<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inklusi Keuangan Ditarget 90% di 2024, Anak SMP Punya Tabungan Digital</title><description>Inklusi keuangan Indonesia ditargetkan mencapai 90% pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/320/2484512/inklusi-keuangan-ditarget-90-di-2024-anak-smp-punya-tabungan-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/320/2484512/inklusi-keuangan-ditarget-90-di-2024-anak-smp-punya-tabungan-digital"/><item><title>Inklusi Keuangan Ditarget 90% di 2024, Anak SMP Punya Tabungan Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/320/2484512/inklusi-keuangan-ditarget-90-di-2024-anak-smp-punya-tabungan-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/11/320/2484512/inklusi-keuangan-ditarget-90-di-2024-anak-smp-punya-tabungan-digital</guid><pubDate>Senin 11 Oktober 2021 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/11/320/2484512/inklusi-keuangan-ditarget-90-di-2024-anak-smp-punya-tabungan-digital-yOEsJLoaO0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inklusi keuangan Indonesia ditargetkan capai 90% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/11/320/2484512/inklusi-keuangan-ditarget-90-di-2024-anak-smp-punya-tabungan-digital-yOEsJLoaO0.jpg</image><title>Inklusi keuangan Indonesia ditargetkan capai 90% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Inklusi keuangan Indonesia ditargetkan mencapai 90% pada 2024. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kehadiran teknologi digital telah membantu pemerintah mencapai target inklusi keuangan.
&amp;ldquo;Pada 2024 kami yakin inklusi keuangan dapat mencapai target 90%. Dengan kehadiran digitalisasi ini, kami ingin sampaikan bahwa seluruh anak SMP (sekolah menengah pertama) harus sudah masuk ke ekosistem tabungan digital,&amp;rdquo; kata Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso, Senin (11/10/2021).
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Pengembangan Keuangan Digital  Merata hingga ke Pelosok
 
Pada 2019, inklusi keuangan tercatat telah mencapai 76,19% atau meningkat dibandingkan tahun 2016 dimana inklusi keuangan baru mencapai 67,08%.
Wimboh menambahkan bahwa OJK baru saja menerbitkan kebijakan terkait bank digital untuk memberi ruang bagi perbankan yang hendak masuk ke dalam ekosistem digital.
Baca Juga: UMKM Melek Keuangan, Ini Untungnya
 
Dengan ini, OJK juga berharap perbankan dapat mengembangkan produk dan layanan berbasis digital, baik untuk bank berskala besar, menengah, maupun kecil, termasuk bank perkreditan rakyat (BPR).
Di samping itu, OJK juga akan terus mendorong pengembangan produk asuransi berbasis teknologi atau insurtech. Untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), OJK juga akan terus mendorong pelaku UMKM agar dapat go digital.&amp;ldquo;Kami membangun ekosistem agar UMKM bisa mendapatkan  manfaat dengan kehadiran digitalisasi dan kami sudah mulai dengan peer  to peer lending yang memberi manfaat lebih besar,&amp;rdquo; kata Wimboh.
Dia mengatakan dengan teknologi finansial berupa peer to peer  lending, masyarakat dapat melaksanakan urun dana. Dengan ini, UMKM pun  memiliki ruang lebih besar untuk mengakses pembiayaan yang lebih murah  dan cepat.
&amp;ldquo;Dari segi pemasaran produk kami juga ingin membawa UMKM ke ekosistem  e-commerce sehingga kami membuat Kampus UMKM untuk membantu mereka  masuk ke ekosistem e-commerce yang bisa membuat mereka menjual produk ke  seluruh penjuru dunia,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Inklusi keuangan Indonesia ditargetkan mencapai 90% pada 2024. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kehadiran teknologi digital telah membantu pemerintah mencapai target inklusi keuangan.
&amp;ldquo;Pada 2024 kami yakin inklusi keuangan dapat mencapai target 90%. Dengan kehadiran digitalisasi ini, kami ingin sampaikan bahwa seluruh anak SMP (sekolah menengah pertama) harus sudah masuk ke ekosistem tabungan digital,&amp;rdquo; kata Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso, Senin (11/10/2021).
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Pengembangan Keuangan Digital  Merata hingga ke Pelosok
 
Pada 2019, inklusi keuangan tercatat telah mencapai 76,19% atau meningkat dibandingkan tahun 2016 dimana inklusi keuangan baru mencapai 67,08%.
Wimboh menambahkan bahwa OJK baru saja menerbitkan kebijakan terkait bank digital untuk memberi ruang bagi perbankan yang hendak masuk ke dalam ekosistem digital.
Baca Juga: UMKM Melek Keuangan, Ini Untungnya
 
Dengan ini, OJK juga berharap perbankan dapat mengembangkan produk dan layanan berbasis digital, baik untuk bank berskala besar, menengah, maupun kecil, termasuk bank perkreditan rakyat (BPR).
Di samping itu, OJK juga akan terus mendorong pengembangan produk asuransi berbasis teknologi atau insurtech. Untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), OJK juga akan terus mendorong pelaku UMKM agar dapat go digital.&amp;ldquo;Kami membangun ekosistem agar UMKM bisa mendapatkan  manfaat dengan kehadiran digitalisasi dan kami sudah mulai dengan peer  to peer lending yang memberi manfaat lebih besar,&amp;rdquo; kata Wimboh.
Dia mengatakan dengan teknologi finansial berupa peer to peer  lending, masyarakat dapat melaksanakan urun dana. Dengan ini, UMKM pun  memiliki ruang lebih besar untuk mengakses pembiayaan yang lebih murah  dan cepat.
&amp;ldquo;Dari segi pemasaran produk kami juga ingin membawa UMKM ke ekosistem  e-commerce sehingga kami membuat Kampus UMKM untuk membantu mereka  masuk ke ekosistem e-commerce yang bisa membuat mereka menjual produk ke  seluruh penjuru dunia,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
