<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Pede Unicorn Tertarik Melantai di Bursa Saham</title><description>BEI pede akan banyak perusahaan unicorn mencatatkan sahamnya di dalam negeri, ketimbang di bursa luar negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/278/2482692/bei-pede-unicorn-tertarik-melantai-di-bursa-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/278/2482692/bei-pede-unicorn-tertarik-melantai-di-bursa-saham"/><item><title>BEI Pede Unicorn Tertarik Melantai di Bursa Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/278/2482692/bei-pede-unicorn-tertarik-melantai-di-bursa-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/278/2482692/bei-pede-unicorn-tertarik-melantai-di-bursa-saham</guid><pubDate>Kamis 07 Oktober 2021 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/07/278/2482692/bei-pede-unicorn-tertarik-melantai-di-bursa-saham-TmV35DBHRH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI pede banyak unicorn yang akan IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/07/278/2482692/bei-pede-unicorn-tertarik-melantai-di-bursa-saham-TmV35DBHRH.jpg</image><title>BEI pede banyak unicorn yang akan IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) pede akan banyak perusahaan unicorn mencatatkan sahamnya di dalam negeri, ketimbang di bursa luar negeri. BEI menilai pasar modal dalam negeri memiliki prospek yang cukup menjanjikan seiring potensi pertumbuhan yang signifikan di tengah pandemi Covid-19.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, ada beberapa faktor positif bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia. Diantaranya adalah dukungan dan komitmen dari pemerintah, regulator terkait, serta masih tingginya gairah pasar modal Indonesia.
Baca Juga: 72% Peserta RUPS Hadir Tanpa Keluar Rumah
&quot;Kami berharap Indonesia senantiasa menjadi negara pilihan investasi. Selain itu Indonesia diharapkan juga menjadi pilihan sarana peningkatan value perusahaan bagi perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia,&quot; ujarnya di Jakarta, Kamis (7/10/2021).
BEI, lanjutnya, secara pro aktif melakukan sesi khusus dengan perusahaan teknologi di Indonesia untuk melakukan diskusi dan mendengar kebutuhan mereka terkait opsi menggalang dana di pasar modal.
Baca Juga: 5 Jurus BEI Siapkan Karpet Merah Startup IPO di Pasar Modal Indonesia
Menurutnya operator bursa berkomitmen untuk menjadikan pasar modal sebagai ruang bertumbuh bagi seluruh karakteristik perusahaan-perusahaan potensial di Indonesia dengan menjadi adaptif dan kompetitif.
&quot;Tentunya kami berharap para perusahaan teknologi buah karya anak bangsa tersebut memilih BEI sebagai home-listing mereka,&quot; ungkapnya.Dirinya berharap dengan berbagai terobosan yang dilakukan dapat  memberikan nilai strategis bagi para unicorn maupun perusahaan teknologi  untuk masuk ke pasar modal Indonesia. Dengan begitu dapat menarik  potensi masuknya pendanaan dari investor global. Selain itu, BEI  berinisiatif untuk memberikan notasi khusus kepada perusahaan tercatat  yang menerapkan hak suara multipel (multiple voting share/SHSM), sebagai  bentuk peringatan bagi investor.
Menurut Nyoman, penandaan notasi khusus pada akhir kode saham emiten  untuk meningkatkan peringatan bagi investor mengingat pada SHSM terdapat  perbedaan hak suara yang memberikan lebih dari 1 hak suara kepada  pemegang saham.
&amp;rdquo;SHSM dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam  RUPS, tapi pemberian notasi khusus ini bukan merupakan suatu bentuk  hukuman atau ketetapan, namun semata-mata menerangkan status suatu  Perusahaan Tercatat berdasarkan kondisi aktualnya, atas hal-hal yang  informasinya bersifat publik,&amp;rdquo; papar dia.
Dia mengingatkan, kriteria emiten yang dapat menerapkan SHSM akan  diatur dalam rancangan Peraturan OJK tentang Penerapan Klasifikasi SHSM  oleh emiten dengan Inovasi dan tingkat pertumbuhan tinggi yang melakukan  penawaran umum efek bersifat ekuitas.
&amp;ldquo;Kita berharap bahwa RPOJK  tersebut akan segera terbit di tahun ini, sehingga dapat menjawab  kebutuhan dari para pemangku kepentingan di pasar modal dan tetap  mengutamakan perlindungan investor publik,&amp;rdquo; jelas dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) pede akan banyak perusahaan unicorn mencatatkan sahamnya di dalam negeri, ketimbang di bursa luar negeri. BEI menilai pasar modal dalam negeri memiliki prospek yang cukup menjanjikan seiring potensi pertumbuhan yang signifikan di tengah pandemi Covid-19.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, ada beberapa faktor positif bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia. Diantaranya adalah dukungan dan komitmen dari pemerintah, regulator terkait, serta masih tingginya gairah pasar modal Indonesia.
Baca Juga: 72% Peserta RUPS Hadir Tanpa Keluar Rumah
&quot;Kami berharap Indonesia senantiasa menjadi negara pilihan investasi. Selain itu Indonesia diharapkan juga menjadi pilihan sarana peningkatan value perusahaan bagi perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia,&quot; ujarnya di Jakarta, Kamis (7/10/2021).
BEI, lanjutnya, secara pro aktif melakukan sesi khusus dengan perusahaan teknologi di Indonesia untuk melakukan diskusi dan mendengar kebutuhan mereka terkait opsi menggalang dana di pasar modal.
Baca Juga: 5 Jurus BEI Siapkan Karpet Merah Startup IPO di Pasar Modal Indonesia
Menurutnya operator bursa berkomitmen untuk menjadikan pasar modal sebagai ruang bertumbuh bagi seluruh karakteristik perusahaan-perusahaan potensial di Indonesia dengan menjadi adaptif dan kompetitif.
&quot;Tentunya kami berharap para perusahaan teknologi buah karya anak bangsa tersebut memilih BEI sebagai home-listing mereka,&quot; ungkapnya.Dirinya berharap dengan berbagai terobosan yang dilakukan dapat  memberikan nilai strategis bagi para unicorn maupun perusahaan teknologi  untuk masuk ke pasar modal Indonesia. Dengan begitu dapat menarik  potensi masuknya pendanaan dari investor global. Selain itu, BEI  berinisiatif untuk memberikan notasi khusus kepada perusahaan tercatat  yang menerapkan hak suara multipel (multiple voting share/SHSM), sebagai  bentuk peringatan bagi investor.
Menurut Nyoman, penandaan notasi khusus pada akhir kode saham emiten  untuk meningkatkan peringatan bagi investor mengingat pada SHSM terdapat  perbedaan hak suara yang memberikan lebih dari 1 hak suara kepada  pemegang saham.
&amp;rdquo;SHSM dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam  RUPS, tapi pemberian notasi khusus ini bukan merupakan suatu bentuk  hukuman atau ketetapan, namun semata-mata menerangkan status suatu  Perusahaan Tercatat berdasarkan kondisi aktualnya, atas hal-hal yang  informasinya bersifat publik,&amp;rdquo; papar dia.
Dia mengingatkan, kriteria emiten yang dapat menerapkan SHSM akan  diatur dalam rancangan Peraturan OJK tentang Penerapan Klasifikasi SHSM  oleh emiten dengan Inovasi dan tingkat pertumbuhan tinggi yang melakukan  penawaran umum efek bersifat ekuitas.
&amp;ldquo;Kita berharap bahwa RPOJK  tersebut akan segera terbit di tahun ini, sehingga dapat menjawab  kebutuhan dari para pemangku kepentingan di pasar modal dan tetap  mengutamakan perlindungan investor publik,&amp;rdquo; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
