen listrik untuk menjauh dari gas.  Generator-generator di Pakistan, Bangladesh dan Timur Tengah telah mulai  mengganti bahan bakar.
&quot;Alasan yang paling mungkin untuk harga minyak yang stabil adalah  bahwa investor percaya kesenjangan pasokan-permintaan akan melebar  karena krisis listrik memburuk,&quot; kata Naeem Aslam, analis di Avatrade.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan  gas alam untuk minggu keempat berturut-turut karena lebih banyak unit  lepas pantai yang dilanda badai kembali beroperasi di Teluk Meksiko.
Jumlah rig naik 7 menjadi 528 rig dalam seminggu hingga 1 Oktober,  tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co  mengatakan dalam laporannya pada Jumat (1/10/2021).</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia menguat menetap di atas USD78 per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak dunia menguat di tengah ekspektasi bahwa para menteri OPEC akan mempertahankan kecepatan yang stabil dalam meningkatkan pasokan mereka.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 97 sen atau 1,2%, menjadi menetap di USD79,28 per barel dalam kenaikan mingguan keempat. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 85 sen menjadi ditutup di USD75,88 per barel dalam kenaikan minggu keenam.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bervariasi, WTI Dibanderol USD75/Barel
 
Untuk minggu ini, kontrak acuan minyak mentah AS melonjak 2,6%, sementara minyak mentah Brent terangkat 2,7%, berdasarkan kontrak bulan depan. Brent telah meningkat lebih dari 50% tahun ini dan mencapai tertinggi tiga tahun di USD80,75 pada Selasa (28/9/2021).
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada Senin (4/10/2021). Kelompok ini perlahan-lahan memotong rekor pengurangan produksi yang dibuat tahun lalu, meskipun sumber mengatakan sedang mempertimbangkan untuk berbuat lebih banyak untuk meningkatkan produksi.
Baca Juga: Stok AS Naik, Harga Minyak Dunia Turun Lagi
 
OPEC+ menghadapi tekanan dari konsumen seperti Amerika Serikat dan India untuk memproduksi lebih banyak guna membantu menurunkan harga karena permintaan telah pulih lebih cepat dari yang diperkirakan di beberapa bagian dunia.
&quot;Jika OPEC+ tetap pada skenario dan hanya memberikan peningkatan 400.000 barel per hari yang direncanakan pada November, pasar energi akan segera melihat harga minyak 90 dolar AS,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, menambahkan bahwa setiap kenaikan yang lebih kecil dari 600.000 barel akan meningkatkan harga.Minyak juga mendapat dukungan karena lonjakan harga gas alam secara  global mendorong produsen listrik untuk menjauh dari gas.  Generator-generator di Pakistan, Bangladesh dan Timur Tengah telah mulai  mengganti bahan bakar.
&quot;Alasan yang paling mungkin untuk harga minyak yang stabil adalah  bahwa investor percaya kesenjangan pasokan-permintaan akan melebar  karena krisis listrik memburuk,&quot; kata Naeem Aslam, analis di Avatrade.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan  gas alam untuk minggu keempat berturut-turut karena lebih banyak unit  lepas pantai yang dilanda badai kembali beroperasi di Teluk Meksiko.
Jumlah rig naik 7 menjadi 528 rig dalam seminggu hingga 1 Oktober,  tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co  mengatakan dalam laporannya pada Jumat (1/10/2021).</content:encoded></item></channel></rss>
