<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Superpower</title><description>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menilai Indonesia berpotensi menjadi negara superpower.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483548/mendag-indonesia-berpotensi-jadi-negara-superpower</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483548/mendag-indonesia-berpotensi-jadi-negara-superpower"/><item><title>Mendag: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Superpower</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483548/mendag-indonesia-berpotensi-jadi-negara-superpower</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/320/2483548/mendag-indonesia-berpotensi-jadi-negara-superpower</guid><pubDate>Jum'at 08 Oktober 2021 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/08/320/2483548/mendag-indonesia-berpotensi-jadi-negara-superpower-cOazNdIL9O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebut Indonesia bisa jadi negara superpower (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/08/320/2483548/mendag-indonesia-berpotensi-jadi-negara-superpower-cOazNdIL9O.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebut Indonesia bisa jadi negara superpower (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menilai Indonesia berpotensi menjadi negara superpower. Hal ini dia sampaikan dalam pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD Ministerial Council Meeting) di Paris, Prancis.
Baca Juga: Walah, RI Kekurangan 5.000 Kontainer Ekspor Tiap Bulan
Dalam sesi pleno Building A Green Future, Mendag menyampaikan Indonesia berpotensi sebagai negara superpower dunia, lewat perdagangan karbon. Hal lain yang dibahas pada sesi Building a Green Future adalah upaya mendorong agenda pemulihan ekonomi yang kini juga dikemas untuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau, inovasi, dan peluang ekonomi baru bagi para pekerja.
Selain itu juga untuk mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama internasional.
Baca Juga: Stok Jagung 2,3 Juta Ton, Kementan: Distribusi ke Peternak Terhambat
 
&amp;ldquo;Indonesia berpotensi menjadi carbon offset superpower di dunia melalui perdagangan karbon sukarela secara internasional. Namun, kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif,&amp;rdquo; ujar Mendag Lutfi, pada keterangan tertulis yang diterima MNC Portal, Jumat (8/10/2021).
Dalam sesi tersebut, Mendag secara tegas juga menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Paris Agreement. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kebijakan carbon pricing.Untuk mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan  pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama  internasional.
Hal ini dapat dilihat dari beberapa inisiatif yang diluncurkan  beberapa negara seperti Green Deal (Uni Eropa), Build Back Better World  (G7), Beyond Zero initiative (Jepang), dan Blue Dot Network (Amerika  Serikat, Jepang, dan Australia).
Mendag Lutfi menyampaikan harapan agar ketentuan-ketentuan yang  berpotensi menjadi isu perundingan dapat disepakati secara pragmatis dan  kolaboratif.
Sementara itu, terkait hubungan bilateral kedua negara, Kanada  mengutarakan keinginan mendapatkan akses pasar untuk produk daging sapi  dan perhatian sektor swasta Kanada yang memenuhi ketentuan standar halal  di Indonesia tanpa memberikan hambatan perdagangan.
Pertemuan Bilateral Di sela rangkaian kegiatan Pertemuan Dewan  Menteri OECD, Mendag Lutfi melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan  negara-negara sahabat, yaitu Kazakhstan, Prancis, Amerika Serikat,  Kanada, Spanyol, Uni Eropa, dan juga dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi  Okonjo-Iweala.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menilai Indonesia berpotensi menjadi negara superpower. Hal ini dia sampaikan dalam pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD Ministerial Council Meeting) di Paris, Prancis.
Baca Juga: Walah, RI Kekurangan 5.000 Kontainer Ekspor Tiap Bulan
Dalam sesi pleno Building A Green Future, Mendag menyampaikan Indonesia berpotensi sebagai negara superpower dunia, lewat perdagangan karbon. Hal lain yang dibahas pada sesi Building a Green Future adalah upaya mendorong agenda pemulihan ekonomi yang kini juga dikemas untuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau, inovasi, dan peluang ekonomi baru bagi para pekerja.
Selain itu juga untuk mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama internasional.
Baca Juga: Stok Jagung 2,3 Juta Ton, Kementan: Distribusi ke Peternak Terhambat
 
&amp;ldquo;Indonesia berpotensi menjadi carbon offset superpower di dunia melalui perdagangan karbon sukarela secara internasional. Namun, kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif,&amp;rdquo; ujar Mendag Lutfi, pada keterangan tertulis yang diterima MNC Portal, Jumat (8/10/2021).
Dalam sesi tersebut, Mendag secara tegas juga menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Paris Agreement. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kebijakan carbon pricing.Untuk mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan  pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama  internasional.
Hal ini dapat dilihat dari beberapa inisiatif yang diluncurkan  beberapa negara seperti Green Deal (Uni Eropa), Build Back Better World  (G7), Beyond Zero initiative (Jepang), dan Blue Dot Network (Amerika  Serikat, Jepang, dan Australia).
Mendag Lutfi menyampaikan harapan agar ketentuan-ketentuan yang  berpotensi menjadi isu perundingan dapat disepakati secara pragmatis dan  kolaboratif.
Sementara itu, terkait hubungan bilateral kedua negara, Kanada  mengutarakan keinginan mendapatkan akses pasar untuk produk daging sapi  dan perhatian sektor swasta Kanada yang memenuhi ketentuan standar halal  di Indonesia tanpa memberikan hambatan perdagangan.
Pertemuan Bilateral Di sela rangkaian kegiatan Pertemuan Dewan  Menteri OECD, Mendag Lutfi melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan  negara-negara sahabat, yaitu Kazakhstan, Prancis, Amerika Serikat,  Kanada, Spanyol, Uni Eropa, dan juga dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi  Okonjo-Iweala.</content:encoded></item></channel></rss>
