<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi di Usia 30-an, Begini Caranya</title><description>Tips memulai investasi di usia muda. Memulai investasi di usia 30-an bukan suatu hal yang buruk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/622/2485607/investasi-di-usia-30-an-begini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/622/2485607/investasi-di-usia-30-an-begini-caranya"/><item><title>Investasi di Usia 30-an, Begini Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/622/2485607/investasi-di-usia-30-an-begini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/13/622/2485607/investasi-di-usia-30-an-begini-caranya</guid><pubDate>Rabu 13 Oktober 2021 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/13/622/2485607/investasi-di-usia-30-an-begini-caranya-hGoKPoBGUB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tips Memulai Investasi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/13/622/2485607/investasi-di-usia-30-an-begini-caranya-hGoKPoBGUB.jpg</image><title>Ilustrasi Tips Memulai Investasi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tips memulai investasi di usia muda. Memulai investasi di usia 30-an bukan suatu hal yang buruk. Memiliki investasi penting untuk mencapai berbagai tujuan di masa depan.
Namun, investasi yang dilakukan juga berbeda berdasarkan usia, kebutuhan hidup, dan tujuan yang ingin dicapai. Lalu jika ingin berinvestasi di usia 30-an, harus mulai dari mana?
Baca Juga: 7 Keuntungan Investasi Properti, Harga Naik Terus
 
Perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, jika seseorang ingin memulai berinvestasi, hal pertama yang dilakukan adalah memastikan tujuan dari investasi tersebut.
&amp;ldquo;Setiap memutuskan mau investasi apa, maka kita harus tahu dulu untuk apa berinvestasi. Jawabannya adalah impian yang ingin kamu dan pasangan wujudkan di masa depan,&amp;rdquo; tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, Rabu (13/10/2021).
Tahap kedua, yakni kenali diri sendiri. Di mana, aset investasi yang dipilih harus sesuai dengan tujuan keuangan dan pastinya sesuai dengan kepribadian.
Baca Juga: Ke Belanda, Bahlil Bahas Investasi Industri Pakan Ternak
 
&amp;ldquo;Kenali profil risikomu, apakah konservatif, moderator, atau agresif? Minat atas risikonya, apakah kamu prefer aman meski hasil biasa aja atau harus tinggi tapi berani jantungan? Toleransi risikomu, artinya seberapa jauh bisa bertahan jika hasilnya di bawah ekspektasi?&amp;rdquo; kata Prita.
Oleh sebab itu, menurut Prita, sebelum memulai investasi, diharapkan Anda sudah bisa mengelola pinjaman dan juga memiliki dana darurat. Adapun dana darurat yang dianjurkan, yakni dengan jumlah minimal 3x dari pos Living.
&amp;ldquo;Punya dulu dana darurat minimal 3x pos Living, baru pararel jalan bareng investasi,&amp;rdquo; tandasnya.Lanjut dia, setelah mengetahui tujuan berinvestasi, maka hitung  kebutuhan investasinya. Di mana, jumlah ideal yang digunakan untuk  menabung dan berinvestasi adalah 10% dari penghasilan setahun. Namun,  jika jumlahnya bisa lebih besar akan lebih baik.
Kemudian, tahap terakhir adalah memilih aset investasi. Prita menuturkan, jenis investasi yang ada saat ini memang cukup banyak.
Jika Anda mempunya tujuan tertentu, maka lebih baik memakai satu  investasi untuk satu tujuan. Namun, untuk membangun aset aktif demi  pensiun nyaman, maka sebaiknya investasi yang dipiih berbentuk  portofolio.
&amp;ldquo;Apapun pilihannya, please don&amp;rsquo;t choose money game! Kalau masih  pemula banget, mulai dari investasi emas dan reksa dana pasar uang. Nah,  baru deh bisa naik kelas ke reksa dana lainnya, SBN Ritel, bahkan  saham. Untuk sudah jago, opsi pendanaan fintech lending juga menarik  banget!&amp;rdquo; ujar Prita.
Prita menambahkan, perencanaan investasi yang baik seharusnya  didasarkan oleh tujuan keuangan. Di mana Anda bisa menetapkan dahulu apa  tujuan yang dimiliki, misalnya untuk setahun ke depan, lima tahun ke  depan, atau bahkan lebih dari 10 tahun mendatang.
Setelah itu, barulah mencari aset investasi yang sesuai untuk  membantu meraih impian yang diinginkan. &amp;ldquo;Pesanku: NO ketakutan, NO  terlalu rakus, dan NO ikut-ikutan, meski itu kata panutanque,&amp;rdquo; tutur  dia.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tips memulai investasi di usia muda. Memulai investasi di usia 30-an bukan suatu hal yang buruk. Memiliki investasi penting untuk mencapai berbagai tujuan di masa depan.
Namun, investasi yang dilakukan juga berbeda berdasarkan usia, kebutuhan hidup, dan tujuan yang ingin dicapai. Lalu jika ingin berinvestasi di usia 30-an, harus mulai dari mana?
Baca Juga: 7 Keuntungan Investasi Properti, Harga Naik Terus
 
Perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, jika seseorang ingin memulai berinvestasi, hal pertama yang dilakukan adalah memastikan tujuan dari investasi tersebut.
&amp;ldquo;Setiap memutuskan mau investasi apa, maka kita harus tahu dulu untuk apa berinvestasi. Jawabannya adalah impian yang ingin kamu dan pasangan wujudkan di masa depan,&amp;rdquo; tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, Rabu (13/10/2021).
Tahap kedua, yakni kenali diri sendiri. Di mana, aset investasi yang dipilih harus sesuai dengan tujuan keuangan dan pastinya sesuai dengan kepribadian.
Baca Juga: Ke Belanda, Bahlil Bahas Investasi Industri Pakan Ternak
 
&amp;ldquo;Kenali profil risikomu, apakah konservatif, moderator, atau agresif? Minat atas risikonya, apakah kamu prefer aman meski hasil biasa aja atau harus tinggi tapi berani jantungan? Toleransi risikomu, artinya seberapa jauh bisa bertahan jika hasilnya di bawah ekspektasi?&amp;rdquo; kata Prita.
Oleh sebab itu, menurut Prita, sebelum memulai investasi, diharapkan Anda sudah bisa mengelola pinjaman dan juga memiliki dana darurat. Adapun dana darurat yang dianjurkan, yakni dengan jumlah minimal 3x dari pos Living.
&amp;ldquo;Punya dulu dana darurat minimal 3x pos Living, baru pararel jalan bareng investasi,&amp;rdquo; tandasnya.Lanjut dia, setelah mengetahui tujuan berinvestasi, maka hitung  kebutuhan investasinya. Di mana, jumlah ideal yang digunakan untuk  menabung dan berinvestasi adalah 10% dari penghasilan setahun. Namun,  jika jumlahnya bisa lebih besar akan lebih baik.
Kemudian, tahap terakhir adalah memilih aset investasi. Prita menuturkan, jenis investasi yang ada saat ini memang cukup banyak.
Jika Anda mempunya tujuan tertentu, maka lebih baik memakai satu  investasi untuk satu tujuan. Namun, untuk membangun aset aktif demi  pensiun nyaman, maka sebaiknya investasi yang dipiih berbentuk  portofolio.
&amp;ldquo;Apapun pilihannya, please don&amp;rsquo;t choose money game! Kalau masih  pemula banget, mulai dari investasi emas dan reksa dana pasar uang. Nah,  baru deh bisa naik kelas ke reksa dana lainnya, SBN Ritel, bahkan  saham. Untuk sudah jago, opsi pendanaan fintech lending juga menarik  banget!&amp;rdquo; ujar Prita.
Prita menambahkan, perencanaan investasi yang baik seharusnya  didasarkan oleh tujuan keuangan. Di mana Anda bisa menetapkan dahulu apa  tujuan yang dimiliki, misalnya untuk setahun ke depan, lima tahun ke  depan, atau bahkan lebih dari 10 tahun mendatang.
Setelah itu, barulah mencari aset investasi yang sesuai untuk  membantu meraih impian yang diinginkan. &amp;ldquo;Pesanku: NO ketakutan, NO  terlalu rakus, dan NO ikut-ikutan, meski itu kata panutanque,&amp;rdquo; tutur  dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
