<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO, Nusantara Sawit Sejahtera Bidik Dana Rp1,6 Triliun</title><description>PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) bekal melakukan penawaran saham umum perdana (IPO) pada Kuartal IV tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/278/2483287/ipo-nusantara-sawit-sejahtera-bidik-dana-rp1-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/278/2483287/ipo-nusantara-sawit-sejahtera-bidik-dana-rp1-6-triliun"/><item><title>IPO, Nusantara Sawit Sejahtera Bidik Dana Rp1,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/278/2483287/ipo-nusantara-sawit-sejahtera-bidik-dana-rp1-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/278/2483287/ipo-nusantara-sawit-sejahtera-bidik-dana-rp1-6-triliun</guid><pubDate>Jum'at 08 Oktober 2021 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/08/278/2483287/ipo-nusantara-sawit-sejahtera-bidik-dana-rp1-6-triliun-5b2YeTyFNO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nusantara Sawit Sejahtera berencana IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/08/278/2483287/ipo-nusantara-sawit-sejahtera-bidik-dana-rp1-6-triliun-5b2YeTyFNO.jpg</image><title>Nusantara Sawit Sejahtera berencana IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) bekal melakukan penawaran saham umum perdana (IPO) pada Kuartal IV tahun ini. Perusahaan sudah menunjuk dua perusahaan sekuritas, yaitu Samuel Sekuritas, BRI Danareksa dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, sebagai penjamin emisi.
Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera Robiyanto mengatakan, pihaknya menilai sekarang adalah waktu yang tepat untuk melepas saham kepada publik. Terutama melihat dari potensi kenaikan harga CPO menyusul kenaikan kebutuhan minyak nabati dunia.
Baca Juga: Bangga! Bursa Saham Indonesia Jadi 'Raja IPO' di Asia Tenggara
 
&amp;ldquo;Harga komoditas oke, Pemerintah melakukan berbagai perbaikan regulasi, &amp;nbsp;Perusahaan siap menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Ini menjadi dasar kami menggelar IPO,&amp;rdquo; jelasnya, Jumat (8/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Produsen Boba Ini Mau IPO, Incar Dana Rp39,2 Miliar
Di sisi lain, dari internal perusahaan ada kebutuhan modal untuk memperkuat kapasitas usaha guna memanfaatkan peluang bisnis di industri kelapa sawit yang sangat besar, yaitu menambah pabrik kelapa sawit (PKS) dan kegiatan penelitian dan pengembangan.
&amp;ldquo;Untuk jumlah saham yang akan dilepas masih digodok terus. Kami perkirakan freefloat sekitar 40%. Kami membidik kapitalisasi pasar setelah IPO sudah mencapai Rp4,1 triliun. Dana IPO diperkirakan Rp1,6 triliun. Harga diperkirakan di sekitar Rp122 hingga Rp150 per saham,&amp;rdquo; tambahnya.Dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan  milik perkebunan, serta lahan petani sawit plasma di sekitar perusahaan.  Robiyanto menilai, NSS perlu memperkuat riset dan pengembangan budi  daya sawit.
&amp;ldquo;Penelitian diperlukan untuk meningkatkan produktivitas  lahan milik perusahaan juga milik petani rakyat di sekitar perusahaan.  NSS berupaya meningkatkan produktivitas sawit nasional tidak hanya di  kebun milik sendiri, tetapi juga tanaman petani yang saat ini selisihnya  masih sangat jauh di bawah kebun perusahaan,&amp;rdquo; ujar Robiyanto.
&amp;ldquo;Keunggulan NSS adalah umur tanaman masih 7 tahun. Ini artinya lagi  produktif dan masa produktifnya masih panjang. Ibaratnya sedang  mekar-mekarnya. Kualitas CPO premium, serta lokasi premium karena dekat  dengan bandara, pelabuhan dan perkebunan,&amp;rdquo; terangnya.
Mengenai profil perusahaan, dia menjelaskan NSS didirikan pada tahun  2008 dengan lima lokasi perkebunan di Provinsi Kalimantan Tengah.  Perusahaan fokus memproduksi Tandan Buah Segar (TBS), Minyak Sawit  Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK) dengan standar kualitas tinggi.
Dalam menjalankan bisnis, NSS memiliki kepemimpinan kuat dan  manajemen sumber daya manusia yang solid. Dalam mengelola perusahaan,  NSS memenuhi sertifikat penerapan program lingkungan, sosial dan tata  kelola (ESG) melalui program (ISPO dan RSPO).
NSS juga mendukung dan menerapkan prinsip tujuan pembangunan  berkelanjutan (TPB/SDGs), antara lain mengentaskan kemiskinan, mendorong  pertumbuhan ekonomi hingga upaya untuk ikut menjaga konservasi alam dan  lingkungan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) bekal melakukan penawaran saham umum perdana (IPO) pada Kuartal IV tahun ini. Perusahaan sudah menunjuk dua perusahaan sekuritas, yaitu Samuel Sekuritas, BRI Danareksa dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, sebagai penjamin emisi.
Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera Robiyanto mengatakan, pihaknya menilai sekarang adalah waktu yang tepat untuk melepas saham kepada publik. Terutama melihat dari potensi kenaikan harga CPO menyusul kenaikan kebutuhan minyak nabati dunia.
Baca Juga: Bangga! Bursa Saham Indonesia Jadi 'Raja IPO' di Asia Tenggara
 
&amp;ldquo;Harga komoditas oke, Pemerintah melakukan berbagai perbaikan regulasi, &amp;nbsp;Perusahaan siap menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Ini menjadi dasar kami menggelar IPO,&amp;rdquo; jelasnya, Jumat (8/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Produsen Boba Ini Mau IPO, Incar Dana Rp39,2 Miliar
Di sisi lain, dari internal perusahaan ada kebutuhan modal untuk memperkuat kapasitas usaha guna memanfaatkan peluang bisnis di industri kelapa sawit yang sangat besar, yaitu menambah pabrik kelapa sawit (PKS) dan kegiatan penelitian dan pengembangan.
&amp;ldquo;Untuk jumlah saham yang akan dilepas masih digodok terus. Kami perkirakan freefloat sekitar 40%. Kami membidik kapitalisasi pasar setelah IPO sudah mencapai Rp4,1 triliun. Dana IPO diperkirakan Rp1,6 triliun. Harga diperkirakan di sekitar Rp122 hingga Rp150 per saham,&amp;rdquo; tambahnya.Dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan  milik perkebunan, serta lahan petani sawit plasma di sekitar perusahaan.  Robiyanto menilai, NSS perlu memperkuat riset dan pengembangan budi  daya sawit.
&amp;ldquo;Penelitian diperlukan untuk meningkatkan produktivitas  lahan milik perusahaan juga milik petani rakyat di sekitar perusahaan.  NSS berupaya meningkatkan produktivitas sawit nasional tidak hanya di  kebun milik sendiri, tetapi juga tanaman petani yang saat ini selisihnya  masih sangat jauh di bawah kebun perusahaan,&amp;rdquo; ujar Robiyanto.
&amp;ldquo;Keunggulan NSS adalah umur tanaman masih 7 tahun. Ini artinya lagi  produktif dan masa produktifnya masih panjang. Ibaratnya sedang  mekar-mekarnya. Kualitas CPO premium, serta lokasi premium karena dekat  dengan bandara, pelabuhan dan perkebunan,&amp;rdquo; terangnya.
Mengenai profil perusahaan, dia menjelaskan NSS didirikan pada tahun  2008 dengan lima lokasi perkebunan di Provinsi Kalimantan Tengah.  Perusahaan fokus memproduksi Tandan Buah Segar (TBS), Minyak Sawit  Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK) dengan standar kualitas tinggi.
Dalam menjalankan bisnis, NSS memiliki kepemimpinan kuat dan  manajemen sumber daya manusia yang solid. Dalam mengelola perusahaan,  NSS memenuhi sertifikat penerapan program lingkungan, sosial dan tata  kelola (ESG) melalui program (ISPO dan RSPO).
NSS juga mendukung dan menerapkan prinsip tujuan pembangunan  berkelanjutan (TPB/SDGs), antara lain mengentaskan kemiskinan, mendorong  pertumbuhan ekonomi hingga upaya untuk ikut menjaga konservasi alam dan  lingkungan.</content:encoded></item></channel></rss>
