<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Numpuk, 230 Juta Penduduk Akan Tinggal di Perkotaan pada 2045</title><description>Penjalaran kota masih membutuhkan solusi untuk peningkatan perumahan di wilayah perkotaan tanpa merusak kawasan pedesaan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/14/470/2486242/makin-numpuk-230-juta-penduduk-akan-tinggal-di-perkotaan-pada-2045</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/14/470/2486242/makin-numpuk-230-juta-penduduk-akan-tinggal-di-perkotaan-pada-2045"/><item><title>Makin Numpuk, 230 Juta Penduduk Akan Tinggal di Perkotaan pada 2045</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/14/470/2486242/makin-numpuk-230-juta-penduduk-akan-tinggal-di-perkotaan-pada-2045</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/14/470/2486242/makin-numpuk-230-juta-penduduk-akan-tinggal-di-perkotaan-pada-2045</guid><pubDate>Kamis 14 Oktober 2021 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/14/470/2486242/makin-numpuk-230-juta-penduduk-akan-tinggal-di-perkotaan-pada-2045-qPJxJYPPYj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkotaan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/14/470/2486242/makin-numpuk-230-juta-penduduk-akan-tinggal-di-perkotaan-pada-2045-qPJxJYPPYj.jpg</image><title>Perkotaan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono mengatakan, penjalaran kota atau urban sprawl masih membutuhkan solusi untuk peningkatan perumahan di wilayah perkotaan tanpa merusak kawasan pedesaan.

&quot;Mengingat pada tahun 2045 diprediksi sebanyak 230 juta penduduk Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan,&quot; katanya di Jakarta, Kamis (14/10/2021).


Baca Juga: Menteri Basuki Putar Otak Bangkitkan Properti Indonesia

Hal tersebut meningkat dari 56% menjadi 70% dari total populasi. Menteri PUPR optimis bahwa ubanisasi ini ke depan menjadi peluang kesejahteraan masyarakat.

&quot;Apabila dapat direncanakan dengan baik, diurus dengan regulasi yang jelas dan disediakan anggaran yang cukup,&quot; katanya.

Namun, tujuan pemerintah untuk pengadaan rumah yang inklusif masih menemukan tantangan berat untuk mewujudkannya. Tantangan tersebut seperti masih rendahnya presentase kredit pemilikan rumah (KPR) terhadap PDB.

&quot;Dibanding dengan negara lain, yaitu hanya sekitar 2,9%,&quot; ujarnya.

Selanjutnya yang masih juga menjadi kendala adalah, masih banyaknya rumah yang tidak layak huni dan backlog perumahan.

&quot;Dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024, pemerintah telah menargetkan peningkatan rumah tangga yang menempati rumah layak huni, dari semula 56% menjadi 70%,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono mengatakan, penjalaran kota atau urban sprawl masih membutuhkan solusi untuk peningkatan perumahan di wilayah perkotaan tanpa merusak kawasan pedesaan.

&quot;Mengingat pada tahun 2045 diprediksi sebanyak 230 juta penduduk Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan,&quot; katanya di Jakarta, Kamis (14/10/2021).


Baca Juga: Menteri Basuki Putar Otak Bangkitkan Properti Indonesia

Hal tersebut meningkat dari 56% menjadi 70% dari total populasi. Menteri PUPR optimis bahwa ubanisasi ini ke depan menjadi peluang kesejahteraan masyarakat.

&quot;Apabila dapat direncanakan dengan baik, diurus dengan regulasi yang jelas dan disediakan anggaran yang cukup,&quot; katanya.

Namun, tujuan pemerintah untuk pengadaan rumah yang inklusif masih menemukan tantangan berat untuk mewujudkannya. Tantangan tersebut seperti masih rendahnya presentase kredit pemilikan rumah (KPR) terhadap PDB.

&quot;Dibanding dengan negara lain, yaitu hanya sekitar 2,9%,&quot; ujarnya.

Selanjutnya yang masih juga menjadi kendala adalah, masih banyaknya rumah yang tidak layak huni dan backlog perumahan.

&quot;Dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024, pemerintah telah menargetkan peningkatan rumah tangga yang menempati rumah layak huni, dari semula 56% menjadi 70%,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
