<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Bisnis Makanan untuk Gen Z, Bikin Visual yang Menarik</title><description>Menjalankan bisnis bisnis makanan atau food and beverage (F&amp;amp;B) mulai diminati generasi muda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/455/2482767/tips-bisnis-makanan-untuk-gen-z-bikin-visual-yang-menarik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/455/2482767/tips-bisnis-makanan-untuk-gen-z-bikin-visual-yang-menarik"/><item><title>Tips Bisnis Makanan untuk Gen Z, Bikin Visual yang Menarik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/455/2482767/tips-bisnis-makanan-untuk-gen-z-bikin-visual-yang-menarik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/07/455/2482767/tips-bisnis-makanan-untuk-gen-z-bikin-visual-yang-menarik</guid><pubDate>Kamis 07 Oktober 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/07/455/2482767/tips-bisnis-makanan-untuk-gen-z-bikin-visual-yang-menarik-dexOzDNb4q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inspirasi bisnis makanan kekinian (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/07/455/2482767/tips-bisnis-makanan-untuk-gen-z-bikin-visual-yang-menarik-dexOzDNb4q.jpg</image><title>Inspirasi bisnis makanan kekinian (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menjalankan bisnis makanan atau food and beverage (F&amp;amp;B) mulai diminati generasi muda. Sebab bisnis makanan bisa disebut bisnis yang tak lekang oleh waktu.
Bisnis makanan di zaman sekarang tidak perlu lagi membutuhkan area yang luas dan tenaga kerja yang banyak. CEO Masakin Group dan Co-Founder Menantea, Bisma Adi Putra mengatakan semakin berjalannya waktu, outlet bisnis semakin kecil. Apalagi sekarang ini konsep kekinian tengah naik daun, lantaran konsep bisnis tersebut sudah tidak lagi membutuhkan lokasi atau area yang luas.
Baca Juga: 7 Keuntungan Bisnis Franchise Makanan, Mudah dan Praktis
 
&amp;ldquo;Sekarang tuh yang buka lokasi yang besar sudah jarang banget. Kekinian itu artinya, operasionalnya simpel, tidak perlu banyak manpower, lalu lokasi atau areanya nggak usah besar. Nah terus, secara visualnya juga harus menarik secara media sosialnya,&amp;rdquo; ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (7/10/2021).
Sementara, lanjut dia, zaman dulu bisnis makanan itu tempatnya harus mewah, interiornya keren, serta tempatnya luas. Jika dibandingkan bisnis F&amp;amp;B sekarang, semakin kecil justru semakin bagus karena menjamur di mana-mana.
Baca Juga: 7 Cara Menghasilkan Uang dari Whatsapp 
 
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Bimbim ini mengatakan, dunia F&amp;amp;B itu pergerakannya selalu berubah. Dalam hal ini adalah tren dan market yang minimal mengalami perubahan dua kali dalam setahun. Oleh karena itu, dalam dunia F&amp;amp;B tidak bisa stagnan, alias harus selalu bergerak.
Menurutnya, di zaman sekarang melakoni bisnis dengan konsep kekinian adalah langkah yang tepat. Lantaran, pada konsep bisnis ini tidak memerlukan modal banyak, usaha secara operasional juga jauh lebih kekontrol karena karyawan dan peralatannya sedikit. Selain itu, konsep kekinian ini lebih relevan dengan kehidupan anak muda zaman now karena generasi sekarang tak luput dari sosial media.Maka, untuk memulai bisnis kekinian, Mas Bimbim bilang, siapa pun  bisa menjalankannya, yang terpenting memiliki jiwa muda dan bisa  mengikuti tren.
&amp;ldquo;Usia boleh tua, tapi jiwanya harus Gen Z, harus jiwa-jiwa anak main  TikTok. Karena kalau cuma mau tahu jualan, produknya enak, itu tuh udah  nggak bisa di zaman sekarang. Sekarang tuh harus benar-benar main di  sosial media, di platform F&amp;amp;B, dan mengikuti platform baru yang akan  terus bermunculan,&amp;rdquo; tuturnya.
Adapun ia menjelaskan, apabila calon pebisnis F&amp;amp;B ingin  menggeluti dunia tersebut, ketahuilah tipikal diri sendiri terlebih  dahulu. Artinya, jika memiliki jiwa mengarahkan sesuatu maka baiknya  mengambil bisnis F&amp;amp;B franchise. Namun, jika memiliki jiwa visioner  dan kreatifitas yang tinggi, baiknya membuat brand/merek sendiri.
&amp;ldquo;Kalau kamu merasa jago di managing people, atau managing something,  baiknya kamu ambil franchise aja. Karena kunci utama menjalankan bisnis  franchise itu adalah manajemen. Tapi, kalau kamu merasa tipikal orang  yang visioner, sangat kreatif, suka ketemu banyak orang, maka bikin  brand sendiri aja. Karena dalam bikin brand sendiri, prosesnya jauh  lebih susah dibandingkan yang ambil franchise,&amp;rdquo; jelas Mas Bimbim.
Pria yang berprofesi sebagai konsultan F&amp;amp;B ini melanjutkan, dalam  dua kategori tersebut, tingkat kesulitannya adalah tiga banding satu.  Di mana yang mengambil franchise akan jauh lebih mudah dibandingkan  dengan yang membuat brand sendiri dari awal.
&amp;ldquo;Jadi pebisnis tuh enak. Bisa ngatur waktu sendiri, punya kebebasan  kapan mau tidur, bangun, kerja, liburan bisa di hari biasa. Nah tapi  kerjanya 24 jam. Kayak jam 2 pagi masih bisa meeting, jam 11 malam masih  bisa zoom call,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menjalankan bisnis makanan atau food and beverage (F&amp;amp;B) mulai diminati generasi muda. Sebab bisnis makanan bisa disebut bisnis yang tak lekang oleh waktu.
Bisnis makanan di zaman sekarang tidak perlu lagi membutuhkan area yang luas dan tenaga kerja yang banyak. CEO Masakin Group dan Co-Founder Menantea, Bisma Adi Putra mengatakan semakin berjalannya waktu, outlet bisnis semakin kecil. Apalagi sekarang ini konsep kekinian tengah naik daun, lantaran konsep bisnis tersebut sudah tidak lagi membutuhkan lokasi atau area yang luas.
Baca Juga: 7 Keuntungan Bisnis Franchise Makanan, Mudah dan Praktis
 
&amp;ldquo;Sekarang tuh yang buka lokasi yang besar sudah jarang banget. Kekinian itu artinya, operasionalnya simpel, tidak perlu banyak manpower, lalu lokasi atau areanya nggak usah besar. Nah terus, secara visualnya juga harus menarik secara media sosialnya,&amp;rdquo; ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (7/10/2021).
Sementara, lanjut dia, zaman dulu bisnis makanan itu tempatnya harus mewah, interiornya keren, serta tempatnya luas. Jika dibandingkan bisnis F&amp;amp;B sekarang, semakin kecil justru semakin bagus karena menjamur di mana-mana.
Baca Juga: 7 Cara Menghasilkan Uang dari Whatsapp 
 
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Bimbim ini mengatakan, dunia F&amp;amp;B itu pergerakannya selalu berubah. Dalam hal ini adalah tren dan market yang minimal mengalami perubahan dua kali dalam setahun. Oleh karena itu, dalam dunia F&amp;amp;B tidak bisa stagnan, alias harus selalu bergerak.
Menurutnya, di zaman sekarang melakoni bisnis dengan konsep kekinian adalah langkah yang tepat. Lantaran, pada konsep bisnis ini tidak memerlukan modal banyak, usaha secara operasional juga jauh lebih kekontrol karena karyawan dan peralatannya sedikit. Selain itu, konsep kekinian ini lebih relevan dengan kehidupan anak muda zaman now karena generasi sekarang tak luput dari sosial media.Maka, untuk memulai bisnis kekinian, Mas Bimbim bilang, siapa pun  bisa menjalankannya, yang terpenting memiliki jiwa muda dan bisa  mengikuti tren.
&amp;ldquo;Usia boleh tua, tapi jiwanya harus Gen Z, harus jiwa-jiwa anak main  TikTok. Karena kalau cuma mau tahu jualan, produknya enak, itu tuh udah  nggak bisa di zaman sekarang. Sekarang tuh harus benar-benar main di  sosial media, di platform F&amp;amp;B, dan mengikuti platform baru yang akan  terus bermunculan,&amp;rdquo; tuturnya.
Adapun ia menjelaskan, apabila calon pebisnis F&amp;amp;B ingin  menggeluti dunia tersebut, ketahuilah tipikal diri sendiri terlebih  dahulu. Artinya, jika memiliki jiwa mengarahkan sesuatu maka baiknya  mengambil bisnis F&amp;amp;B franchise. Namun, jika memiliki jiwa visioner  dan kreatifitas yang tinggi, baiknya membuat brand/merek sendiri.
&amp;ldquo;Kalau kamu merasa jago di managing people, atau managing something,  baiknya kamu ambil franchise aja. Karena kunci utama menjalankan bisnis  franchise itu adalah manajemen. Tapi, kalau kamu merasa tipikal orang  yang visioner, sangat kreatif, suka ketemu banyak orang, maka bikin  brand sendiri aja. Karena dalam bikin brand sendiri, prosesnya jauh  lebih susah dibandingkan yang ambil franchise,&amp;rdquo; jelas Mas Bimbim.
Pria yang berprofesi sebagai konsultan F&amp;amp;B ini melanjutkan, dalam  dua kategori tersebut, tingkat kesulitannya adalah tiga banding satu.  Di mana yang mengambil franchise akan jauh lebih mudah dibandingkan  dengan yang membuat brand sendiri dari awal.
&amp;ldquo;Jadi pebisnis tuh enak. Bisa ngatur waktu sendiri, punya kebebasan  kapan mau tidur, bangun, kerja, liburan bisa di hari biasa. Nah tapi  kerjanya 24 jam. Kayak jam 2 pagi masih bisa meeting, jam 11 malam masih  bisa zoom call,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
