<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Buah Jadi Bos, Ini 6 Jenjang Karier yang Harus Dilalui</title><description>Di dunia kerja, terdapat berbagai jenjang karier dengan tanggung jawab yang berbeda-beda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/622/2480240/anak-buah-jadi-bos-ini-6-jenjang-karier-yang-harus-dilalui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/622/2480240/anak-buah-jadi-bos-ini-6-jenjang-karier-yang-harus-dilalui"/><item><title>Anak Buah Jadi Bos, Ini 6 Jenjang Karier yang Harus Dilalui</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/622/2480240/anak-buah-jadi-bos-ini-6-jenjang-karier-yang-harus-dilalui</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/02/622/2480240/anak-buah-jadi-bos-ini-6-jenjang-karier-yang-harus-dilalui</guid><pubDate>Sabtu 02 Oktober 2021 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/02/622/2480240/anak-buah-jadi-bos-ini-6-jenjang-karier-yang-harus-dilalui-yTBYSqCIFT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenjang karier dari karyawan hingga bos (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/02/622/2480240/anak-buah-jadi-bos-ini-6-jenjang-karier-yang-harus-dilalui-yTBYSqCIFT.jpg</image><title>Jenjang karier dari karyawan hingga bos (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Di dunia kerja, terdapat berbagai jenjang karier dengan tanggung jawab yang berbeda-beda. Jenjang ini perlu untuk diketahui sebab dapat membantu mengidentifikasi posisi terdahulu, posisi saat ini, posisi yang diincar, dan di mana Anda akan mengakhirinya.
CEO Korn Ferry Gary Burnison membuat pengelompokan jenjang karier. Namun, jenjang ini bukanlah sebuah tangga. Anda dapat menempati satu atau dua posisi dalam waktu yang sama.
&amp;ldquo;Anda akan menjelajahi berbagai jenjang perkembangan, menghabiskan lebih banyak waktu di dalamnya lebih daripada orang lain. Anda mungkin memiliki satu atau dua pekerjaan di dalam satu jenjang, contohnya, atau beberapa pekerjaan di jenjang lainnya. Anda mungkin menyeberangi seluruh jenjang atau berhenti pada titik pertengahan titik. Itu terserah Anda,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: 13 Prinsip Raih Kesuksesan, Imajinasi hingga Transmutasi
 
Dikutip dari CNBC pada Sabtu (2/10/2021), berikut 6 jenjang karier menurut Gary Burnison, CEO firma konsultasi organisasi terbesar di dunia.
1. Pengikut
Pengikut adalah jenjang yang berorientasi kepada aksi dan tugas yang diberikan oleh orang lain. Langkah awal seorang pemimpin adalah mengetahui cara menjadi seorang pengikut. Jenjang ini Anda alami di pekerjaan pertama atau selama periode magang.
2. Kolaborator
Menjadi kolaborator tidak hanya kemampuan teknis Anda yang berkembang. Kemampuan bersosialisasi Anda akan meningkat karena lebih sering bekerja dengan orang lain.
Baca Juga: Pekerja Lebih Produktif karena Musik? Ini Penjelasannya
3. Instruktur
 
Menjadi instruktur membuat Anda bekerja sambil memimpin orang lain. Anda harus memastikan pekerjaan dapat diselesaikan bersama-sama. Jenjang ini pun memiliki dua tingkatan lagi.
Pertama, staff leadership. Pada tingkatan ini memiliki tanggung jawab, bukan kewenangan. Tugas anda adalah merencanakan proyek, membuat sistem baru, memecahkan masalah, bernegosiasi dengan pihak luar, dan bekerja dalam tim.
Kedua, staff to line shifts. Tingkatan ini membuat Anda berurusan dengan pekerjaan yang dapat hasilnya dapat ditentukan dengan mudah, mengatur pekerjaan dengan lingkup dan skala yang lebih besar, mendemonstrasikan keahlian dan perspektif baru, dan mengurus aspek yang kurang familiar dalam tugas Anda.4. Manajer
 
Anda akan mengatur tim dan tujuan  yang lebih besar saat menjadi  manajer. Anda harus memberikan laporan langsung dan belajar untuk  mengatur agar tujuan dapat tercapai.
5. Influencer/Pemengaruh 
Saat naik ke jenjang ini, Anda tidak hanya akan mengatur, tetapi juga  memengaruhi tim dan orang dari luar tim yang posisinya bahkan lebih  tinggi daripada Anda. Mampu memberikan pengaruh adalah kunci untuk  menjadi seorang pemimpin dan harus terus dikembangkan.
6. Pemimpin 
Pada tingkatan terakhir ini, Anda akan lebih banyak berperan untuk  memberdayakan dan menginspirasi orang lain. Prioritas terbesar Anda  adalah memotivasi orang lain bahwa mereka bisa melakukan pekerjaannya  dengan baik bahkan lebih.</description><content:encoded>JAKARTA - Di dunia kerja, terdapat berbagai jenjang karier dengan tanggung jawab yang berbeda-beda. Jenjang ini perlu untuk diketahui sebab dapat membantu mengidentifikasi posisi terdahulu, posisi saat ini, posisi yang diincar, dan di mana Anda akan mengakhirinya.
CEO Korn Ferry Gary Burnison membuat pengelompokan jenjang karier. Namun, jenjang ini bukanlah sebuah tangga. Anda dapat menempati satu atau dua posisi dalam waktu yang sama.
&amp;ldquo;Anda akan menjelajahi berbagai jenjang perkembangan, menghabiskan lebih banyak waktu di dalamnya lebih daripada orang lain. Anda mungkin memiliki satu atau dua pekerjaan di dalam satu jenjang, contohnya, atau beberapa pekerjaan di jenjang lainnya. Anda mungkin menyeberangi seluruh jenjang atau berhenti pada titik pertengahan titik. Itu terserah Anda,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: 13 Prinsip Raih Kesuksesan, Imajinasi hingga Transmutasi
 
Dikutip dari CNBC pada Sabtu (2/10/2021), berikut 6 jenjang karier menurut Gary Burnison, CEO firma konsultasi organisasi terbesar di dunia.
1. Pengikut
Pengikut adalah jenjang yang berorientasi kepada aksi dan tugas yang diberikan oleh orang lain. Langkah awal seorang pemimpin adalah mengetahui cara menjadi seorang pengikut. Jenjang ini Anda alami di pekerjaan pertama atau selama periode magang.
2. Kolaborator
Menjadi kolaborator tidak hanya kemampuan teknis Anda yang berkembang. Kemampuan bersosialisasi Anda akan meningkat karena lebih sering bekerja dengan orang lain.
Baca Juga: Pekerja Lebih Produktif karena Musik? Ini Penjelasannya
3. Instruktur
 
Menjadi instruktur membuat Anda bekerja sambil memimpin orang lain. Anda harus memastikan pekerjaan dapat diselesaikan bersama-sama. Jenjang ini pun memiliki dua tingkatan lagi.
Pertama, staff leadership. Pada tingkatan ini memiliki tanggung jawab, bukan kewenangan. Tugas anda adalah merencanakan proyek, membuat sistem baru, memecahkan masalah, bernegosiasi dengan pihak luar, dan bekerja dalam tim.
Kedua, staff to line shifts. Tingkatan ini membuat Anda berurusan dengan pekerjaan yang dapat hasilnya dapat ditentukan dengan mudah, mengatur pekerjaan dengan lingkup dan skala yang lebih besar, mendemonstrasikan keahlian dan perspektif baru, dan mengurus aspek yang kurang familiar dalam tugas Anda.4. Manajer
 
Anda akan mengatur tim dan tujuan  yang lebih besar saat menjadi  manajer. Anda harus memberikan laporan langsung dan belajar untuk  mengatur agar tujuan dapat tercapai.
5. Influencer/Pemengaruh 
Saat naik ke jenjang ini, Anda tidak hanya akan mengatur, tetapi juga  memengaruhi tim dan orang dari luar tim yang posisinya bahkan lebih  tinggi daripada Anda. Mampu memberikan pengaruh adalah kunci untuk  menjadi seorang pemimpin dan harus terus dikembangkan.
6. Pemimpin 
Pada tingkatan terakhir ini, Anda akan lebih banyak berperan untuk  memberdayakan dan menginspirasi orang lain. Prioritas terbesar Anda  adalah memotivasi orang lain bahwa mereka bisa melakukan pekerjaannya  dengan baik bahkan lebih.</content:encoded></item></channel></rss>
