<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin: Pertumbuhan Industri Ditargetkan Capai 5,5% pada 2022</title><description>Pertumbuhan industri pada 2022 ditargetkan mencapai angka 5%-5,5% apabila tidak terjadi gelombang besar kasus Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482619/menperin-pertumbuhan-industri-ditargetkan-capai-5-5-pada-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482619/menperin-pertumbuhan-industri-ditargetkan-capai-5-5-pada-2022"/><item><title>Menperin: Pertumbuhan Industri Ditargetkan Capai 5,5% pada 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482619/menperin-pertumbuhan-industri-ditargetkan-capai-5-5-pada-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482619/menperin-pertumbuhan-industri-ditargetkan-capai-5-5-pada-2022</guid><pubDate>Kamis 07 Oktober 2021 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/07/320/2482619/menperin-pertumbuhan-industri-ditargetkan-capai-5-5-pada-2022-kcTbxVt3iF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan industri ditargetkan capai  5,5% pada 2022 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/07/320/2482619/menperin-pertumbuhan-industri-ditargetkan-capai-5-5-pada-2022-kcTbxVt3iF.jpg</image><title>Pertumbuhan industri ditargetkan capai  5,5% pada 2022 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan industri pada 2022 ditargetkan mencapai angka 5%-5,5% apabila tidak terjadi gelombang besar kasus Covid-19 di tanah air. Oleh karena itu, berbagai program dan kebijakan strategis yang mendukung laju kinerja sektor industri terus digulirkan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.
&amp;ldquo;Untuk tahun ini targetnya (pertumbuhan industri) sebesar 4,5-5%, sedangkan tahun depan 5-5,5%,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga: Menperin Minta Industri Punya Standar Produk Berkualitas
 
Pada triwulan II-2021, sektor industri manufaktur berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,91%, meskipun di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19.
Menperin menegaskan pihaknya tetap fokus menjalankan program dan kebijakan unggulan yang dapat menopang performa sektor industri. Misalnya, pelaksanaan program substitusi impor 35% pada tahun 2022.
Upaya strategis ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur di dalam negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menperin: Industri Furnitur Bangkit dan Tumbuh 8,04%
 
&amp;ldquo;Strategi ini ditempuh guna merangsang pertumbuhan investasi di sektor industri substitusi impor dan peningkatan utilitas industri domestik,&amp;rdquo; tutur Menperin.
Kebijakan tersebut akan didukung dengan optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).Agus menyampaikan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0,  awalnya terdapat lima sektor yang menjadi prioritas pengembangan dalam  kesiapan memasuki era industri 4.0. Namun, di tengah pandemi COVID-19,  Kemenperin menambahkan dua sektor lagi untuk menopang perekonomian  nasional.
&amp;ldquo;Ketujuh sektor potensial itu adalah industri makanan dan minuman,  tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, kimia, alat kesehatan, serta  farmasi,&amp;rdquo; sebutnya.
Aspirasi besarnya, dari kinerja tujuh sektor tersebut, Indonesia bisa  menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di  dunia pada tahun 2030.
&quot;Target yang ditetapkan itu masih realistis untuk diwujudkan,&amp;rdquo; tegasnya.
Menperin menambahkan, capaian substitusi impor hingga saat ini pada  sejumlah direktorat yang membawahi sektor-sektor prioritas tersebut  masih berada pada jalur yang benar untuk mencapai target.
&amp;ldquo;Kami terus memantau dan mengevaluasi capaian substitusi impor ini,  karena semua sektor sudah diberikan targetnya masing-masing. Beberapa  kendala yang dihadapi, terus dicarikan solusinya. Apabila, program ini  bisa tercapai sesuai target secara kuantitatif, kami optimis target  pertumbuhan industri sebesar 5-5,5% pada tahun depan bisa terwujud,&amp;rdquo;  paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan industri pada 2022 ditargetkan mencapai angka 5%-5,5% apabila tidak terjadi gelombang besar kasus Covid-19 di tanah air. Oleh karena itu, berbagai program dan kebijakan strategis yang mendukung laju kinerja sektor industri terus digulirkan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.
&amp;ldquo;Untuk tahun ini targetnya (pertumbuhan industri) sebesar 4,5-5%, sedangkan tahun depan 5-5,5%,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga: Menperin Minta Industri Punya Standar Produk Berkualitas
 
Pada triwulan II-2021, sektor industri manufaktur berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,91%, meskipun di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19.
Menperin menegaskan pihaknya tetap fokus menjalankan program dan kebijakan unggulan yang dapat menopang performa sektor industri. Misalnya, pelaksanaan program substitusi impor 35% pada tahun 2022.
Upaya strategis ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur di dalam negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menperin: Industri Furnitur Bangkit dan Tumbuh 8,04%
 
&amp;ldquo;Strategi ini ditempuh guna merangsang pertumbuhan investasi di sektor industri substitusi impor dan peningkatan utilitas industri domestik,&amp;rdquo; tutur Menperin.
Kebijakan tersebut akan didukung dengan optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).Agus menyampaikan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0,  awalnya terdapat lima sektor yang menjadi prioritas pengembangan dalam  kesiapan memasuki era industri 4.0. Namun, di tengah pandemi COVID-19,  Kemenperin menambahkan dua sektor lagi untuk menopang perekonomian  nasional.
&amp;ldquo;Ketujuh sektor potensial itu adalah industri makanan dan minuman,  tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, kimia, alat kesehatan, serta  farmasi,&amp;rdquo; sebutnya.
Aspirasi besarnya, dari kinerja tujuh sektor tersebut, Indonesia bisa  menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di  dunia pada tahun 2030.
&quot;Target yang ditetapkan itu masih realistis untuk diwujudkan,&amp;rdquo; tegasnya.
Menperin menambahkan, capaian substitusi impor hingga saat ini pada  sejumlah direktorat yang membawahi sektor-sektor prioritas tersebut  masih berada pada jalur yang benar untuk mencapai target.
&amp;ldquo;Kami terus memantau dan mengevaluasi capaian substitusi impor ini,  karena semua sektor sudah diberikan targetnya masing-masing. Beberapa  kendala yang dihadapi, terus dicarikan solusinya. Apabila, program ini  bisa tercapai sesuai target secara kuantitatif, kami optimis target  pertumbuhan industri sebesar 5-5,5% pada tahun depan bisa terwujud,&amp;rdquo;  paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
