<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Batik Nasional, Kreasi Batik Lampung Kini Mendunia</title><description>Hari Batik Nasional jatuh pada hari ini, Sabtu (2/10/2021). Tak hanya  dari Jawa, kreasi batik Nusantara juga ada yang berasal dari Lampung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/455/2480209/hari-batik-nasional-kreasi-batik-lampung-kini-mendunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/455/2480209/hari-batik-nasional-kreasi-batik-lampung-kini-mendunia"/><item><title>Hari Batik Nasional, Kreasi Batik Lampung Kini Mendunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/455/2480209/hari-batik-nasional-kreasi-batik-lampung-kini-mendunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/455/2480209/hari-batik-nasional-kreasi-batik-lampung-kini-mendunia</guid><pubDate>Sabtu 02 Oktober 2021 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Andres Afandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/02/455/2480209/hari-batik-nasional-kreasi-batik-lampung-kini-mendunia-gT92dP8lq1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batik khas Lampung mendunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/02/455/2480209/hari-batik-nasional-kreasi-batik-lampung-kini-mendunia-gT92dP8lq1.jpg</image><title>Batik khas Lampung mendunia (Foto: Okezone)</title></images><description>LAMPUNG - Hari Batik Nasional jatuh pada hari ini, Sabtu (2/10/2021). Tak hanya dari Jawa, kreasi batik Nusantara juga ada yang berasal dari Lampung. Dengan menonjolkan motif dan kesenian ciri khas budaya lokalnya, Batik Lampung kini menembus pasar dunia.
Baca Juga: Hari Batik Nasional, Presiden Jokowi: Dari Bayi Sampai Dewasa Menggunakan
 
Laila Al Khusna adalah salah satu perajin Batik Lampung. Sanggar batiknya, Sanggar Siger, berlokasi di Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Perempuan keturunan Jawa ini memulai usaha batiknya sejak tahun 2008.
Untuk mendapatkan batik produksinya, pembeli harus merogoh kocek Rp250.000-5.000.000. Harga tersebut sepadan dengan proses pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional. Canting, kain, dan lilin malam pewarna berbahan dasar alami digunakan untuk menghasilkan kain batik berkualitas tinggi.
Baca Juga: Ungkap Kebanggaan, Jokowi Sebut Batik Hadir di Setiap Tahap Kehidupan Masyarakat Indonesia
 
Dengan batik Lampung ini, Laila tak hanya berkontribusi dalam pelestarian budaya. Lebih dari itu, ia juga membangkitkan perekonomian dengan membuka lapangan kerja baru bagi warga di sekitar tempat tinggalnya.Batik Lampung memiliki filosofi bisnis yang dipadu kreasi unik khas  lampung seperti siger, gajah, gamolan, dan pohon hayat. Filosofi bisnis  yang dimulai oleh transmigran asal Jawa ini melahirkan kreasi paduan  batik bernuansa budaya lokal yang indah. Selain itu, kreasi ini tentunya  juga memberikan warna baru di khasanah corak batik indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan  mengapresiasi Batik Lampung ini. Kreasi ini bahkan telah ikut serta  dalam expo berskala dunia yang digelar di Kairo, Abu Dhabi, Iran, Mesir,  Amerika Serikat, Turki, Moscow, dan Jerman. Ia berharap, seniman Batik  Lampung bisa terus berinovasi agar dapat menghasilkan karya seni yang  menembus pasar global.</description><content:encoded>LAMPUNG - Hari Batik Nasional jatuh pada hari ini, Sabtu (2/10/2021). Tak hanya dari Jawa, kreasi batik Nusantara juga ada yang berasal dari Lampung. Dengan menonjolkan motif dan kesenian ciri khas budaya lokalnya, Batik Lampung kini menembus pasar dunia.
Baca Juga: Hari Batik Nasional, Presiden Jokowi: Dari Bayi Sampai Dewasa Menggunakan
 
Laila Al Khusna adalah salah satu perajin Batik Lampung. Sanggar batiknya, Sanggar Siger, berlokasi di Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Perempuan keturunan Jawa ini memulai usaha batiknya sejak tahun 2008.
Untuk mendapatkan batik produksinya, pembeli harus merogoh kocek Rp250.000-5.000.000. Harga tersebut sepadan dengan proses pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional. Canting, kain, dan lilin malam pewarna berbahan dasar alami digunakan untuk menghasilkan kain batik berkualitas tinggi.
Baca Juga: Ungkap Kebanggaan, Jokowi Sebut Batik Hadir di Setiap Tahap Kehidupan Masyarakat Indonesia
 
Dengan batik Lampung ini, Laila tak hanya berkontribusi dalam pelestarian budaya. Lebih dari itu, ia juga membangkitkan perekonomian dengan membuka lapangan kerja baru bagi warga di sekitar tempat tinggalnya.Batik Lampung memiliki filosofi bisnis yang dipadu kreasi unik khas  lampung seperti siger, gajah, gamolan, dan pohon hayat. Filosofi bisnis  yang dimulai oleh transmigran asal Jawa ini melahirkan kreasi paduan  batik bernuansa budaya lokal yang indah. Selain itu, kreasi ini tentunya  juga memberikan warna baru di khasanah corak batik indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan  mengapresiasi Batik Lampung ini. Kreasi ini bahkan telah ikut serta  dalam expo berskala dunia yang digelar di Kairo, Abu Dhabi, Iran, Mesir,  Amerika Serikat, Turki, Moscow, dan Jerman. Ia berharap, seniman Batik  Lampung bisa terus berinovasi agar dapat menghasilkan karya seni yang  menembus pasar global.</content:encoded></item></channel></rss>
