<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5% di Kuartal III-2021</title><description>Ekonomi Indonesia diramal tumbuh dalam rentang 4% sampai 5% di triwulan III-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483531/ekonomi-ri-diramal-tumbuh-5-di-kuartal-iii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483531/ekonomi-ri-diramal-tumbuh-5-di-kuartal-iii-2021"/><item><title>Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5% di Kuartal III-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483531/ekonomi-ri-diramal-tumbuh-5-di-kuartal-iii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483531/ekonomi-ri-diramal-tumbuh-5-di-kuartal-iii-2021</guid><pubDate>Jum'at 08 Oktober 2021 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/08/320/2483531/ekonomi-ri-diramal-tumbuh-5-di-kuartal-iii-2021-QuIEajC8II.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/08/320/2483531/ekonomi-ri-diramal-tumbuh-5-di-kuartal-iii-2021-QuIEajC8II.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi Indonesia diramal tumbuh dalam rentang 4% sampai 5% di triwulan III-2021.
&quot;Ada beberapa faktor yang membantu pertumbuhan ekonomi di kisaran tersebut,&quot; kata Direktur Riset Center Of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, Jumat (8/10/2021).
Baca Juga: Mendag: UKM Eksportir Jadi Pilar Ekonomi Indonesia
 
Faktor pertama, menurut dia, yaitu masih adanya low base effect atau rendahnya pertumbuhan di kuartal III-2020, yakni 5,32%.
Dengan pencapaian yang terkontraksi tersebut maka sedikit saja kenaikan ekonomi pada tahun 2021 akan membuat pertumbuhan yang positif.
Baca Juga: Harap Tenang! Stabilitas Sistem Keuangan Masih Terjaga Baik
 
Piter melanjutkan, faktor yang kedua adalah pelonggaran pembatasan bertahap yang dilakukan pemerintah meskipun terjadi gelombang kedua COVID-19.
&quot;Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi ekonomi untuk tumbuh. Pada bulan September 2021, banyak aktivitas ekonomi yang sudah diizinkan beroperasi, termasuk mall dan restoran,&quot; tuturnya.
Kemudian, sambung dia, faktor ketiga adalah peningkatan ekspor yang  cukup signifikan karena adanya kenaikan harga komoditas sehingga  menyebabkan surplus perdagangan yang besar dan membantu pertumbuhan  ekonomi.
Seluruh faktor tersebut pun menyebabkan konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi mulai terakselerasi.
Kendati demikian, Piter memperkirakan salah satu komponen  perekonomian yaitu Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi  di triwulan III-2021 masih akan terdampak adanya gelombang kedua pandemi  dan mulai membaik pada bulan September 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi Indonesia diramal tumbuh dalam rentang 4% sampai 5% di triwulan III-2021.
&quot;Ada beberapa faktor yang membantu pertumbuhan ekonomi di kisaran tersebut,&quot; kata Direktur Riset Center Of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, Jumat (8/10/2021).
Baca Juga: Mendag: UKM Eksportir Jadi Pilar Ekonomi Indonesia
 
Faktor pertama, menurut dia, yaitu masih adanya low base effect atau rendahnya pertumbuhan di kuartal III-2020, yakni 5,32%.
Dengan pencapaian yang terkontraksi tersebut maka sedikit saja kenaikan ekonomi pada tahun 2021 akan membuat pertumbuhan yang positif.
Baca Juga: Harap Tenang! Stabilitas Sistem Keuangan Masih Terjaga Baik
 
Piter melanjutkan, faktor yang kedua adalah pelonggaran pembatasan bertahap yang dilakukan pemerintah meskipun terjadi gelombang kedua COVID-19.
&quot;Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi ekonomi untuk tumbuh. Pada bulan September 2021, banyak aktivitas ekonomi yang sudah diizinkan beroperasi, termasuk mall dan restoran,&quot; tuturnya.
Kemudian, sambung dia, faktor ketiga adalah peningkatan ekspor yang  cukup signifikan karena adanya kenaikan harga komoditas sehingga  menyebabkan surplus perdagangan yang besar dan membantu pertumbuhan  ekonomi.
Seluruh faktor tersebut pun menyebabkan konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi mulai terakselerasi.
Kendati demikian, Piter memperkirakan salah satu komponen  perekonomian yaitu Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi  di triwulan III-2021 masih akan terdampak adanya gelombang kedua pandemi  dan mulai membaik pada bulan September 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
