<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia Ungkap Tantangan Terbesar Negara Berkembang</title><description>Dunia Carmen Reinhart mengatkan bahwa kurangnya pertumbuhan adalah tantangan ekonomi terbesar yang dihadapi negara-negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2484927/bank-dunia-ungkap-tantangan-terbesar-negara-berkembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2484927/bank-dunia-ungkap-tantangan-terbesar-negara-berkembang"/><item><title>Bank Dunia Ungkap Tantangan Terbesar Negara Berkembang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2484927/bank-dunia-ungkap-tantangan-terbesar-negara-berkembang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2484927/bank-dunia-ungkap-tantangan-terbesar-negara-berkembang</guid><pubDate>Selasa 12 Oktober 2021 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/12/320/2484927/bank-dunia-ungkap-tantangan-terbesar-negara-berkembang-JcojIeGnUC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/12/320/2484927/bank-dunia-ungkap-tantangan-terbesar-negara-berkembang-JcojIeGnUC.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala ekonom Bank Dunia Carmen Reinhart mengatkan bahwa kurangnya pertumbuhan adalah tantangan ekonomi terbesar yang dihadapi negara-negara berkembang.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk pengurangan kemiskinan, serta menciptakan pendapatan pemerintah yang digunakan untuk ruang fiskal, jaring pengaman sosial dan penyediaan barang publik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Top! Bank Dunia Apresiasi Kecepatan Vaksinasi di Indonesia
&amp;ldquo;Kami memiliki tantangan di banyak negara emerging markets dan negara berkembang bahkan sebelum pandemi, pertumbuhan mulai melambat sekitar 2015,&amp;rdquo; katanya, Selasa (12/10/2021).
&quot;Dengan pertumbuhan datang pekerjaan, dengan pertumbuhan dan pekerjaan datang pemulihan,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Dunia Sebut Ekonomi RI Tumbuh 3,7% Tahun Ini
Bank Dunia berharap dapat menggalang dana sebesar 100 miliar dolar AS untuk dana Asosiasi Pembangunan Internasional bagi negara-negara miskin guna mengatasi.
&quot;Pembalikan tragis dalam pembangunan&quot; yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.Dan kesenjangan pertumbuhan antara negara-negara maju dan negara berkembang semakin memburuk,&quot; kata presidennya David Malpass pada Senin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala ekonom Bank Dunia Carmen Reinhart mengatkan bahwa kurangnya pertumbuhan adalah tantangan ekonomi terbesar yang dihadapi negara-negara berkembang.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk pengurangan kemiskinan, serta menciptakan pendapatan pemerintah yang digunakan untuk ruang fiskal, jaring pengaman sosial dan penyediaan barang publik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Top! Bank Dunia Apresiasi Kecepatan Vaksinasi di Indonesia
&amp;ldquo;Kami memiliki tantangan di banyak negara emerging markets dan negara berkembang bahkan sebelum pandemi, pertumbuhan mulai melambat sekitar 2015,&amp;rdquo; katanya, Selasa (12/10/2021).
&quot;Dengan pertumbuhan datang pekerjaan, dengan pertumbuhan dan pekerjaan datang pemulihan,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Dunia Sebut Ekonomi RI Tumbuh 3,7% Tahun Ini
Bank Dunia berharap dapat menggalang dana sebesar 100 miliar dolar AS untuk dana Asosiasi Pembangunan Internasional bagi negara-negara miskin guna mengatasi.
&quot;Pembalikan tragis dalam pembangunan&quot; yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.Dan kesenjangan pertumbuhan antara negara-negara maju dan negara berkembang semakin memburuk,&quot; kata presidennya David Malpass pada Senin.</content:encoded></item></channel></rss>
