<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>72% Peserta RUPS Hadir Tanpa Keluar Rumah</title><description>72% peserta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hadir tanpa harus keluar rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/06/278/2482276/72-peserta-rups-hadir-tanpa-keluar-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/06/278/2482276/72-peserta-rups-hadir-tanpa-keluar-rumah"/><item><title>72% Peserta RUPS Hadir Tanpa Keluar Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/06/278/2482276/72-peserta-rups-hadir-tanpa-keluar-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/06/278/2482276/72-peserta-rups-hadir-tanpa-keluar-rumah</guid><pubDate>Rabu 06 Oktober 2021 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/06/278/2482276/72-peserta-rups-hadir-tanpa-keluar-rumah-WecUp80YNl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">75% investor saham mengikuti RUPS tanpa keluar rumah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/06/278/2482276/72-peserta-rups-hadir-tanpa-keluar-rumah-WecUp80YNl.jpg</image><title>75% investor saham mengikuti RUPS tanpa keluar rumah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 72% peserta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hadir tanpa harus keluar rumah. Peserta RUPS hadir melalui platform electronic general meeting system (EASY.KSEI) yang telah diimplementasikan sejak April 2020.
Hingga Agustus 2021, 72% peserta RUPS hadir melalui EASY.KSEI untuk pemberian kuasa ataupun hadir pada RUPS secara elektronik. Jumlah tersebut terdiri dari 13.880 investor yang menggunakan EASY.KSEI untuk keperluan e-proxy. Sedangkan, sebanyak 2.206 investor hadir dalam RUPS secara daring.
Baca Juga: 5 Jurus BEI Siapkan Karpet Merah Startup IPO di Pasar Modal Indonesia
 
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo dalam keterangan di Jakarta, Rabu, berharap semakin banyak investor yang menggunakan EASY.KSEI sebagai alternatif untuk menghadiri RUPS di pasar modal Indonesia.
&quot;Sejak Juni 2021, fitur yang tersedia pada EASY.KSEI sudah dilengkapi dengan platform e-proxy dan e-voting. Platform ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi investor untuk dapat mengikuti RUPS secara daring. Investor sudah dapat ikut RUPS tanpa keluar rumah,&quot; ujar Uriep.
Baca Juga: 40 Emiten Berencana Rights Issue dengan Nilai Rp18,8 Triliun
 
Penerapan EASY.KSEI dinilai sangat mendukung kondisi demografi serta karakteristik investor pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data single investor identification (SID) yang tercatat di KSEI, hingga Agustus 2021, jumlah investor saham telah mencapai 2.697.832, dengan jumlah investor yang berdomisili di Jakarta sekitar 18%, sedangkan sisanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.Dari sisi profil investor pasar modal, saat ini sekitar 80% investor  didominasi oleh milenial dan generasi Z yang lekat dengan teknologi  daring dan digital.
Investor dapat mengakses EASY.KSEI melalui website fasilitas  AKSES.KSEI (https://akses.ksei.co.id) menggunakan username dan password  yang telah dimiliki. Kemudian klik pada menu EASY.KSEI yang tersedia  tanpa perlu melakukan login ulang ke platform EASY.KSEI.
Saat ini, jenis investor yang dapat menggunakan EASY.KSEI masih  terbatas pada investor individu domestik. Sedangkan institusi partisipan  dan pemakai jasa KSEI, seperti perusahaan efek, bank kustodian, emiten  dan biro administrasi efek (BAE), dapat langsung mengakses ke platform  EASY.KSEI.
Pihak-pihak tersebut dapat memanfaatkan EASY.KSEI untuk saling  berinteraksi dalam kegiatan RUPS, mulai dari pengumuman dan pemanggilan  RUPS oleh emiten, pemberian kuasa oleh investor, proses registrasi,  perhitungan kuorum kehadiran, perhitungan hasil voting, sampai dengan  pelaporan risalah ringkas RUPS yang akan di-upload oleh emiten.
Sampai dengan Agustus 2021, dari 740 emiten saham di pasar modal, 721  di antaranya telah mengadakan RUPS melalui EASY.KSEI. Sebanyak 721  emiten tersebut telah mengadakan 2.104 RUPS. Sementara itu, 423 emiten  telah menggunakan fitur e-voting sejak penerapannya pada Juni 2021.
Dengan adanya pengembangan tersebut, platform EASY.KSEI diharapkan  dapat menjadi solusi bagi investor pada masa pandemi COVID-19. Sedangkan dari sisi pelaku pasar, EASY.KSEI dapat menjadi salah satu  infrastruktur yang turut serta meningkatkan efisiensi serta memberikan  kontribusi yang besar bagi pengembangan praktik tata kelola perusahaan  yang baik di industri pasar modal.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 72% peserta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hadir tanpa harus keluar rumah. Peserta RUPS hadir melalui platform electronic general meeting system (EASY.KSEI) yang telah diimplementasikan sejak April 2020.
Hingga Agustus 2021, 72% peserta RUPS hadir melalui EASY.KSEI untuk pemberian kuasa ataupun hadir pada RUPS secara elektronik. Jumlah tersebut terdiri dari 13.880 investor yang menggunakan EASY.KSEI untuk keperluan e-proxy. Sedangkan, sebanyak 2.206 investor hadir dalam RUPS secara daring.
Baca Juga: 5 Jurus BEI Siapkan Karpet Merah Startup IPO di Pasar Modal Indonesia
 
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo dalam keterangan di Jakarta, Rabu, berharap semakin banyak investor yang menggunakan EASY.KSEI sebagai alternatif untuk menghadiri RUPS di pasar modal Indonesia.
&quot;Sejak Juni 2021, fitur yang tersedia pada EASY.KSEI sudah dilengkapi dengan platform e-proxy dan e-voting. Platform ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi investor untuk dapat mengikuti RUPS secara daring. Investor sudah dapat ikut RUPS tanpa keluar rumah,&quot; ujar Uriep.
Baca Juga: 40 Emiten Berencana Rights Issue dengan Nilai Rp18,8 Triliun
 
Penerapan EASY.KSEI dinilai sangat mendukung kondisi demografi serta karakteristik investor pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data single investor identification (SID) yang tercatat di KSEI, hingga Agustus 2021, jumlah investor saham telah mencapai 2.697.832, dengan jumlah investor yang berdomisili di Jakarta sekitar 18%, sedangkan sisanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.Dari sisi profil investor pasar modal, saat ini sekitar 80% investor  didominasi oleh milenial dan generasi Z yang lekat dengan teknologi  daring dan digital.
Investor dapat mengakses EASY.KSEI melalui website fasilitas  AKSES.KSEI (https://akses.ksei.co.id) menggunakan username dan password  yang telah dimiliki. Kemudian klik pada menu EASY.KSEI yang tersedia  tanpa perlu melakukan login ulang ke platform EASY.KSEI.
Saat ini, jenis investor yang dapat menggunakan EASY.KSEI masih  terbatas pada investor individu domestik. Sedangkan institusi partisipan  dan pemakai jasa KSEI, seperti perusahaan efek, bank kustodian, emiten  dan biro administrasi efek (BAE), dapat langsung mengakses ke platform  EASY.KSEI.
Pihak-pihak tersebut dapat memanfaatkan EASY.KSEI untuk saling  berinteraksi dalam kegiatan RUPS, mulai dari pengumuman dan pemanggilan  RUPS oleh emiten, pemberian kuasa oleh investor, proses registrasi,  perhitungan kuorum kehadiran, perhitungan hasil voting, sampai dengan  pelaporan risalah ringkas RUPS yang akan di-upload oleh emiten.
Sampai dengan Agustus 2021, dari 740 emiten saham di pasar modal, 721  di antaranya telah mengadakan RUPS melalui EASY.KSEI. Sebanyak 721  emiten tersebut telah mengadakan 2.104 RUPS. Sementara itu, 423 emiten  telah menggunakan fitur e-voting sejak penerapannya pada Juni 2021.
Dengan adanya pengembangan tersebut, platform EASY.KSEI diharapkan  dapat menjadi solusi bagi investor pada masa pandemi COVID-19. Sedangkan dari sisi pelaku pasar, EASY.KSEI dapat menjadi salah satu  infrastruktur yang turut serta meningkatkan efisiensi serta memberikan  kontribusi yang besar bagi pengembangan praktik tata kelola perusahaan  yang baik di industri pasar modal.</content:encoded></item></channel></rss>
