<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Darma Henwa Bentuk Anak Usaha Baru di Sektor Reparasi Mesin</title><description>PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bersama dengan anak usahanya yakni PT Dire Pratama (Dire) telah mendirikan anak usaha baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/278/2484474/darma-henwa-bentuk-anak-usaha-baru-di-sektor-reparasi-mesin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/278/2484474/darma-henwa-bentuk-anak-usaha-baru-di-sektor-reparasi-mesin"/><item><title>Darma Henwa Bentuk Anak Usaha Baru di Sektor Reparasi Mesin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/278/2484474/darma-henwa-bentuk-anak-usaha-baru-di-sektor-reparasi-mesin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/278/2484474/darma-henwa-bentuk-anak-usaha-baru-di-sektor-reparasi-mesin</guid><pubDate>Senin 11 Oktober 2021 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/11/278/2484474/darma-henwa-bentuk-anak-usaha-baru-di-sektor-reparasi-mesin-R6kS1376Vp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Darma Henwa bentuk anak usaha baru (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/11/278/2484474/darma-henwa-bentuk-anak-usaha-baru-di-sektor-reparasi-mesin-R6kS1376Vp.jpg</image><title>Darma Henwa bentuk anak usaha baru (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bersama dengan anak usahanya yakni PT Dire Pratama (Dire) telah mendirikan anak usaha baru, PT Darma Reka Teknik (DRT). Aksi ini bertujuan untuk memperkuat struktur bisnis perseroan.
Disebutkan, aksi korporasi tersebut telah dilakukan pada 7 Oktober 2020, di mana maksud pendirian DRT adalah untuk pengembangan bidang usaha perseroan di luar bidang jasa kontraktor pertambangan batu bara.
&amp;ldquo;Maksud dan tujuan DRT adalah berusaha dalam bidang reparasi mesin untuk keperluan khusus dan reparasi mesin untuk keperluan umum. Perseroan memiliki 99,90% saham dan Dire mempunyai 0,10% saham dana DRT,&amp;rdquo; ujar Chief Investor Relations &amp;amp; Corporate Secretary Darma Henwa Mukson Arif Rosyidi.
Baca Juga: Investasi USD30 Juta, Darma Henwa Targetkan Produksi 17 Juta Ton
Mukson menyampaikan, pendirian anak usaha baru juga sebagai langkah diversifikasi usaha perseroan untuk dapat memperkuat bisnis dan meningkat nilai tambah perseroan di masa yang akan datang. Pendirian anak usaha ini akan memberikan dampak terhadap kinerja keuangan perseroan pada saat perusahaan tersebut beroperasi.
Menurut Mukson, jika sudah beroperasi, kinerja keuangan akan meningkat dengan adanya tambahan pendapatan dari kegiatan bisnisnya, yakni reparasi mesin.
&amp;ldquo;Pendirian DRT akan memberikan kelangsungan usaha yang lebih baik kepada perseroan. Adapun aksi korporasi ini tidak memiliki dampak hukum,&amp;rdquo; ujar Mukson.Sebagai informasi, Darmah Henwa sebelumnya juga mendirikan perusahaan  baru yakni PT Dire Terminal Indonesia (DTI). Aksi ini dibantu oleh  kedua anak usaha PT Dire Pratama (Dire) dan PT Dire Pratama Services  (DPS). DTI disebut bergerak di bidang aktivitas pelayanan kepelabuhan  laut. Di dalam perusahaan baru ini, Dire memiliki 99% dan DPS memiliki  1% saham. Langkah tersebut, sebagai respon perseroan menanggapi peluang  yang cukup besar untuk pengelolaan pelabuhan umum di wilayah Indonesia.
Di sisi lain, Darma Henwa telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp52  miliar. Dalam kontrak ini, perseroan akan mengerjakan konstruksi jalan  pengangkutan batubara di Bengalon Utara, yang merupakan area tambang  milik PT Kaltim Prima Coal. Mukson menjelaskan bahwa kontrak ini diraih  perseroan pada tanggal 6 September 2021 lalu. Proyek ini diperkirakan  memakan waktu hingga 6 bulan lamanya. &amp;ldquo;Kontrak baru ini, merupakan  transaksi afiliasi karena adanya hubungan dengan pemegang saham utama,&amp;rdquo;  jelasnya.
Darma Henwa pada tahun ini juga akan melanjutkan strategi efisiensi  operasional dan peningkatan produksi. Strategi ini sebelumnya telah  dilakukan pada tahun 2020 dengan mengurangi biaya operasi melalui  program perawatan alat yang efisien dengan global sourcing dan  meningkatkan produksi dengan fleet produksi.
Strategi tersebut memberikan hasil, dimana perseroan mencatatkan  volume removal material yang dihasilkan dari fleet produksi sebesar  54,82 juta bcm di tahun 2020, atau meningkat 6,6% dari tahun 2019.  Keberhasilan strategi tersebut dapat disampaikan bahwa kapasitas fleet  produksi yang dimiliki perseroan meningkat 16% di tahun 2020, dan dengan  ini juga perseroan berhasil menurunkan biaya pemeliharaan alat menjadi  US$ 20,82 juta, atau menurun 33% dari tahun sebelumnya yang berdampak  pada peningkatan ekspansi margin sebesar 2,1% di tahun 2020.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bersama dengan anak usahanya yakni PT Dire Pratama (Dire) telah mendirikan anak usaha baru, PT Darma Reka Teknik (DRT). Aksi ini bertujuan untuk memperkuat struktur bisnis perseroan.
Disebutkan, aksi korporasi tersebut telah dilakukan pada 7 Oktober 2020, di mana maksud pendirian DRT adalah untuk pengembangan bidang usaha perseroan di luar bidang jasa kontraktor pertambangan batu bara.
&amp;ldquo;Maksud dan tujuan DRT adalah berusaha dalam bidang reparasi mesin untuk keperluan khusus dan reparasi mesin untuk keperluan umum. Perseroan memiliki 99,90% saham dan Dire mempunyai 0,10% saham dana DRT,&amp;rdquo; ujar Chief Investor Relations &amp;amp; Corporate Secretary Darma Henwa Mukson Arif Rosyidi.
Baca Juga: Investasi USD30 Juta, Darma Henwa Targetkan Produksi 17 Juta Ton
Mukson menyampaikan, pendirian anak usaha baru juga sebagai langkah diversifikasi usaha perseroan untuk dapat memperkuat bisnis dan meningkat nilai tambah perseroan di masa yang akan datang. Pendirian anak usaha ini akan memberikan dampak terhadap kinerja keuangan perseroan pada saat perusahaan tersebut beroperasi.
Menurut Mukson, jika sudah beroperasi, kinerja keuangan akan meningkat dengan adanya tambahan pendapatan dari kegiatan bisnisnya, yakni reparasi mesin.
&amp;ldquo;Pendirian DRT akan memberikan kelangsungan usaha yang lebih baik kepada perseroan. Adapun aksi korporasi ini tidak memiliki dampak hukum,&amp;rdquo; ujar Mukson.Sebagai informasi, Darmah Henwa sebelumnya juga mendirikan perusahaan  baru yakni PT Dire Terminal Indonesia (DTI). Aksi ini dibantu oleh  kedua anak usaha PT Dire Pratama (Dire) dan PT Dire Pratama Services  (DPS). DTI disebut bergerak di bidang aktivitas pelayanan kepelabuhan  laut. Di dalam perusahaan baru ini, Dire memiliki 99% dan DPS memiliki  1% saham. Langkah tersebut, sebagai respon perseroan menanggapi peluang  yang cukup besar untuk pengelolaan pelabuhan umum di wilayah Indonesia.
Di sisi lain, Darma Henwa telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp52  miliar. Dalam kontrak ini, perseroan akan mengerjakan konstruksi jalan  pengangkutan batubara di Bengalon Utara, yang merupakan area tambang  milik PT Kaltim Prima Coal. Mukson menjelaskan bahwa kontrak ini diraih  perseroan pada tanggal 6 September 2021 lalu. Proyek ini diperkirakan  memakan waktu hingga 6 bulan lamanya. &amp;ldquo;Kontrak baru ini, merupakan  transaksi afiliasi karena adanya hubungan dengan pemegang saham utama,&amp;rdquo;  jelasnya.
Darma Henwa pada tahun ini juga akan melanjutkan strategi efisiensi  operasional dan peningkatan produksi. Strategi ini sebelumnya telah  dilakukan pada tahun 2020 dengan mengurangi biaya operasi melalui  program perawatan alat yang efisien dengan global sourcing dan  meningkatkan produksi dengan fleet produksi.
Strategi tersebut memberikan hasil, dimana perseroan mencatatkan  volume removal material yang dihasilkan dari fleet produksi sebesar  54,82 juta bcm di tahun 2020, atau meningkat 6,6% dari tahun 2019.  Keberhasilan strategi tersebut dapat disampaikan bahwa kapasitas fleet  produksi yang dimiliki perseroan meningkat 16% di tahun 2020, dan dengan  ini juga perseroan berhasil menurunkan biaya pemeliharaan alat menjadi  US$ 20,82 juta, atau menurun 33% dari tahun sebelumnya yang berdampak  pada peningkatan ekspansi margin sebesar 2,1% di tahun 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
