<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI: Transaksi E-commerce Diprediksi Tembus Rp395 Triliun</title><description>Ekonomi dan keuangan digital di Indonesia berkembang sangat pesat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485320/gubernur-bi-transaksi-e-commerce-diprediksi-tembus-rp395-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485320/gubernur-bi-transaksi-e-commerce-diprediksi-tembus-rp395-triliun"/><item><title>Gubernur BI: Transaksi E-commerce Diprediksi Tembus Rp395 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485320/gubernur-bi-transaksi-e-commerce-diprediksi-tembus-rp395-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/320/2485320/gubernur-bi-transaksi-e-commerce-diprediksi-tembus-rp395-triliun</guid><pubDate>Selasa 12 Oktober 2021 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/12/320/2485320/gubernur-bi-transaksi-e-commerce-diprediksi-tembus-rp395-triliun-6bbPaj37vt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo sebut ekonomi digital RI tumbuh pesat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/12/320/2485320/gubernur-bi-transaksi-e-commerce-diprediksi-tembus-rp395-triliun-6bbPaj37vt.jpeg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo sebut ekonomi digital RI tumbuh pesat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi dan keuangan digital di Indonesia berkembang sangat pesat. Bahkan Bank Indonesia memprediksi transaksi e-commerce tahun ini tumbuh 48,4% menjadi Rp395 triliun.
Baca Juga: UMKM Melek Keuangan, Ini Untungnya
&quot;Inilah Indonesia baru sedang berkembang pesat secara digital ekonomi dan keuangan nasional. Untuk transaksi e-commerce tahun ini diprediksi oleh Bank Indonesia tumbuh 48,4% menjadi Rp395 triliun,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam webinar OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10/2021).
Baca Juga: 5 Inisiatif BI Siapkan Sistem Keuangan Digital 
 
Selain itu transaksi elektronik hingga akhir tahun ini tumbuh sebesar 35,7% dengan nilai mencapai Rp278 triliun. Sedangkan transaksi dan layanan perbankan secara digital diprediksi tumbuh sebanyak 30,1% dengan nilai sebesar Rp35.600 triliun.
Guna mencapai hal tersebut, bank sentral terus menguatkan koordinasi dengan berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait. Di antaranya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait lainnya.Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus meningkatkan  digitalisasi sistem pembayaran dengan meluncurkan Blueprint Sistem  Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Blueprint ini bertujuan untuk  mengintegrasikan proses digitalisasi.
&quot;Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 bertujuan untuk  mengintegrasikan proses dari ujung ke ujung ekonomi dan keuangan digital  nasional. Dari digital banking terintegrasi dengan fintech, e-money,  hingga terintegrasi pada e-commerce,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi dan keuangan digital di Indonesia berkembang sangat pesat. Bahkan Bank Indonesia memprediksi transaksi e-commerce tahun ini tumbuh 48,4% menjadi Rp395 triliun.
Baca Juga: UMKM Melek Keuangan, Ini Untungnya
&quot;Inilah Indonesia baru sedang berkembang pesat secara digital ekonomi dan keuangan nasional. Untuk transaksi e-commerce tahun ini diprediksi oleh Bank Indonesia tumbuh 48,4% menjadi Rp395 triliun,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam webinar OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10/2021).
Baca Juga: 5 Inisiatif BI Siapkan Sistem Keuangan Digital 
 
Selain itu transaksi elektronik hingga akhir tahun ini tumbuh sebesar 35,7% dengan nilai mencapai Rp278 triliun. Sedangkan transaksi dan layanan perbankan secara digital diprediksi tumbuh sebanyak 30,1% dengan nilai sebesar Rp35.600 triliun.
Guna mencapai hal tersebut, bank sentral terus menguatkan koordinasi dengan berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait. Di antaranya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait lainnya.Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus meningkatkan  digitalisasi sistem pembayaran dengan meluncurkan Blueprint Sistem  Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Blueprint ini bertujuan untuk  mengintegrasikan proses digitalisasi.
&quot;Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 bertujuan untuk  mengintegrasikan proses dari ujung ke ujung ekonomi dan keuangan digital  nasional. Dari digital banking terintegrasi dengan fintech, e-money,  hingga terintegrasi pada e-commerce,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
