<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Investasi Reksadana untuk Pemula</title><description>Di tengah pandemi Covid-19, berinvestasi bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatur keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/622/2483529/tips-investasi-reksadana-untuk-pemula</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/622/2483529/tips-investasi-reksadana-untuk-pemula"/><item><title>Tips Investasi Reksadana untuk Pemula</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/622/2483529/tips-investasi-reksadana-untuk-pemula</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/08/622/2483529/tips-investasi-reksadana-untuk-pemula</guid><pubDate>Jum'at 08 Oktober 2021 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/08/622/2483529/tips-investasi-reksadana-untuk-pemula-GIu1hl6Awd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Investasi reksa dana (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/08/622/2483529/tips-investasi-reksadana-untuk-pemula-GIu1hl6Awd.jpg</image><title>Tips Investasi reksa dana (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pada umumnya, seorang pemula pasti memiliki kendala untuk memulai investasi. Misalnya, bingung harus memulai dari mana, hingga sulit memilih instrumen investasi.
Reksadana bisa menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dilakukan bagi mereka yang belum pernah ataupun sudah berinvestasi pada instrumen lain. Lantas  bagaimana cara berinvestasi di reksadana?
&amp;ldquo;Meski jenis penanaman modal berikut terkenal praktis dan mudah dimulai, Anda sebagai investor harus tetap memahami bagaimana cara investasi reksadana yang benar beserta istilah-istilah dasar dalam berinvestasi demi meminimalisir kerugian,&amp;rdquo; ujar tim OCBC NISP dalam keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (8/10/2021).
Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Warga Jabar Cari Cuan Jadi Investor Pasar Modal
 
Berikut cara-cara berinvestasi di reksadana:
1. Melalui Bank
 
- Datanglah ke kantor cabang bank terdekat.
- Anda perlu mengisi formulir dan memberikan persyaratan dokumen sesuai dengan aturan bank yang ditetapkan.
- Menyerahkan dana yang diinvestasikan kepada bank. Perlu diingat bahwa bank tidak mengelola uang tersebut, tapi memberikannya kepada rekan perusahaan pengelola investasi reksadana yang dipilih.
- Setelah proses dokumentasi selesai, jumlah dana tersebut akan tertera dalam portofolio Anda.
Baca Juga: 3 Tips Investasi Online, Cek Legalitasnya 
2. Melalui Aplikasi Reksadana
- Anda dapat mengunduh aplikasi perusahaan keuangan yang menyediakan instrumen investasi reksadana.
- Mendaftarkan diri secara daring dengan melengkapi persyaratannya.
- Memilih reksadana yang ingin dibeli. Pastikan untuk membandingkannya terlebih dulu dan menyesuaikannya dengan tujuan investasi Anda.
- Mentransfer nominal pembelian reksadana dengan menggunakan m-banking, e-wallet, atau ATM.
- Proses pencatatan data reksadana umumnya berlangsung selama 48 jam di hari kerja
- Jika sudah tersimpan, dana yang sudah dibeli akan tertera pada aplikasi Anda. Seperti contohnya di Bank OCBC NISP, melalui ONe Mobile, nasabah juga bisa memantau perkembangan reksadana lewat mobile banking.Hal yang perlu diperhatikan Investasi Reksadana
Risiko reksadana termasuk rendah jika dibanding instrumen investasi  lain seperti saham. Hanya saja bagi pemula perlu memperhatikan hal-hal  dibawah ini:
- Penurunan Nilai
Penurunan nilai adalah risiko yang perlu diwaspadai sebelum  berinvestasi menggunakan reksa dana. Penurunan nilai disebabkan oleh  adanya perubahan harga aset di dalamnya. Contohnya adalah ketika harga  saham pada reksa dana turun, maka hal tersebut akan berimbas pula  terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).
- Likuiditas
 
Risiko likuiditas rupanya berkaitan dengan pencairan reksa dana. Hal  berikut dapat terjadi ketika manajer investasi terlambat menyediakan  dana bagi investor melakukan pembayaran pencairan atau redemption. Di  mana menurut peraturan yang berlaku, pembayaran dana dalam hal ini harus  dilakukan oleh manajer investasi maksimal 7 hari kerja tidak termasuk  hari libur.
- Wanprestasi
 
Risiko ini terjadi apabila manajer investasi tidak mampu membayar  kupon dan uang pokok yang telah Anda investasikan karena mengalami  kerugian investasi.
- Ekonomi dan Politik
 
Kondisi ekonomi dan politik di Indonesia juga akan mempengaruhi dunia  investasi, termasuk reksadana. Jika kondisinya tidak kondusif, bisa  jadi nilai keuntungan akan mengalami penurunan. Sebaliknya, bila  kondisinya baik, maka keuntungan yang Anda dapatkan juga dapat  meningkat.
- Pertanggungan Harta 
Risiko ini dapat terjadi apabila terjadi pencurian data pada bank  kustodian. Namun, umumnya bank dan perusahaan investasi telah memberikan  asuransi terhadap aset yang dimiliki. Sehingga, Anda tidak perlu  khawatir. Pastikan untuk memilih bank dan perusahaan yang kredibel.
&amp;ldquo;Itulah informasi lengkap seputar investasi reksadana yang tak boleh  Anda lewatkan. Reksa dana adalah salah satu jenis investasi dengan modal  terjangkau. Sehingga seluruh kalangan, mulai dari orang tua hingga  mahasiswa pun bisa menggelutinya,&amp;rdquo; kata tim OCBC NISP.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pada umumnya, seorang pemula pasti memiliki kendala untuk memulai investasi. Misalnya, bingung harus memulai dari mana, hingga sulit memilih instrumen investasi.
Reksadana bisa menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dilakukan bagi mereka yang belum pernah ataupun sudah berinvestasi pada instrumen lain. Lantas  bagaimana cara berinvestasi di reksadana?
&amp;ldquo;Meski jenis penanaman modal berikut terkenal praktis dan mudah dimulai, Anda sebagai investor harus tetap memahami bagaimana cara investasi reksadana yang benar beserta istilah-istilah dasar dalam berinvestasi demi meminimalisir kerugian,&amp;rdquo; ujar tim OCBC NISP dalam keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (8/10/2021).
Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Warga Jabar Cari Cuan Jadi Investor Pasar Modal
 
Berikut cara-cara berinvestasi di reksadana:
1. Melalui Bank
 
- Datanglah ke kantor cabang bank terdekat.
- Anda perlu mengisi formulir dan memberikan persyaratan dokumen sesuai dengan aturan bank yang ditetapkan.
- Menyerahkan dana yang diinvestasikan kepada bank. Perlu diingat bahwa bank tidak mengelola uang tersebut, tapi memberikannya kepada rekan perusahaan pengelola investasi reksadana yang dipilih.
- Setelah proses dokumentasi selesai, jumlah dana tersebut akan tertera dalam portofolio Anda.
Baca Juga: 3 Tips Investasi Online, Cek Legalitasnya 
2. Melalui Aplikasi Reksadana
- Anda dapat mengunduh aplikasi perusahaan keuangan yang menyediakan instrumen investasi reksadana.
- Mendaftarkan diri secara daring dengan melengkapi persyaratannya.
- Memilih reksadana yang ingin dibeli. Pastikan untuk membandingkannya terlebih dulu dan menyesuaikannya dengan tujuan investasi Anda.
- Mentransfer nominal pembelian reksadana dengan menggunakan m-banking, e-wallet, atau ATM.
- Proses pencatatan data reksadana umumnya berlangsung selama 48 jam di hari kerja
- Jika sudah tersimpan, dana yang sudah dibeli akan tertera pada aplikasi Anda. Seperti contohnya di Bank OCBC NISP, melalui ONe Mobile, nasabah juga bisa memantau perkembangan reksadana lewat mobile banking.Hal yang perlu diperhatikan Investasi Reksadana
Risiko reksadana termasuk rendah jika dibanding instrumen investasi  lain seperti saham. Hanya saja bagi pemula perlu memperhatikan hal-hal  dibawah ini:
- Penurunan Nilai
Penurunan nilai adalah risiko yang perlu diwaspadai sebelum  berinvestasi menggunakan reksa dana. Penurunan nilai disebabkan oleh  adanya perubahan harga aset di dalamnya. Contohnya adalah ketika harga  saham pada reksa dana turun, maka hal tersebut akan berimbas pula  terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).
- Likuiditas
 
Risiko likuiditas rupanya berkaitan dengan pencairan reksa dana. Hal  berikut dapat terjadi ketika manajer investasi terlambat menyediakan  dana bagi investor melakukan pembayaran pencairan atau redemption. Di  mana menurut peraturan yang berlaku, pembayaran dana dalam hal ini harus  dilakukan oleh manajer investasi maksimal 7 hari kerja tidak termasuk  hari libur.
- Wanprestasi
 
Risiko ini terjadi apabila manajer investasi tidak mampu membayar  kupon dan uang pokok yang telah Anda investasikan karena mengalami  kerugian investasi.
- Ekonomi dan Politik
 
Kondisi ekonomi dan politik di Indonesia juga akan mempengaruhi dunia  investasi, termasuk reksadana. Jika kondisinya tidak kondusif, bisa  jadi nilai keuntungan akan mengalami penurunan. Sebaliknya, bila  kondisinya baik, maka keuntungan yang Anda dapatkan juga dapat  meningkat.
- Pertanggungan Harta 
Risiko ini dapat terjadi apabila terjadi pencurian data pada bank  kustodian. Namun, umumnya bank dan perusahaan investasi telah memberikan  asuransi terhadap aset yang dimiliki. Sehingga, Anda tidak perlu  khawatir. Pastikan untuk memilih bank dan perusahaan yang kredibel.
&amp;ldquo;Itulah informasi lengkap seputar investasi reksadana yang tak boleh  Anda lewatkan. Reksa dana adalah salah satu jenis investasi dengan modal  terjangkau. Sehingga seluruh kalangan, mulai dari orang tua hingga  mahasiswa pun bisa menggelutinya,&amp;rdquo; kata tim OCBC NISP.</content:encoded></item></channel></rss>
