<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ke Belanda, Bahlil Bahas Investasi Industri Pakan Ternak</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan langsung dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485185/ke-belanda-bahlil-bahas-investasi-industri-pakan-ternak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485185/ke-belanda-bahlil-bahas-investasi-industri-pakan-ternak"/><item><title>Ke Belanda, Bahlil Bahas Investasi Industri Pakan Ternak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485185/ke-belanda-bahlil-bahas-investasi-industri-pakan-ternak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485185/ke-belanda-bahlil-bahas-investasi-industri-pakan-ternak</guid><pubDate>Selasa 12 Oktober 2021 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/12/320/2485185/ke-belanda-bahlil-bahas-investasi-industri-pakan-ternak-D3ebU6u85S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil ajak Belanda investasi di industri pakan ternak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/12/320/2485185/ke-belanda-bahlil-bahas-investasi-industri-pakan-ternak-D3ebU6u85S.jpg</image><title>Bahlil ajak Belanda investasi di industri pakan ternak (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan langsung dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam.
Pertemuan tersebut membahas rencana perluasan investasi De Heus senilai USD50 juta dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di Kawasan Industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur; serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi.
Baca Juga: Investasi Smelter Rp42 Triliun, Begini Kata Bos Freeport
 
Bahlil menyambut baik rencana perluasan investasi De Heus. Dalam hal ini, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta kebutuhan bahan baku industri pakan ternak tersebut.
&amp;ldquo;Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu,&amp;rdquo; ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (12/11/2021).
Baca Juga: Tips Investasi Emas ala Yusuf Mansur, Emak-Emak dan Milenial Wajib Baca Ini
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang membangun sekitar 30.000 ha lahan baru jagung di Indonesia, tepatnya di Papua, dengan kapasitas produksi hingga 900.000 ton/tahun.Koen de Heus selaku CEO De Heus menyampaikan apresiasi atas dukungan  Kementerian Investasi/BKPM tersebut. Koen de Heus menjelaskan bahwa  investasinya di Jawa Timur saat ini akan membangun pakan ternak  berteknologi tinggi, dengan model bisnis yang bekerja sama dengan petani  lokal.
&amp;ldquo;Dengan kebutuhan bahan baku sebesar 500.000-600.000 ton/tahun, kami  harap pemerintah Indonesia dapat menjaga keseimbangan harga jagung dan  kesejahteraan petani jagung dengan adanya harga yang sesuai,&amp;rdquo; ucap Koen  de Heus.
De Heus sudah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2015, bergerak di  bidang Industri Produk Farmasi Hewan, Industri Konsentrat Makanan  Hewan, dan Industri Makanan Ransum Hewan.
Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, Penanaman Modal Asing  (PMA) asal negara Belanda selama periode 2016-TW II 2021 menempati  posisi ke-5 dengan realisasi investasi mencapai USD9.212 juta. Capaian  tersebut mencakup total proyek sebanyak 7.608 dan menyerap Tenaga Kerja  Indonesia (TKI) sebanyak 108.082 orang.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan langsung dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam.
Pertemuan tersebut membahas rencana perluasan investasi De Heus senilai USD50 juta dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di Kawasan Industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur; serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi.
Baca Juga: Investasi Smelter Rp42 Triliun, Begini Kata Bos Freeport
 
Bahlil menyambut baik rencana perluasan investasi De Heus. Dalam hal ini, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta kebutuhan bahan baku industri pakan ternak tersebut.
&amp;ldquo;Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu,&amp;rdquo; ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (12/11/2021).
Baca Juga: Tips Investasi Emas ala Yusuf Mansur, Emak-Emak dan Milenial Wajib Baca Ini
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang membangun sekitar 30.000 ha lahan baru jagung di Indonesia, tepatnya di Papua, dengan kapasitas produksi hingga 900.000 ton/tahun.Koen de Heus selaku CEO De Heus menyampaikan apresiasi atas dukungan  Kementerian Investasi/BKPM tersebut. Koen de Heus menjelaskan bahwa  investasinya di Jawa Timur saat ini akan membangun pakan ternak  berteknologi tinggi, dengan model bisnis yang bekerja sama dengan petani  lokal.
&amp;ldquo;Dengan kebutuhan bahan baku sebesar 500.000-600.000 ton/tahun, kami  harap pemerintah Indonesia dapat menjaga keseimbangan harga jagung dan  kesejahteraan petani jagung dengan adanya harga yang sesuai,&amp;rdquo; ucap Koen  de Heus.
De Heus sudah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2015, bergerak di  bidang Industri Produk Farmasi Hewan, Industri Konsentrat Makanan  Hewan, dan Industri Makanan Ransum Hewan.
Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, Penanaman Modal Asing  (PMA) asal negara Belanda selama periode 2016-TW II 2021 menempati  posisi ke-5 dengan realisasi investasi mencapai USD9.212 juta. Capaian  tersebut mencakup total proyek sebanyak 7.608 dan menyerap Tenaga Kerja  Indonesia (TKI) sebanyak 108.082 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
