<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menilik Prospek IPO Nusantara Sawit Sejahtera</title><description>PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana melepas saham ke publik (IPO) untuk memperluas kapasitas bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/278/2485243/menilik-prospek-ipo-nusantara-sawit-sejahtera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/278/2485243/menilik-prospek-ipo-nusantara-sawit-sejahtera"/><item><title>Menilik Prospek IPO Nusantara Sawit Sejahtera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/278/2485243/menilik-prospek-ipo-nusantara-sawit-sejahtera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/278/2485243/menilik-prospek-ipo-nusantara-sawit-sejahtera</guid><pubDate>Selasa 12 Oktober 2021 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/12/278/2485243/menilik-prospek-ipo-nusantara-sawit-sejahtera-E1iQkl09v0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nusantara Sawit Sejahtera berencana IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/12/278/2485243/menilik-prospek-ipo-nusantara-sawit-sejahtera-E1iQkl09v0.jpg</image><title>Nusantara Sawit Sejahtera berencana IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana melepas saham ke publik (IPO) untuk memperluas kapasitas bisnis. IPO dilakukan di tengah tingginya permintaan minyak nabati dunia, termasuk di dalam negeri.
Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma mengatakan, dalam memilih saham yang akan dikoleksi, umumnya investor memiliki tiga alasan. Pertama, kinerja keuangan perusahaan, Kedua, prospek bisnis dan Ketiga, tim manajemen.
Baca Juga: Bangga! Bursa Saham Indonesia Jadi 'Raja IPO' di Asia Tenggara
 
Dari sisi kinerja keuangan, dia mengatakan secara umum kinerja keuangan perusahaan perkebunan relatif sangat baik saat ini. Bahkan banyak yang profitnya naik 100% hingga 200%. Peningkatan keuntungan ditopang oleh kenaikan harga CPO, serta peningkatan produktivitas tanaman dan pabrik pengolahan sawit.
&amp;rdquo;Peluang emiten CPO di bursa saham dalam negeri masih sangat besar, meski banyak sentimen dari negara luar kampanye negatif dari negara-negara komoditas pesaing. Namun, dengan profitabilitas yang sebegitu bagus, seharusnya menarik dan sahamnya akan diserap investor dalam negeri,&amp;rdquo;ujarnya di Jakarta, Selasa (12/10/2021).
Baca Juga: Produsen Boba Ini Mau IPO, Incar Dana Rp39,2 Miliar
 
Apalagi, ujarnya, kenaikan harga CPO terus berlanjut. Sekarang ini, kenaikan harga CPO lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga pada saat terjadi booming komoditas sekitar 7 tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan dari sisi kinerja keuangan perkebunan sawit prospektif. Dari sisi prospek bisnis, Suria mengatakan umur tanaman sawit di kebun NSS relatif muda sehingga masa produktivitas tinggi masih panjang.Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan emiten sawit yang sudah  melakukan listing terlebih dahulu di pasar saham domestik karena banyak  yang sudah masuk masa replanting tanaman. Dari sisi industri, Suria  menerangkan, lagi prospek bisnis CPO masih akan sangat besar di masa  mendatang.
Sawit adalah tanaman yang bisa memastikan mampu memenuhi  kebutuhan minyak sawit dunia karena produktivitas tanaman, dari sisi  luas lahan yang digunakan, sangat tinggi, jika dibandingkan tamaman  penghasil minyak nabati lain.
Selain itu, tambahnya, hanya segelintir negara di dunia bisa menjadi  penghasil minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) karena syarat tumbuh  tanaman hanya seuai dengan iklim di beberapa negara, seperti Indonesia  dan Malaysia. Suria menjelaskan, kriteria ketiga yang dicari investor  adalah dari sisi key person dan founder NSS yang sudah dikenal jago di  bidang CPO, yaitu Teguh Patriawan karena sudah dikenal di industri sawit  mampu menghasilkan tanaman dan CPO berkualitas tinggi.
&quot;Dari usia tanaman muda sangat menarik untuk berinvestasi.  Produksinya sedang bagus-bagusnya. Jadi akan lebih menarik bagi  investor,&amp;rdquo; papar Suria.
Secarat terpisah, Direktur Utama dan Pendiri Nusantara Sawit  Sejahtera, Teguh Patriawan, mengemukakan masa produktif  kelapa sawit  kebun NSS masih sangat panjang. Dari sisi kualitas, mutu CPO yang  dihasilkan premium karena memiliki asam lemak bebas di bawah 3%.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana melepas saham ke publik (IPO) untuk memperluas kapasitas bisnis. IPO dilakukan di tengah tingginya permintaan minyak nabati dunia, termasuk di dalam negeri.
Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma mengatakan, dalam memilih saham yang akan dikoleksi, umumnya investor memiliki tiga alasan. Pertama, kinerja keuangan perusahaan, Kedua, prospek bisnis dan Ketiga, tim manajemen.
Baca Juga: Bangga! Bursa Saham Indonesia Jadi 'Raja IPO' di Asia Tenggara
 
Dari sisi kinerja keuangan, dia mengatakan secara umum kinerja keuangan perusahaan perkebunan relatif sangat baik saat ini. Bahkan banyak yang profitnya naik 100% hingga 200%. Peningkatan keuntungan ditopang oleh kenaikan harga CPO, serta peningkatan produktivitas tanaman dan pabrik pengolahan sawit.
&amp;rdquo;Peluang emiten CPO di bursa saham dalam negeri masih sangat besar, meski banyak sentimen dari negara luar kampanye negatif dari negara-negara komoditas pesaing. Namun, dengan profitabilitas yang sebegitu bagus, seharusnya menarik dan sahamnya akan diserap investor dalam negeri,&amp;rdquo;ujarnya di Jakarta, Selasa (12/10/2021).
Baca Juga: Produsen Boba Ini Mau IPO, Incar Dana Rp39,2 Miliar
 
Apalagi, ujarnya, kenaikan harga CPO terus berlanjut. Sekarang ini, kenaikan harga CPO lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga pada saat terjadi booming komoditas sekitar 7 tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan dari sisi kinerja keuangan perkebunan sawit prospektif. Dari sisi prospek bisnis, Suria mengatakan umur tanaman sawit di kebun NSS relatif muda sehingga masa produktivitas tinggi masih panjang.Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan emiten sawit yang sudah  melakukan listing terlebih dahulu di pasar saham domestik karena banyak  yang sudah masuk masa replanting tanaman. Dari sisi industri, Suria  menerangkan, lagi prospek bisnis CPO masih akan sangat besar di masa  mendatang.
Sawit adalah tanaman yang bisa memastikan mampu memenuhi  kebutuhan minyak sawit dunia karena produktivitas tanaman, dari sisi  luas lahan yang digunakan, sangat tinggi, jika dibandingkan tamaman  penghasil minyak nabati lain.
Selain itu, tambahnya, hanya segelintir negara di dunia bisa menjadi  penghasil minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) karena syarat tumbuh  tanaman hanya seuai dengan iklim di beberapa negara, seperti Indonesia  dan Malaysia. Suria menjelaskan, kriteria ketiga yang dicari investor  adalah dari sisi key person dan founder NSS yang sudah dikenal jago di  bidang CPO, yaitu Teguh Patriawan karena sudah dikenal di industri sawit  mampu menghasilkan tanaman dan CPO berkualitas tinggi.
&quot;Dari usia tanaman muda sangat menarik untuk berinvestasi.  Produksinya sedang bagus-bagusnya. Jadi akan lebih menarik bagi  investor,&amp;rdquo; papar Suria.
Secarat terpisah, Direktur Utama dan Pendiri Nusantara Sawit  Sejahtera, Teguh Patriawan, mengemukakan masa produktif  kelapa sawit  kebun NSS masih sangat panjang. Dari sisi kualitas, mutu CPO yang  dihasilkan premium karena memiliki asam lemak bebas di bawah 3%.</content:encoded></item></channel></rss>
