<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bansos dan UMKM Jadi 'Senjata' Atasi Kemiskinan Ekstrem di 2024   </title><description>Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin membeberkan jurus agar kemiskinan ekstrem jadi 0% pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482719/bansos-dan-umkm-jadi-senjata-atasi-kemiskinan-ekstrem-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482719/bansos-dan-umkm-jadi-senjata-atasi-kemiskinan-ekstrem-di-2024"/><item><title>Bansos dan UMKM Jadi 'Senjata' Atasi Kemiskinan Ekstrem di 2024   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482719/bansos-dan-umkm-jadi-senjata-atasi-kemiskinan-ekstrem-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/320/2482719/bansos-dan-umkm-jadi-senjata-atasi-kemiskinan-ekstrem-di-2024</guid><pubDate>Kamis 07 Oktober 2021 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/07/320/2482719/bansos-dan-umkm-jadi-senjata-atasi-kemiskinan-ekstrem-di-2024-YGWMzQWG3K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres soal Kemiskinan Ekstrem (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/07/320/2482719/bansos-dan-umkm-jadi-senjata-atasi-kemiskinan-ekstrem-di-2024-YGWMzQWG3K.jpg</image><title>Wapres soal Kemiskinan Ekstrem (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin membeberkan jurus agar kemiskinan ekstrem jadi 0% pada 2024.

Pemerintah menggunakan dua pendekatan  yakni perlindungan sosial dan pemberdayaan. Di mana dalam pendekatan pemberdayaan pemerintah mendorong pengembangan UMKM di masing-masing daerah.

&amp;ldquo;Pemerintah menggunakan dua pendekatan. Pertama adalah perlindungan sosial melalui bansos. Dan kedua melalui pemberdayaan yaitu melalui pengembangan UMKM di daerah-daerah,&amp;rdquo; kata Wapres seusai memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: 4 Strategi Pemerintah Tangani Kemiskinan Ekstrem


Wapres yakin bahwa dengan UMKM yang berkembang maka akan membantu untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.

&amp;ldquo;Saya lihat di beberapa kabupaten yang hari ini kita jadikan sasaran kemiskinan, banyak produk-produknya sudah bagus-bagus. Bahkan sudah diekspor baik di Eropa Rusia, Timur Tengah. Dan potensi ini yang ingin terus kita kembangkan hingga kemiskinan secara menyeluruh segera dapat diatasi di Indonesia,&amp;rdquo; katanya.

Seperti diketahui pada tahun 2021, total jumlah penduduk miskin ekstrem di Jawa Tengah mencapai 581.968 jiwa yang tersebar di 5 kabupaten Provinsi Jawa Tengah. Kelima kabupaten tersebut diantaranya Kabupaten Brebes dengan tingkat kemiskinan ekstrem 10,34% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 197.520 jiwa; Kabupaten Pemalang dengan tingkat kemiskinan ekstrem 9,52% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 124.270 jiwa.

Kemudian, Kabupaten Banyumas dengan tingkat kemiskinan ekstrem 6,83% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 116.330 jiwa; Kabupaten Kebumen dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,68% jumlah penduduk miskin ekstrem 92.190 jiwa dan Kabupaten Banjarnegara dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,23% jumlah penduduk miskin ekstrem 67.010 jiwa.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin membeberkan jurus agar kemiskinan ekstrem jadi 0% pada 2024.

Pemerintah menggunakan dua pendekatan  yakni perlindungan sosial dan pemberdayaan. Di mana dalam pendekatan pemberdayaan pemerintah mendorong pengembangan UMKM di masing-masing daerah.

&amp;ldquo;Pemerintah menggunakan dua pendekatan. Pertama adalah perlindungan sosial melalui bansos. Dan kedua melalui pemberdayaan yaitu melalui pengembangan UMKM di daerah-daerah,&amp;rdquo; kata Wapres seusai memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: 4 Strategi Pemerintah Tangani Kemiskinan Ekstrem


Wapres yakin bahwa dengan UMKM yang berkembang maka akan membantu untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.

&amp;ldquo;Saya lihat di beberapa kabupaten yang hari ini kita jadikan sasaran kemiskinan, banyak produk-produknya sudah bagus-bagus. Bahkan sudah diekspor baik di Eropa Rusia, Timur Tengah. Dan potensi ini yang ingin terus kita kembangkan hingga kemiskinan secara menyeluruh segera dapat diatasi di Indonesia,&amp;rdquo; katanya.

Seperti diketahui pada tahun 2021, total jumlah penduduk miskin ekstrem di Jawa Tengah mencapai 581.968 jiwa yang tersebar di 5 kabupaten Provinsi Jawa Tengah. Kelima kabupaten tersebut diantaranya Kabupaten Brebes dengan tingkat kemiskinan ekstrem 10,34% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 197.520 jiwa; Kabupaten Pemalang dengan tingkat kemiskinan ekstrem 9,52% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 124.270 jiwa.

Kemudian, Kabupaten Banyumas dengan tingkat kemiskinan ekstrem 6,83% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 116.330 jiwa; Kabupaten Kebumen dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,68% jumlah penduduk miskin ekstrem 92.190 jiwa dan Kabupaten Banjarnegara dengan tingkat kemiskinan ekstrem 7,23% jumlah penduduk miskin ekstrem 67.010 jiwa.</content:encoded></item></channel></rss>
