<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Perumahan RI Masih Hadapi Permasalahan yang Kompleks</title><description>Kadin menilai saat ini adalah  momentum yang tepat untuk menyuarakan visi baru untuk kawasan dan hunian  yag lebih inklusif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/470/2485105/industri-perumahan-ri-masih-hadapi-permasalahan-yang-kompleks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/470/2485105/industri-perumahan-ri-masih-hadapi-permasalahan-yang-kompleks"/><item><title>Industri Perumahan RI Masih Hadapi Permasalahan yang Kompleks</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/470/2485105/industri-perumahan-ri-masih-hadapi-permasalahan-yang-kompleks</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/12/470/2485105/industri-perumahan-ri-masih-hadapi-permasalahan-yang-kompleks</guid><pubDate>Selasa 12 Oktober 2021 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/12/470/2485105/industri-perumahan-ri-masih-hadapi-permasalahan-yang-kompleks-RQoGgBO5s4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Industri perumahan hadapi permasalahan yang kompleks (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/12/470/2485105/industri-perumahan-ri-masih-hadapi-permasalahan-yang-kompleks-RQoGgBO5s4.jpeg</image><title>Industri perumahan hadapi permasalahan yang kompleks (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata mengatakan, saat ini adalah momentum yang tepat untuk menyuarakan visi baru untuk kawasan dan hunian yag lebih inklusif dan berkelanjutan, juga memperkuat komitmen terhadap SDGs dan perubahan iklim ke dalam prioritas nasional dan daerah.
&amp;ldquo;Hunian atau perumahan merupakan bagian dari sebuah industri besar properti sehingga permasalahan yang dihadapi menjadi sangat kompleks,&amp;rdquo; jelas Budiarsa di Jakarta, Selasa(12/10/2021).
Baca Juga: Harga Properti di Sydney dan Melbourne Diprediksi Melonjak
 
Untuk itu, Kadin dan Habitat for Humanity Indonesia serta Universitas Trisakti akan mengadakan Indonesia Housing Forum 2021 untuk mempromosikan inovasi dan menciptakan kolaborasi antar pihak untuk kebijakan peningkatan akses ke perumahan yang aman, layak dan terjangkau.
Indonesia Housing Forum 2021 mengambil tema &amp;ldquo;Membangun Hunian yang Inklusif untuk Masa Depan yang Lebih Baik&amp;rdquo;. Acara ini akan digelar secara daring pada 14 Oktober 2021, melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan dan sektor pendukung terkait lainnya.
Baca Juga: Program Sejuta Rumah Dilanjut agar Masyarkat Punya Hunian Layak
 
&quot;Kami berharap nantinya tercipta kolaborasi erat antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas industri properti dan khususnya sektor hunian yang terjangkau di kawasan asia pasifik,&amp;rdquo; ungkapnya.
Tak hanya itu, dia mengatakan, pembiayaan perumahan yang terjangkau menjadi isu yang masih harus dicarikan solusi terbaik. Perlu adanya formula khusus untuk memeriksa instrumen pembiayaan dari berbagai pelaku baik di sektor publik maupun swasta untuk mendanai perumahan yang terjangkau.Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia  menyampaikan, Indonesia Housing Forum merupakan sebuah forum yang  diadakan setiap 2 tahun sekali yang mempertemukan para pemangku  kepentingan dari berbagai sektor yang bertujuan untuk mencari solusi  terkait masalah perumahan di Indonesia yang nantinya sekaligus  mempromosikan perumahan terjangkau yang dapat mendorong kinerja sektor  properti nasional yang berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi.
Indonesia Housing Forum merupakan bagian dari Housing Forum yang  diadakan di tingkat Asia Pasifik selama 1 dekade sejak konferensi  pertama tahun 2007. Di Indonesia sendiri, Indonesia Housing Forum 2021  merupakan pelaksanaan ke-3 setelah tahun 2017 dan 2019 lalu. Housing  Forum Asia Pasifik yang dihadiri lebih dari 9.200 peserta telah menjadi  ruang bagi setiap pemangku kepentingan berbagi kesamaan dan diskusi  dengan wawasan yang menarik terkait dengan rumah.
Menurutnya, hunian inklusif itu sendiri mengandung arti bahwa setiap  orang diajak memposisikan masing-masing dirinya sebagai pemangku  kepentingan sehingga setiap orang lebih mengerti masalah-masalah dan  tantangan-tantangan dalam mewujudkan rumah layak huni.
&amp;ldquo;Kita semua menyadari bahwa selama pandemi, setiap orang diminta stay  at home. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi keluarga-keluarga di  Indonesia yang memiliki ukuran rumah over crowded yang rentan terhadap  transmisi penyakit. Lain lagi ketika setiap orang diminta rajin cuci  tangan sementara air bersih sangat sulit diperoleh. Kondisi ini semakin  menekankan betapa pentingnya keberadaan rumah layak, khususnya di masa  pandemi,&amp;rdquo; terang dia.
Tersedianya hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah  membutuhkan sinergitas banyak pihak baik pemerintah dan swasta serta  melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan aktivitasnya. Kadin sebagai  induk dunia usaha dapat berperan dalam memberikan panduan bagi  pelaksanaan pengembangan sektor perumahan dengan lintas sektoral yang  berkaitan dengan aspek prasarana infrastruktur, fiskal, perpajakan,  moneter, transportasi hingga sumber daya manusia. Demikian juga dengan  akademisi yang berperan penting dalam memberikan kajian yang mendalam  untuk pengembangan perumahan yang inklusif.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata mengatakan, saat ini adalah momentum yang tepat untuk menyuarakan visi baru untuk kawasan dan hunian yag lebih inklusif dan berkelanjutan, juga memperkuat komitmen terhadap SDGs dan perubahan iklim ke dalam prioritas nasional dan daerah.
&amp;ldquo;Hunian atau perumahan merupakan bagian dari sebuah industri besar properti sehingga permasalahan yang dihadapi menjadi sangat kompleks,&amp;rdquo; jelas Budiarsa di Jakarta, Selasa(12/10/2021).
Baca Juga: Harga Properti di Sydney dan Melbourne Diprediksi Melonjak
 
Untuk itu, Kadin dan Habitat for Humanity Indonesia serta Universitas Trisakti akan mengadakan Indonesia Housing Forum 2021 untuk mempromosikan inovasi dan menciptakan kolaborasi antar pihak untuk kebijakan peningkatan akses ke perumahan yang aman, layak dan terjangkau.
Indonesia Housing Forum 2021 mengambil tema &amp;ldquo;Membangun Hunian yang Inklusif untuk Masa Depan yang Lebih Baik&amp;rdquo;. Acara ini akan digelar secara daring pada 14 Oktober 2021, melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan dan sektor pendukung terkait lainnya.
Baca Juga: Program Sejuta Rumah Dilanjut agar Masyarkat Punya Hunian Layak
 
&quot;Kami berharap nantinya tercipta kolaborasi erat antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas industri properti dan khususnya sektor hunian yang terjangkau di kawasan asia pasifik,&amp;rdquo; ungkapnya.
Tak hanya itu, dia mengatakan, pembiayaan perumahan yang terjangkau menjadi isu yang masih harus dicarikan solusi terbaik. Perlu adanya formula khusus untuk memeriksa instrumen pembiayaan dari berbagai pelaku baik di sektor publik maupun swasta untuk mendanai perumahan yang terjangkau.Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia  menyampaikan, Indonesia Housing Forum merupakan sebuah forum yang  diadakan setiap 2 tahun sekali yang mempertemukan para pemangku  kepentingan dari berbagai sektor yang bertujuan untuk mencari solusi  terkait masalah perumahan di Indonesia yang nantinya sekaligus  mempromosikan perumahan terjangkau yang dapat mendorong kinerja sektor  properti nasional yang berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi.
Indonesia Housing Forum merupakan bagian dari Housing Forum yang  diadakan di tingkat Asia Pasifik selama 1 dekade sejak konferensi  pertama tahun 2007. Di Indonesia sendiri, Indonesia Housing Forum 2021  merupakan pelaksanaan ke-3 setelah tahun 2017 dan 2019 lalu. Housing  Forum Asia Pasifik yang dihadiri lebih dari 9.200 peserta telah menjadi  ruang bagi setiap pemangku kepentingan berbagi kesamaan dan diskusi  dengan wawasan yang menarik terkait dengan rumah.
Menurutnya, hunian inklusif itu sendiri mengandung arti bahwa setiap  orang diajak memposisikan masing-masing dirinya sebagai pemangku  kepentingan sehingga setiap orang lebih mengerti masalah-masalah dan  tantangan-tantangan dalam mewujudkan rumah layak huni.
&amp;ldquo;Kita semua menyadari bahwa selama pandemi, setiap orang diminta stay  at home. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi keluarga-keluarga di  Indonesia yang memiliki ukuran rumah over crowded yang rentan terhadap  transmisi penyakit. Lain lagi ketika setiap orang diminta rajin cuci  tangan sementara air bersih sangat sulit diperoleh. Kondisi ini semakin  menekankan betapa pentingnya keberadaan rumah layak, khususnya di masa  pandemi,&amp;rdquo; terang dia.
Tersedianya hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah  membutuhkan sinergitas banyak pihak baik pemerintah dan swasta serta  melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan aktivitasnya. Kadin sebagai  induk dunia usaha dapat berperan dalam memberikan panduan bagi  pelaksanaan pengembangan sektor perumahan dengan lintas sektoral yang  berkaitan dengan aspek prasarana infrastruktur, fiskal, perpajakan,  moneter, transportasi hingga sumber daya manusia. Demikian juga dengan  akademisi yang berperan penting dalam memberikan kajian yang mendalam  untuk pengembangan perumahan yang inklusif.</content:encoded></item></channel></rss>
