<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melek Digital, 16 Juta UMKM di RI Tak Lagi Gaptek</title><description>16 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk ke dalam ekosistem digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485838/melek-digital-16-juta-umkm-di-ri-tak-lagi-gaptek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485838/melek-digital-16-juta-umkm-di-ri-tak-lagi-gaptek"/><item><title>Melek Digital, 16 Juta UMKM di RI Tak Lagi Gaptek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485838/melek-digital-16-juta-umkm-di-ri-tak-lagi-gaptek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/320/2485838/melek-digital-16-juta-umkm-di-ri-tak-lagi-gaptek</guid><pubDate>Rabu 13 Oktober 2021 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/13/320/2485838/melek-digital-16-juta-umkm-di-ri-tak-lagi-gaptek-5960ENXUkV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">16 juta pelaku UMKM melek digital (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/13/320/2485838/melek-digital-16-juta-umkm-di-ri-tak-lagi-gaptek-5960ENXUkV.jpg</image><title>16 juta pelaku UMKM melek digital (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; 16 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk ke dalam ekosistem digital. Targetnya, 30 juta UMKM akan melek digital pada 2023.
&amp;ldquo;Kita sudah mencapai 16 juta per September 2021 lalu. Saya yakin akan tercapai target 30 juta UMKM masuk ke dalam ekosistem digital pada 2023 mendatang,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) Odo R M Manuhutu, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga: Menko Luhut Akui UMKM Masih Dipandang Sebelah Mata 
 
Menurutnya, pada 14 Mei 2020 lalu, Presiden Jokowi membuat Gernas BBI agar UMKM tetap tumbuh di tengah pandemi COVID-19 dan memperkuat perekonomian Indonesia. Di tengah COVID-19, menurutnya UMKM perlu melakukan inovasi, transformasi, dan akselerasi.
&amp;ldquo;Beberapa pelaku UMKM sudah mulai melakukan transformasi yang tidak hanya jualan online tapi mereka juga melek literasi digital dan memperhatikan kualitas produk,&amp;rdquo; kata Odo.
Baca Juga: UMKM Perempuan Sulit Ajukan Kredit Bank, Kok Bisa? 
 
Menurutnya, selain mengembangkan kapasitas produksi, pelaku UMKM juga perlu memperhatikan kualitas produk mereka. Pasalnya, kualitas produk UMKM yang baik juga akan memberikan kesan yang positif bagi seluruh produk asal Indonesia.Karena itu, Kemenkomarves dan Kementerian Koperasi dan UMKM  memberikan dukungan beragam pelatihan untuk UMKM termasuk yang  diselenggarakan oleh Bank Mandiri bersama IdEA, DOKU, dan YOKKE berupa  workshop virtual &amp;ldquo;Transformasi Digital UMKM Merah Putih&amp;rdquo;.
Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan baik kapasitas maupun kualitas produk UMKM di seluruh Indonesia.
&amp;ldquo;Kami bersama kementerian lain, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara),  dan pemangku kepentingan lain di sektor swasta akan mengarahkan produk  asal Indonesia agar berkualitas baik. Ketika produk UMKM berkualitas  baik, konsumen akan memperoleh pengalaman yang baik,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; 16 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk ke dalam ekosistem digital. Targetnya, 30 juta UMKM akan melek digital pada 2023.
&amp;ldquo;Kita sudah mencapai 16 juta per September 2021 lalu. Saya yakin akan tercapai target 30 juta UMKM masuk ke dalam ekosistem digital pada 2023 mendatang,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) Odo R M Manuhutu, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga: Menko Luhut Akui UMKM Masih Dipandang Sebelah Mata 
 
Menurutnya, pada 14 Mei 2020 lalu, Presiden Jokowi membuat Gernas BBI agar UMKM tetap tumbuh di tengah pandemi COVID-19 dan memperkuat perekonomian Indonesia. Di tengah COVID-19, menurutnya UMKM perlu melakukan inovasi, transformasi, dan akselerasi.
&amp;ldquo;Beberapa pelaku UMKM sudah mulai melakukan transformasi yang tidak hanya jualan online tapi mereka juga melek literasi digital dan memperhatikan kualitas produk,&amp;rdquo; kata Odo.
Baca Juga: UMKM Perempuan Sulit Ajukan Kredit Bank, Kok Bisa? 
 
Menurutnya, selain mengembangkan kapasitas produksi, pelaku UMKM juga perlu memperhatikan kualitas produk mereka. Pasalnya, kualitas produk UMKM yang baik juga akan memberikan kesan yang positif bagi seluruh produk asal Indonesia.Karena itu, Kemenkomarves dan Kementerian Koperasi dan UMKM  memberikan dukungan beragam pelatihan untuk UMKM termasuk yang  diselenggarakan oleh Bank Mandiri bersama IdEA, DOKU, dan YOKKE berupa  workshop virtual &amp;ldquo;Transformasi Digital UMKM Merah Putih&amp;rdquo;.
Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan baik kapasitas maupun kualitas produk UMKM di seluruh Indonesia.
&amp;ldquo;Kami bersama kementerian lain, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara),  dan pemangku kepentingan lain di sektor swasta akan mengarahkan produk  asal Indonesia agar berkualitas baik. Ketika produk UMKM berkualitas  baik, konsumen akan memperoleh pengalaman yang baik,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
