<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Topang Gas Bumi di Jawa Tengah, PGN Optimalkan Jaringan Infrastuktur Transmisi</title><description>PT PGN Tbk mengoptimalkan  infrastruktur transmisi, dalam rangka menyediakan pasokan dan layanan  gas bumi di Jawa Tengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480314/topang-gas-bumi-di-jawa-tengah-pgn-optimalkan-jaringan-infrastuktur-transmisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480314/topang-gas-bumi-di-jawa-tengah-pgn-optimalkan-jaringan-infrastuktur-transmisi"/><item><title>Topang Gas Bumi di Jawa Tengah, PGN Optimalkan Jaringan Infrastuktur Transmisi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480314/topang-gas-bumi-di-jawa-tengah-pgn-optimalkan-jaringan-infrastuktur-transmisi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/320/2480314/topang-gas-bumi-di-jawa-tengah-pgn-optimalkan-jaringan-infrastuktur-transmisi</guid><pubDate>Sabtu 02 Oktober 2021 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/02/320/2480314/topang-gas-bumi-di-jawa-tengah-pgn-optimalkan-jaringan-infrastuktur-transmisi-JqDlKtfKP0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaringan gas PGN (Foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/02/320/2480314/topang-gas-bumi-di-jawa-tengah-pgn-optimalkan-jaringan-infrastuktur-transmisi-JqDlKtfKP0.jpg</image><title>Jaringan gas PGN (Foto: Okezone) </title></images><description>JAKARTA - PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina mengoptimalkan infrastruktur transmisi, dalam rangka menyediakan pasokan dan layanan gas bumi di Jawa Tengah.
Salah satunya melalui entitas anak perusahaan PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), Subholding Gas membangun dan mengoperasikan ruas pipa transmisi gas bumi Kalimantan - Jawa Phase I (Kalija 1).
Pipa transmisi gas Kalija 1 berdiameter 14 inchi sepanjang &amp;plusmn; 200 km yang terdiri dari jaringan pipa offshore dan nearshore, serta Onshore Receiving Facilities (ORF). Sepanjang Tahun 2021, realisasi penyaluran transportasi gas melalui Pipa Kalija 1 sebesar 20,65 BBTUD.
Pipa Kalija menghubungkan sumur gas bumi milik Saka Energi Muriah Ltd. di Kepodang (Lapangan Kepodang), menuju ORF KJG Tambak Lorok dan Unit Bisnis Pembangkit Indonesia Power &amp;ndash; PT PLN di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah sebagai end user.
Baca Juga: Wih! Laba PGN (PGAS) Meroket 2.800%
 
Pada Mei 2021, telah diselesaikan pembangunan pipa jumperline dari pipa di Upstream Meter KJG ke Pipa interkoneksi Tambak Rejo Tambak Lorok (TRTL).
Direktur Utama KJG, Toto Yulianto mengatakan setelah diresmikannya jumperline di Tambak Lorok, penyaluran gas bumi dari Lapangan Kepodang melalui jaringan Kalija 1 untuk Jawa Tengah dapat lebih fleksibel dan handal.
Baca Juga: PGAS Batalkan Public Expose Bahas Laporan Keuangan, Ada Apa?
 
Kemudian kata dia, tidak hanya ke pembangkit listrik, penyaluran gas bumi akan lebih luas hingga sektor industri, SPBG Kaligawe, dan mother station CNG Semarang.
Di Mother Station CNG Semarang, bersama Pertagas Niaga, gas akan dikompres menjadi CNG untuk diniagakan ke market non pipeline. Mother Station menggunakan 4 compressor kapasitas 1.300 m&amp;sup3;/ jam atau setara dengan 3 BBTUD.
&amp;ldquo;Pipa jumperline digunakan untuk penyaluran gas untuk industri dengan melakukan pengembangan pipa distribusi dari Tambak Lorok sampai dengan Mangkang dan KIK Kendal,&amp;rdquo; ujar Toto, Sabtu (2/10/2021).Di sektor industri, gas bumi disalurkan ke industri Demak termasuk PT  Aroma Kopi sampai &amp;plusmn; 2,5 BBTUD. Hingga saat ini, PGN di area Semarang  dan sekitarnya melayani 14 pelanggan komersial industri, 6 pelanggan  kecil UMKM, dan 13.700 pelanggan rumah tangga di wilayah Jawa Tengah.  Total penyaluran gasnya sekitar 17 BBTUD.
Selain itu, jumperline tambak lorok juga digunakan untuk mendukung PT  Rekind untuk commissioning Lapangan Jambaran Tiung Biru dengan  kebutuhan gas sebesar 4 sampai 8 BBTUD.
Toto melanjutkan, Interkoneksi pipa ini juga akan berguna untuk  mengoptimalkan distribusi gas bumi di Jawa Tengah, khususnya  mempersiapkan jalur distribusi gas bumi di kawasan industri seperti di  Batang dan Kendal.
&amp;ldquo;KJG mendukung penuh upaya Subholding Gas untuk penguatan penguatan  konektivitas gas bumi untuk bisa memberi nilai tambah di pusat-pusat  ekonomi di Jawa Tengah. Jika perkembangan industri semakin menggeliat,  maka dapat memperkuat investasi daerah,&amp;rdquo; tutur dia.
&amp;ldquo;Jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi Kalija berkontribusi dalam  penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan dan bermanfaat  sebagai sumber energi pembangkit listrik, industri serta mengurangi  ketergantungan terhadap penggunaan BBM,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina mengoptimalkan infrastruktur transmisi, dalam rangka menyediakan pasokan dan layanan gas bumi di Jawa Tengah.
Salah satunya melalui entitas anak perusahaan PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), Subholding Gas membangun dan mengoperasikan ruas pipa transmisi gas bumi Kalimantan - Jawa Phase I (Kalija 1).
Pipa transmisi gas Kalija 1 berdiameter 14 inchi sepanjang &amp;plusmn; 200 km yang terdiri dari jaringan pipa offshore dan nearshore, serta Onshore Receiving Facilities (ORF). Sepanjang Tahun 2021, realisasi penyaluran transportasi gas melalui Pipa Kalija 1 sebesar 20,65 BBTUD.
Pipa Kalija menghubungkan sumur gas bumi milik Saka Energi Muriah Ltd. di Kepodang (Lapangan Kepodang), menuju ORF KJG Tambak Lorok dan Unit Bisnis Pembangkit Indonesia Power &amp;ndash; PT PLN di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah sebagai end user.
Baca Juga: Wih! Laba PGN (PGAS) Meroket 2.800%
 
Pada Mei 2021, telah diselesaikan pembangunan pipa jumperline dari pipa di Upstream Meter KJG ke Pipa interkoneksi Tambak Rejo Tambak Lorok (TRTL).
Direktur Utama KJG, Toto Yulianto mengatakan setelah diresmikannya jumperline di Tambak Lorok, penyaluran gas bumi dari Lapangan Kepodang melalui jaringan Kalija 1 untuk Jawa Tengah dapat lebih fleksibel dan handal.
Baca Juga: PGAS Batalkan Public Expose Bahas Laporan Keuangan, Ada Apa?
 
Kemudian kata dia, tidak hanya ke pembangkit listrik, penyaluran gas bumi akan lebih luas hingga sektor industri, SPBG Kaligawe, dan mother station CNG Semarang.
Di Mother Station CNG Semarang, bersama Pertagas Niaga, gas akan dikompres menjadi CNG untuk diniagakan ke market non pipeline. Mother Station menggunakan 4 compressor kapasitas 1.300 m&amp;sup3;/ jam atau setara dengan 3 BBTUD.
&amp;ldquo;Pipa jumperline digunakan untuk penyaluran gas untuk industri dengan melakukan pengembangan pipa distribusi dari Tambak Lorok sampai dengan Mangkang dan KIK Kendal,&amp;rdquo; ujar Toto, Sabtu (2/10/2021).Di sektor industri, gas bumi disalurkan ke industri Demak termasuk PT  Aroma Kopi sampai &amp;plusmn; 2,5 BBTUD. Hingga saat ini, PGN di area Semarang  dan sekitarnya melayani 14 pelanggan komersial industri, 6 pelanggan  kecil UMKM, dan 13.700 pelanggan rumah tangga di wilayah Jawa Tengah.  Total penyaluran gasnya sekitar 17 BBTUD.
Selain itu, jumperline tambak lorok juga digunakan untuk mendukung PT  Rekind untuk commissioning Lapangan Jambaran Tiung Biru dengan  kebutuhan gas sebesar 4 sampai 8 BBTUD.
Toto melanjutkan, Interkoneksi pipa ini juga akan berguna untuk  mengoptimalkan distribusi gas bumi di Jawa Tengah, khususnya  mempersiapkan jalur distribusi gas bumi di kawasan industri seperti di  Batang dan Kendal.
&amp;ldquo;KJG mendukung penuh upaya Subholding Gas untuk penguatan penguatan  konektivitas gas bumi untuk bisa memberi nilai tambah di pusat-pusat  ekonomi di Jawa Tengah. Jika perkembangan industri semakin menggeliat,  maka dapat memperkuat investasi daerah,&amp;rdquo; tutur dia.
&amp;ldquo;Jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi Kalija berkontribusi dalam  penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan dan bermanfaat  sebagai sumber energi pembangkit listrik, industri serta mengurangi  ketergantungan terhadap penggunaan BBM,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
