<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspansi Bisnis, Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI</title><description>PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapat fasilitas pinjaman sebesar USD250 Juta atau setara Rp3,5 triliun dari BNI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/05/278/2481727/ekspansi-bisnis-chandra-asri-raih-fasilitas-balloon-payment-rp3-5-triliun-dari-bni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/05/278/2481727/ekspansi-bisnis-chandra-asri-raih-fasilitas-balloon-payment-rp3-5-triliun-dari-bni"/><item><title>Ekspansi Bisnis, Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/05/278/2481727/ekspansi-bisnis-chandra-asri-raih-fasilitas-balloon-payment-rp3-5-triliun-dari-bni</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/05/278/2481727/ekspansi-bisnis-chandra-asri-raih-fasilitas-balloon-payment-rp3-5-triliun-dari-bni</guid><pubDate>Selasa 05 Oktober 2021 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Hudayanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/05/278/2481727/ekspasnsi-bisnis-chandra-asri-raih-fasilitas-balloon-payment-usd250-juta-dari-bni-I4zrQtdbP7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chandra Asri raih fasilitas pinjaman dari BNI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/05/278/2481727/ekspasnsi-bisnis-chandra-asri-raih-fasilitas-balloon-payment-usd250-juta-dari-bni-I4zrQtdbP7.jpg</image><title>Chandra Asri raih fasilitas pinjaman dari BNI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapat fasilitas pinjaman sebesar USD250 Juta atau setara Rp3,5 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Fasilitas pembiayaan berskema term loan baru dengan balloon payment ini dibagi menjadi dua fasilitas.
Pertama, fasilitas Term Loan 1 dengan maksimum USD150 juta yang digunakan untuk membiayai buyback obligasi dan refinancing hutang eksisting perusahaan  dengan tenor tujuh tahun. Kedua, fasilitas Term Loan 2 dengan maksimum USD100 Juta, untuk membiayai kebutuhan pra operasi kompleks petrokimia kedua yang berskala global (CAP2) dengan tenor sepuluh tahun.
Baca Juga: Rights Issue Terbesar di BEI, Chandra Asri Kantongi Rp15,5 Triliun
 
Kerjasama Chandra Asri dan BNI ini ditetapkan melalui penandatanganan Perjanjian Kredit oleh Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi 2 BNI Ditya Maharhani Harninda dan Director of Finance Chandra Asri Andre Khor Kah Hin serta Director of Human Resources &amp;amp; Corporate Affairs Chandra Asri, Suryandi di Jakarta, Selasa (5 Oktober 2021). Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir.
Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menjelaskan bahwa  pembiayaan ini merupakan komitmen BNI untuk menyasar segmen yang berisiko rendah, yaitu segmen nasabah korporasi yang termasuk ke dalam nasabah Top Tier. Pembiayaan ini merupakan langkah awal dari pengembangan bisnis antara BNI dan Chandra Asri.
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA), Emiten Miliarder Prajogo Pangestu Tuntaskan Rights Issue Rp15,5 Triliun 
 
&amp;ldquo;Kami mengharapkan BNI dapat menjadi preferred partner bagi perusahaan dan dapat memberikan Financial Solutions dengan menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang lengkap dan komprehensif bagi perusahaan. Pembiayaan ke sektor Petrokimia ini merupakan wujud dari komitmen BNI untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor barang produk Petrokimia.  Kerja sama dengan Chandra Asri  juga diharapkan dapat terus terjalin secara berkesinambungan dan berkelanjutan seiring dengan rencana  BNI untuk mengembangkan business banking yang sehat dan prudent,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra,  menyampaikan, kemitraan dengan BNI ini merupakan sebuah langkah bagi  Chandra Asri untuk terus meningkatkan kinerja keuangan agar dapat  memberikan keunggulan operasional.
&quot;Kami sangat senang dapat bermitra dengan BNI yang menjadi mitra kami  untuk pertumbuhan industri petrokimia nasional serta dalam melakukan  ekspansi untuk mendukung pembangunan CAP2.  Kami berharap kemitraan  dengan BNI ini dapat terus berkembang untuk melayani industri dalam  negeri Indonesia,&quot; ujarnya.
Chandra Asri merupakan perusahaan petrokimia terbesar yang  terintegrasi di Indonesia. Perusahaan terus berkomitmen meningkatkan  kapasitas untuk memenuhi permintaan domestik terhadap produk petrokimia  yang semakin meningkat.  Salah satu strategi Perusahaan adalah dengan  pengembanan CAP2 yang berskala global.  Dengan pembangunan kompleks ini,  maka diharapkan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap  impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi  pemerintah untuk Industri 4.0 dan menciptakan karier jangka panjang yang  bernilai tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapat fasilitas pinjaman sebesar USD250 Juta atau setara Rp3,5 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Fasilitas pembiayaan berskema term loan baru dengan balloon payment ini dibagi menjadi dua fasilitas.
Pertama, fasilitas Term Loan 1 dengan maksimum USD150 juta yang digunakan untuk membiayai buyback obligasi dan refinancing hutang eksisting perusahaan  dengan tenor tujuh tahun. Kedua, fasilitas Term Loan 2 dengan maksimum USD100 Juta, untuk membiayai kebutuhan pra operasi kompleks petrokimia kedua yang berskala global (CAP2) dengan tenor sepuluh tahun.
Baca Juga: Rights Issue Terbesar di BEI, Chandra Asri Kantongi Rp15,5 Triliun
 
Kerjasama Chandra Asri dan BNI ini ditetapkan melalui penandatanganan Perjanjian Kredit oleh Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi 2 BNI Ditya Maharhani Harninda dan Director of Finance Chandra Asri Andre Khor Kah Hin serta Director of Human Resources &amp;amp; Corporate Affairs Chandra Asri, Suryandi di Jakarta, Selasa (5 Oktober 2021). Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir.
Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menjelaskan bahwa  pembiayaan ini merupakan komitmen BNI untuk menyasar segmen yang berisiko rendah, yaitu segmen nasabah korporasi yang termasuk ke dalam nasabah Top Tier. Pembiayaan ini merupakan langkah awal dari pengembangan bisnis antara BNI dan Chandra Asri.
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA), Emiten Miliarder Prajogo Pangestu Tuntaskan Rights Issue Rp15,5 Triliun 
 
&amp;ldquo;Kami mengharapkan BNI dapat menjadi preferred partner bagi perusahaan dan dapat memberikan Financial Solutions dengan menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang lengkap dan komprehensif bagi perusahaan. Pembiayaan ke sektor Petrokimia ini merupakan wujud dari komitmen BNI untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor barang produk Petrokimia.  Kerja sama dengan Chandra Asri  juga diharapkan dapat terus terjalin secara berkesinambungan dan berkelanjutan seiring dengan rencana  BNI untuk mengembangkan business banking yang sehat dan prudent,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra,  menyampaikan, kemitraan dengan BNI ini merupakan sebuah langkah bagi  Chandra Asri untuk terus meningkatkan kinerja keuangan agar dapat  memberikan keunggulan operasional.
&quot;Kami sangat senang dapat bermitra dengan BNI yang menjadi mitra kami  untuk pertumbuhan industri petrokimia nasional serta dalam melakukan  ekspansi untuk mendukung pembangunan CAP2.  Kami berharap kemitraan  dengan BNI ini dapat terus berkembang untuk melayani industri dalam  negeri Indonesia,&quot; ujarnya.
Chandra Asri merupakan perusahaan petrokimia terbesar yang  terintegrasi di Indonesia. Perusahaan terus berkomitmen meningkatkan  kapasitas untuk memenuhi permintaan domestik terhadap produk petrokimia  yang semakin meningkat.  Salah satu strategi Perusahaan adalah dengan  pengembanan CAP2 yang berskala global.  Dengan pembangunan kompleks ini,  maka diharapkan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap  impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi  pemerintah untuk Industri 4.0 dan menciptakan karier jangka panjang yang  bernilai tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
