<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tugas Berat Bank Syariah dari Wapres Ma'ruf Amin</title><description>Bank syariah diminta menyesuaikan pengembangan dan inovasi produk  sejalan dengan keuangan berkelanjutan atau sustainable finance.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485654/tugas-berat-bank-syariah-dari-wapres-ma-ruf-amin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485654/tugas-berat-bank-syariah-dari-wapres-ma-ruf-amin"/><item><title>Tugas Berat Bank Syariah dari Wapres Ma'ruf Amin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485654/tugas-berat-bank-syariah-dari-wapres-ma-ruf-amin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485654/tugas-berat-bank-syariah-dari-wapres-ma-ruf-amin</guid><pubDate>Rabu 13 Oktober 2021 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/13/320/2485654/tugas-berat-bank-syariah-dari-wapres-ma-ruf-amin-PwJA22CssU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin beri tugas bank syariah (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/13/320/2485654/tugas-berat-bank-syariah-dari-wapres-ma-ruf-amin-PwJA22CssU.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin beri tugas bank syariah (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Bank syariah diminta menyesuaikan pengembangan dan inovasi produk sejalan dengan keuangan berkelanjutan atau sustainable finance.
&quot;Bank, termasuk bank syariah, wajib melakukan penyesuaian, pengembangan, inovasi produk dan jasa, yang meliputi peningkatan portofolio pembiayaan, investasi atau proyek keuangan, yang sejalan dengan keuangan berkelanjutan,&quot; kata Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga: BI : Rasio Pembiayaan Bank Minimal 20% pada 2022
 
Wapres menyebutkan sejumlah industri yang masuk dalam kategori berkelanjutan antara lain ialah kegiatan energi terbarukan, efisiensi energi, konservasi sumber daya alam (SDA), transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air limbah, serta adaptasi perubahan iklim.
Keuangan berkelanjutan di Indonesia merupakan dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan terhadap pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Baca Juga: Laba Bank Syariah Indonesia Rp1,48 Triliun, Naik 34%
 
Kegiatan keuangan yang berkelanjutan salah satunya ialah Green Sukuk, yakni instrumen pendanaan untuk mendukung proyek-proyek hijau guna memitigasi dan mengadaptasi potensi perubahan iklim.
Wapres mengatakan pemerintah telah menginisiasi produk keuangan berkelanjutan dengan menerbitkan Global Green Sukuk sebesar USD3 miliar pada Maret 2018.&quot;Penerbitan tersebut menjadi green sukuk pertama kalinya di dunia  yang dilakukan oleh negara. Global Green Sukuk ini pun menarik perhatian  dengan mencapai kelebihan penawaran sebanyak 2,5 kali,&quot; kata Wapres  Ma'ruf Amin.
Setahun kemudian pada Februari 2019 pemerintah kembali menerbitkan  Global Green Sukuk senilai USD2 miliar dengan kelebihan permintaan  sebanyak 3,5 kali.
Kegiatan penerbitan produk keuangan berkelanjutan Indonesia itu pun  mendapat pengakuan internasional, dengan meraih penghargaan dari Climate  Bonds Initiative sebagai penerbit Green Sukuk terbesar di dunia.
&quot;Ini merupakan penghargaan ke-12 bagi Indonesia dalam menerbitkan  sukuk hijau (green sukuk), yang menunjukkan bahwa Indonesia telah  melakukan upaya untuk membiayai proyek dan sektor ramah lingkungan yang  dianggap berkelanjutan,&quot; ujar Wapres Ma'ruf Amin.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank syariah diminta menyesuaikan pengembangan dan inovasi produk sejalan dengan keuangan berkelanjutan atau sustainable finance.
&quot;Bank, termasuk bank syariah, wajib melakukan penyesuaian, pengembangan, inovasi produk dan jasa, yang meliputi peningkatan portofolio pembiayaan, investasi atau proyek keuangan, yang sejalan dengan keuangan berkelanjutan,&quot; kata Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga: BI : Rasio Pembiayaan Bank Minimal 20% pada 2022
 
Wapres menyebutkan sejumlah industri yang masuk dalam kategori berkelanjutan antara lain ialah kegiatan energi terbarukan, efisiensi energi, konservasi sumber daya alam (SDA), transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air limbah, serta adaptasi perubahan iklim.
Keuangan berkelanjutan di Indonesia merupakan dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan terhadap pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Baca Juga: Laba Bank Syariah Indonesia Rp1,48 Triliun, Naik 34%
 
Kegiatan keuangan yang berkelanjutan salah satunya ialah Green Sukuk, yakni instrumen pendanaan untuk mendukung proyek-proyek hijau guna memitigasi dan mengadaptasi potensi perubahan iklim.
Wapres mengatakan pemerintah telah menginisiasi produk keuangan berkelanjutan dengan menerbitkan Global Green Sukuk sebesar USD3 miliar pada Maret 2018.&quot;Penerbitan tersebut menjadi green sukuk pertama kalinya di dunia  yang dilakukan oleh negara. Global Green Sukuk ini pun menarik perhatian  dengan mencapai kelebihan penawaran sebanyak 2,5 kali,&quot; kata Wapres  Ma'ruf Amin.
Setahun kemudian pada Februari 2019 pemerintah kembali menerbitkan  Global Green Sukuk senilai USD2 miliar dengan kelebihan permintaan  sebanyak 3,5 kali.
Kegiatan penerbitan produk keuangan berkelanjutan Indonesia itu pun  mendapat pengakuan internasional, dengan meraih penghargaan dari Climate  Bonds Initiative sebagai penerbit Green Sukuk terbesar di dunia.
&quot;Ini merupakan penghargaan ke-12 bagi Indonesia dalam menerbitkan  sukuk hijau (green sukuk), yang menunjukkan bahwa Indonesia telah  melakukan upaya untuk membiayai proyek dan sektor ramah lingkungan yang  dianggap berkelanjutan,&quot; ujar Wapres Ma'ruf Amin.</content:encoded></item></channel></rss>
